The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 289



...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...



“Semua aparat kepolisian di turunkan untuk menangkap anak Kyai itu tapi orang-orang dari Kyai yang membela anak itu juga tak kalah banyak. Bahkan sampai terjadi bentrok hingga sekarang kabarnya belum tertangkap”


Davian menghela nafasnya panjang, kenapa banyak sekali kasus seperti ini di negara ini? Bahkan sepertinya tak hanya negara kita ini saja tapi seluruh dunia cuman kenapa di Indonesia sangat banyak?.


“Menurut kalian orang seperti itu harus di apakan?” Tanya Davian ke twins juga anak buahnya itu.


“Haruskah kita menjawab bang? Padahal jawabannya sudah pasti?” Ucap Alistier, Davian menyunggingkan satu alisnya.


“Pasti?” Tanya nya.


“Ya, pasti kematian. Karna pelecehan itu bakal menimbulkan trauma berat ke korban, hal jahat yang di lakukan itu bukan sengaja tidak sengaja tapi emang di sengaja lalu untuk apa kita membiarkan hidup para sampah itu?” Ucap Alistier,


“Membiarkan sampah itu hidup di penjara? Ah lucu sekali mendengarnya. Para pedofil atau pelaku pelecehan tak mungkin bisa berubah, kata-kata yang sering di dengar seperti mereka akan berubah seiring berjalannya waktu, kata-kata itu hanya berlaku kepada orang normal bukan untuk para pedofil jahat itu” ucap Alastair,


Davian terkekeh pelan mendengar jawaban adeknya, lihatlah bocah lima atau enam tahun ini memiliki pemikiran yang sangat-sangat jernih kayaknya dari para orang dewasa termasuk orang tua pelaku.


“Menolong pelaku? Ah apakah mereka yang menolong pelaku itu harus kita bakar hidup-hidup? Grandma pernah berkata jika ingin merasakan neraka dunia maka cobalah membakar tangan kalian. So? Harusnya kita membakar mereka?” Tanya Alistier.


Apa yang akan kalian lakukan jika di beri pilihan seperti ini, menolong korban ataukah pelaku? Ah pilihan yang gampang tapi ada juga yang memilih pelaku bukan? Karna pemikiran dangkal seperti itu ketidak sengajaan jadi bisa di maafkan makanya mereka menolong pelaku? Benar bukan?.


Sialan aku ingin mengumpat dan merobek mulut para orang-orang seperti itu, maaf jika ini terlalu kasar.


Andai saat ini kalian menolong pelaku? Entah karma yang kalian dapat besok, lusa atau di masa depan hal seperti ini menimpa anak cucu kalian? Apa kalian tetap akan memaafkan ketidak sengajaan pelaku? Tidak bukan?. Jadi tolong di pikirkan hal segampang ini tak perlu berlarut-larut memikirkan pilihan mana yang harus di ambil.


Ah aku ngetik ap si terbawa emosi:)) sorry intinya ambil pelajaran yang di ambil baik nya dan buruknya di buang!!.


“Tangkap pelaku dalam kurun waktu kurang dari dua jam, siapapun yang menghalangi dan membantu menyembunyikan sampah itu beri dua pilihan cacat seumur hidup atau mati” perintah Davian.


“Ah satu lagi lindungi korban dan keluarga korban” setelah itu Davian dan twins meninggalkan lantai bawah.


Ini bukan penistaan agama atau para ulama ya tolong bijak dalam membaca dan mengambil keputusan.


...🌑🌑🌑...


Alana sedang bersiap akan pergi dengan dua temannya.


“Card?” Gumam Alana sambil memeriksa tas nya.


Setelah di pastikan semua lengkap Alana menuju garasi sebelumnya tadi Alana sudah ijin dan pamitan juga makanya dia langsung menuju lantai bawah.


“Mau kemana non?”


“Ke dufan, oh ya tolong oeriksa gps mobil ini dong om”


“Oke bentar nona”


“Semua aman non, oh ya amunisi masih ada kan ya? Seingat saya tadi udah di isi ulang” Alana mengecek ke monitor yang ada di mobil melihat semua barang yang di sebutkan semua sudah lengkap dan terisi penuh.


“Udah om”


“Baik non, hati-hati di jalan” Alana mengangguk dan mengucapkan terima kasih lalu dirinya pergi.



Setiba di dufan mereka turun dari mobil masing-masing.



“Girls time” ucap mereka sambil tertawa.


“Tumben lo pake celana pendek” ucap Dara,


“Gak ada yang liat hehe”


“Kalo apa-apa gue gak tanggung jawab”


“Gue gak ikutan deh” ucap Dara dan Clar.


Baru mereka hendak jalan tiba-tiba ponsel Alana bergetar tanda telpon masuk.


“Siapa?” Tanya Clar,


“Davian”


“Mampus!! Kita gak ikutan deh Al” ucap Dara.


...Bang Dav (call)...


“Hallo bang?”


^^^“Udah di dufan?”^^^


“Udah”


^^^“Oh yaudah hati-hati ^^^


^^^kalau ada apa-apa kabarin”^^^


“Okeyy” panggilan berakhir.


Alana menghela nafasnya lega, bisa-bisa mya mereka bertiga tegang seperti kayu saat Davian menelpon.


“Letsssssss goooooo” ucap mereka setelahnya.


Mereka menghabiskan waktu bersama karna sebentar lagi Clar bakal pindah ke China dan Dara akan ke Inggris, mereka berpisah untuk menempuh pendidikan yang mereka inginkan.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...