
“Haloo manissssss” ujar Galaxy ke salah satu murid perempuan yang mana perempuan itu langsung tertunduk malu.
“Monas manis monas manis sok ganteng lo!” Ujar Ucup
“Idihh idihhh mengiri si jelek” ujar Galaxy.
“Davian” mereka semua menoleh ke sumber suara.
Davian hanya menatap perempuan itu datar, namun beberapa saat kemudian terdengar teriakan Alana yang mana sedang bertengkar di lapangan.
“JAGA OMONGAN LO YA!!!” Alana meneriaki Dhita.
“Kenyataan kan? Lo simpenan om-om! Jangan ngelak lo! Lo juga kan yang ambil uang gue!!”
“Heh!! Mulut lo keknya harus di jait deh biar gak sembarangan kalo ngomong!!”
“Kenapa dek?” Tanya Galaxy
“Kata lo gue nyuri uang lo?? Ngapain gue nyuri kalo isi dompet gue berjejer black card no limit” Alana membuka dompe mini nya yang menampilkan deretan kartu berwarna hitam.
“Halah hasil ngelonthe aja bangga”
...PLAKKKKK...
“Mulut lo di diemin ngelunjakk!” Ujar Dara seteleh menampar wajah Dhita.
“Ati-ati loh, takutnya perusahaan bokap lo bentar lagi bangkrut” ujar Clarita.
“Lo salah pilih lawan Dhit” ujar Ucup
“Lo pda diem deh!! Ini urusan gue!!” Kesal Alana.
Davian langsung menggendong Alana membawa pergi dari kerumbunan itu, bukan cuman apa cuaca lagi panas terik nanti Alana pusing dan pingsan yang kena marah nanti mereka jika Alana sakit.
“BUBAR-BUBARR!!! KALO GAK BUBAR GUE BIKIN MASUK RUMAH SAKIT!!” Teriak Galaxy.
Alana menyembunyikan muka nya di leher Davian, abangnya ini semaunya saja padahal kan dirinya ingin membuat jera Dhita agar tak berani macam-macam dengan dirinya.
“Abang iihh malu di liat!!” Alana di gendong seperti bayi koala oleh Davian.
“Diem!! Ala di biarin makin gak bisa diem ya!”
“ABANG!!!” Davian menurunkan Alana.
“Apa hmmm?”
“Gak jadi, ABANG JELEK!!!” Alana meninggalkan Davian.
...BUGGG...
Davian memijit pelipisnya melihat Alana tersungkur dan terduduk sehabis menubruk tubuh orang.
“Lo gapapa?” Tanya Harsa,
“Buta mata lo? Gue jatuh di tanya gapapa!! Sakit bego!!!”
“Alana mulutnya!!!” Dengan nada lembut penuh penekanan.
“Ikut gue lo!!” Alana menarik lengan Harsa meninggalkan Davian.
Harsa yang di tarik Alana pasrah saja padahal Alana tak tau saja Davian menahan diri untuk tidak menembak kepala Harsa saat itu juga.
“Ala mana?” Tanya Galaxy.
“Tau! Sama cowo” Galaxy dan para inti Alderioz menatap tajam Davian.
“Cabut!!” Perintah Davian.
“Tapi Ala gimana?” Tanya Sam.
“Brisik!!” Ujar Davian.
“Hayolo Sam!! Lagi marahan dia jangan banyak tanya lo!!” Ujar Abi
Inti Alderioz membolos bersama atas perintah Davian, bukan marah mereka malah senang terutama Galaxy squad.
“Masih di ikutin ga ya!!” Gumam Alana.
“Udah enggak” sahut Harsa.
“Pikun lo?” Tanya Harsa,
“Bacot lo ya eh? Eh apaan nihh” Alana melepaskan genggamannya.
“Gosah ikutin gue!! Awas lo!!” Alana berjalan pergi meninggalkan Harsa,
Alana mencoba menghubungi Davian namun sama sekali tak ada jawaban dari sang abang, raut wajah takut sedih dan panik menjadi satu.
Jam pelajaran sudah di mulai tetapi Alana masih berada di koridor menuju kelas Davian. Setelah berada di depan kelas Davian, dengan gugup dirinya mengetuk pintu kelas tersebut.
“Permisi bu, Davian nya ada?”
“Davian? Davian mana?” Tanya guru itu ke murid yang lain.
“Ijin Dispen bu jenguk Cantik katanya”
“Cantik siapa?” Tanya guru itu.
“Gak tau bu temen mereka” Alana mengerutkan keningnya.
“Cantik? Nama salah satu kesayangan motor Galaxy bukan? Ah mereka bolos!!!” Batin Alana berteriak kerass.
“Kalau begitu Ala permisi bu” guru itu mengangguk.
Alana mencak-mencak namun sedetik kemudian perutnya terasa sangat perih, ah Alana belum makan siang mag nya pasti kambuh.
“Duh perut Ala perih!!!” Rintihnya seperti anak kecil yang tak di belikan mak nya mainan.
“Mo muntah” Harsa yang tak jauh dari Alana langsung berlari kecil kala melihat Alana yang berjongkok di koridor.
“Mommy hikss” rintihnya.
“Lo kenapa?” Alana mendongak wajahnya pucat.
“Lo sakit?”
“Perut gue sakit hikss mau abang!!! Hikss” ada rasa ingin tertawa namun Harsa tahan dari pada perang dunia keempat terjadi.
“Badan lo panas! Ke uks gue anter!!”
“Gak!! Maunya di antar bang Dav atau Gala!!!” Harsa memijit pelipisnya bingung.
“Ayo sama gue aja!”
“Gal hikss!!” Harsa tak bisa berpikir jernih.
Tanp babibu Harsa langsung menghubungi Davian, dari mana Harsa tau nomor Davian? Ya dsri grub kelas.
...Davian (calling)...
“Siapa?”
^^^“Gue, Harsa!”^^^
“Knp?”
^^^“Alana sakit! Gak mau di bwa ke uks!^^^
^^^Maunya sama lo atau Gala!”^^^
“Lo apain ade gue!!”
^^^“Dih bocah prikk!!”^^^
^^^“Ala! Hey La!!”^^^
“Alana kenapa?”
^^^“Alana pingsan!!”^^^
...panggilan berakhir...
Harsa langsung membopong tubuh Alana ala bridalstyle, murid-murid di kelas sampai keluar kelas mendengar suara Harsa saat berucap Alana pingsan tadi.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...