
“Goresan di bayar goresan?”
“No no no! Goresan di bayar kematian yang astetik dude” ujar Alana.
Orang tersebut sudah panik mencari tempat sembunyi gelap nya gedung dua lantai ini membuat dirinya was-was. Niat awal untuk mencelakai salah satu anak Arion malah dirinya yang berakhir celaka sepertinya.
...SREEEEKKKKKK...
“Akh!!”
“Hap dapat” ujar Galaxy seperti menemukan teman yang sedang bermain petak umpat. Dengan santainya Galaxy menusuk pinggang belakang orang tersebut.
Di kegelapan? Bagi anak kedua Arion sangat mudah untuk menemukan lawannya apalagi yang sudah terkurung di dalam gedung ini.
“Kau jaga” Setelah berucap Galaxy menarik belati nya lalu mulai mundur pergi dari tempat tersebut.
Orang itu berlari di sepanjang koridor, Davian menyalakan lampu jadilah gedung tersebut terang. Percayalah dari banyaknya jalan keluar tak ada yang bisa di lewati oleh ornag itu.
“Yuhuuuuuu” panggilan atau suara itu menggema di tambah petir seperti menyahut suara Alana.
Jangan percaya dengan kepolosan atau ketakutan Alana, Alana ini sama mengerikan dengan Davian dan Galaxy cuman kadang Alana mageran saja.
“LEBIH BAIK SEMBUNYI DI TEMPAT AMAN JANGAN TERLALU BANYAK GERAK KARNA ALANA BISA MENDETEKSI GERAKAN APAPUN” teriak Alana.
“ALANA JANGAN TERIAK-TERIAK!!” ujar Galaxy.
“OKEYY KELEPASAN MAAF BANG!!”
“YANG MENEMUKAN NYA LEBIH DULU, ITU YANG AKAN BERMAIN” Teriak Davian.
Mereka seperti berada di taman bermain sedangkn si korban sudah pucat karna tusukan tadi mengenai Hati nya. Itulah konsekuensi meremehkan anak-anak seorang Raja dan Ratu dunia bawah.
“Haii ketemu lagi, kali ini Ala pastikan belati ini bukan menggores lengan anda tapi mencongkel mata hitam jelek itu”
“Pergi, jangan mendekat!!” Laki-laki itu mundur selangkah demi selangkah.
“Akhhh! Uhukk” Davian menusuk belati ke sisi kanan pinggang laki-laki itu.
“Permainan baru saja di mulai dude” bisik Davian dengan nada berat.
“Yahh pasti bang Gala kenain hati nya kan? Padahal bisa di jual buat beli mobil baru” sebal Alana.
“Kan masih ada ginjal sama jantung juga paru-paru nya” ujar Galaxy.
“Pergi kalian!! Anak durhaka! Pergi kalian!!”
...Drtttt...
...Dettttt...
...Drttttt...
Ponsel Alana berdering,
...Varez ganteng banget (calling)...
“Ka Ala dimana?”
^^^“Waalaikumsalam!”^^^
“Eh iya Assalamualaikum”
“Dimana ka?”
“Mommy nyariin”
^^^“Bilangin lagi mo bunuh orang”^^^
“Bilang sendiri, ni mom”
“Ala dimana sayang?”
^^^“Lagi mau bunuh orang mom”^^^
“Serius Ka!”
^^^“Iya mom mau vc? Korbannya udah di^^^
^^^ambang kematian nih mau say hi?”^^^
^^^“Ada bang Dav sama Gala juga”^^^
“Aishh! Yaudah selesain mainnya dulu!”
“Abis itu minta uncle Ares beli itu tempat
les kamu”
“Juga minta uncle Kevin buat beresin mayatnya”
^^^“Okey mom, I love you full”^^^
“I love you to girl”
“Jangan luka!”
^^^“Udah luka di pipi gara-gara dia”^^^
“Lonudspeaker!”
^^^“Oke udah”^^^
“MOMMY GAK MAU TAU YA!!!!”
“ITU PIPI ADE KALIAN LUKA!!! JANGAN
DI BERI AMPUN!!!”
“Diam kamu Gala! Mommy lagi marah!”
^^^“Dah dulu deh mom, korbannya udah^^^
^^^mulai pucet mau mati”^^^
“Okey sayang”
...Panggilan berakhir...
Jangan sebut Kaila jika dia akan kasian ke para korban, walau sudah berubah jadi lebih baik tapi percayalah sisi psikopat nya tak ada berubah sedikit pun.
...SREKKKKKK...
...KREAKKK...
“Akhhhhhh uhukkk amp uhukk uhukk ampun!!!”
“Uhukk tolo uhukk tolong”
“Ah kesel!!”
...BUGGGGG...
...BUGGGGG...
...SREAKKKKK...
...SREEEKKKKK...
...BRUKKKKKK...
...SRUKKKKKK...
...SRUKKKKKK...
...BUGGGGGGG...
Alana memukul wajah orang itu berulang kali dan belati Alana sudah menusuk beberapa bagian di dada orang tersebut tentunya tak lupa menusuk ke dalam telinga orang tersebut sampai kelopak mata nya mengeluarkan darah.
Belum puas dari itu Alana juga menusuk-nusuk kedua bola mata tersebut sampai tak berbentuk lagi. Sampai Davian merasa cukup langsung menggendong sang adik bangun dari duduk di lantai dingin itu.
“Tuan muda” panggil Kevin,
Mata Kevin tak bisa bohong yang mana menjelaskan keterkejutannya melihat orang yang mengenaskan tersebut.
“Uncle kenal?” Tanya Alana saat raut wajah Kevin menjadi datar seperti biasa.
“Hmm, si penghianat salah satu anak buah BB sudah lama di asingkan entah bagaimana bisa datang ke sini lagi”
“Liat!!” Alana mengadu ke Kevin seraya menunjuk pipi nya yang terluka.
“Kenapa bisa?”
...BUKKKK ...
...BUGGGGG ...
...BUGGGGGG...
“Ni orang!! Mendadak nyerang pipi Ala!!” Saking kesalnya Alana sampai menendang bahkan menginjak orang tersebut yang sudah tak sadarkan diri atau bahkan meninggal.
“Kalian pulang naik mobil uncle, motor kalian biar anak buah uncle yang antar” Mereka bertiga mengangguk.
“Maaf merepotkan uncle” ujar ketiganya.
“Ya ya ya boy”
Setiba di mansion, Kaila sudah bersedekap dada di depan pintu menantikan ketiga anaknya yang sudah lelah bermain.
“Assalamualaikum” ucap ketiganya.
“Waalaikumsalam!” Ketus Kaila.
“Astagfirullah mom untuk Gala gak punya penyakit jantung!!” Kaget Galaxy.
“Diem!! Mandi sana jangan sampai adik-adik kamu liat luka kamu! Naik lewat lift depan ini aja gak usah lewat tengah” titah Kaila.
“Tapi jauh mom”
“Jangan ngebantah mommy Gala!”
“Iya mommy sayang”
...Cup...
“Dah Gala naik mandi dulu”
...Cup...
“Vian juga”
...Cup...
“Ala juga”
“Ala abis mandi turun kita bakal berangkat ke Korsel buat operasi pipi kamu” kedua abangnya langsung berhenti tak jadi naik kala mendengar ucapan Kaila.
...🖤 **JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...FOLLOW IG @ARCELLAQUEENZIE...
KARNA KITA MO MABAR WKWK**