The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 112



...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...


...OPENING BARU NIH WOY WK...


...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....


...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....


...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....


...BTW BTW...


...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...


...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...


...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...


...GAK DENG BERJANDAA EH...


...BERCANDAA...


...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...


...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...


...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....


...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...



“Makasih ya Galaxy”


“Sama-sama” Galaxy di minta mengantarkannya langsung ke toko tempatnya bekerja, minimarket tempat Resya bekerja tak jauh dari gang rumahnya tapi kata Resya rumahnya ke minimarket ini agak jauh dua kilometer.


Galaxy langsung pulang...


Setiba di rumah sudah ada Davian, Alana, dan Varez yang berada di ruang keluarga bermain PS5. Galaxy ikut bergabung duduk sambil memakan bitter sweet milik Alana.


“Gue tadi bunuh orang” ucapnya santai,


Namun tak ada yang menghiraukannya, Galaxy yang merasa tak di dengarkan pun mencak-mencak lalu pergi ke kamar. Memang abang dan adiknya ini tak peduli dengannya. Tak ada satupun yang menanyakan apa dirinya terluka atau tidak.


“Apa kata bang Gala tadi? Ala gak denger soalnya pake earphone” tanya Alana ke Varez,


“Gak tau, Varez lagi fokus”


“Abang denger gak?” Tanya Alana ke Davian.


“Denger”


“Apa katanya?”


“Abis bunuh or...” mereka saling tatap seperti terkejut namun setelahnya bersikap biasa saja.


Emang anak anak devil semua di rumah ini kayaknya yaa!!


...🌑🌑🌑...


Hari ini hari terakhir UAS, Davian dan yang lain sudah pulang ke rumah masing-masing mereka sudah bisa bersantai.


“Abang! Help pliss!!” Ucap Alana,


“Kenapa?” Tanya Galaxy


“Itu Ala lagi ada tamu trus roti nya abis” Galaxy dan Davian mengerutkan keningnya tanda tak paham.


“Gak paham tamu siapa? Suruh bibi aja masak” Alana menepuk pelan dahinya.


“Duhh!! Ada air terjun nih astagfirullah” batij Alana kala merasakan seperti ada yang (para perempuan pasti paham)


“Beliin pembalut!! Dah bocor ini” blak-blak an Alana tak lagi malu-malu sudah.


“Bang Gala ayo beliin kalo Ala beli sendiri nanti temboss”


“Harus pake itu ya?”


“Iyalah!! Bodoh iih”


“Dav lo aja yang beli”


“Iih!! Bang Dav tuh baru pulang cape jadi abang aja beli nya!!”


“Ya Allah, padahal udah malam baru pulang apanya dia mah balik dari jam 1 siang tadi”


“Abang!!” Galaxy menghela nafas pasrah,


“Yaudah! Yang mana belinya!”


“Ada di sana tulisannya pembalut gitu yang malam trus pake sayap” Galaxy mengangguk saja entah paham atau tidak.


Alana kembali ke dalam kamar nya haid hari pertama sangat sakit, isak tangi Alana terdengar kala merasakan nyeri di pinggangnya.


“Ala” panggil Davian kala menyusul Alana,


“Aduh abang jangan panggil Ala dulu! Ala lagi cape” Teriak Alana,


“Kamu nangis?”


“ENGGAKKK”


“Mau makan coklat gak?”


“ENGGAK ABANG IIH BANYAK TANYA UDAH DI BILANG ENGGAK ENGGAKK” Davian menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.


Di waktu yang sama...


“Pilih yang mana ya” tanya Galaxy,


“Tau ah ambil semua aja!” Galaxy memasukkan ke dalam keranjang masing-masing lima pics dari setiap produk.


Menuju kasir sambil mendorong trolli penuh pembalut. Untungnya sepi hanya ada Galaxy dan pelayan kasir.


“Berapa?” Tanya Galaxy,


“Anu itu mas nya gak kebanyakan?”


“Gue gak tau yang mana jadi beli semua aja” Galaxy masih fokus dengan ponselnya karna Alana sudah menspam chat untuk segera pulang.


“Saya saranin yang ini aja mas” Galaxy mendongak.


“Eh? Galaxy”


“Resya” Ah Galaxy lupa kalau minimarket ini temapt kerjanya Resya. Betapa malunya Galaxy membeli pembalut? Oh hilang sudah ke gentelmennya


“Beli yang ini aja Galaxy, ini nyaman dan tahan semalaman”


“Yaudah beli itu aja lima” Resya menganga kaget.


“Banyak banget”


Setelah selesai membayar Galaxy langsung segera balik karna ya tuan putrinya sudah sangat-sangat menunggu.


...🌑🌑🌑...


Varez sedang berada di rumah Aiden untuk bermain, main mereka adalah meretas sistem pertahanan entah milik siapa yang pasti mereka selalu membantu orang-orang.


“Rez mommy lo telpon tuh”


“Hallo mom?”


“.....”


“Ini mau balik mom”


“.....”


“Gak ko, Varez udah selesai mainnya ini aja lagi santai”


“.....”


“Oke mom”


Varez menyimpan ponselnya, Kaila menghubungi Varez agar segera pulang karna sudah hampir malam mereka akan makan malam keluarga makanya Kaila meminta Varez pulang.


“Gue balik”


“Tiati lo” ucap mereka berdua,


“Yo”


Varez berpamitan dengan orang tua Aiden, supirnya sudah menunggu di depan. Varez yang berada di dalam mobil tiba-tiba memikirkan hal jahil sudah lama tak membuat kerjaan di rumah bukan? Ah mari melaksanakan rencana ini.


Setiba di rumah....


“ASTAGFIRULLAH NYONYAAAAAA!!” kaget maid yang ingin membuka kan pintu melihat Varez penuh darah.


...PRANGGGG...


“VAREZ!!!” Kaget Kaila langsung berlari nampan yang berisi gelas dan teko langsung Kaila lempar begitu saja.


“Kamu kenapa? Hiks kamu kenapa” Panik Kaila memeriksa tubuh Varez hati-hati.


“ASTAGFIRULLAH!! VAREZ ITU DARAH KENAPA!!” Alana juga langsung panik.


“Lah?” Kaget Galaxy


Semua nya yang melihat Varez panik, rahang Davian mengeras apakah ada pembunuh bayaran lagi? Atau apakah ini ulah siapa kenapa bisa adiknya terluka.


“Penjagaa!!!” Teriak Arion,


“Daddy! Varez gapapa ini tadi ketumpah tintah”


“Jangan main-main Varez!”


“Ini prankk huahahahaha” tawa Varez pecah.


“I love you mom muachhh” Varez mengecup singkat pipi Kaila lalu berlari sekencang mungkin sebelum yang lain menyadari kalau mereka di prank.


“ALVAREZ!!!!!!” Teriak Galaxy menggema,


“Ya Allah jantung aku mau copot rasanya” Kaila duduk lemas, Anak nya ini emang devil semua, senam jantung rasanya.


Galaxy dan Davian sudah berada di depan kamar Varez, mereka sudah terlanjur kesal dengan Varez.


“REZ BUKA ATAU GUE DOBRAKK!!”


“Anjai srepett takut dedekss” ujar Varez di dalam,


“ALVAREZ!”


“Gak dengar lagi budegg”


Davian dan Galaxy sudah merencanakan hukuman untuk Varez tentunya hal yang sangat tak di sukai Varez yaitu berada di kandang Leo,


“Semua sudah siap Taun muda”


“Varez di panggil mommy” ujar Alana yang ikut andil dalam membalas dendam.


“Bohong”


“Beneran!! Mommy pingsan gara-gara kamu itu!!”


...click...


“Hap ketangkep” Varez meronta-ronta tapi apa daya 1 vs 2 ya jelas kalah tenanganya apalagi badannya sudah terkunci oleh cengkraman Galaxy.


“Lewat lift belakang aja” Galaxy mengangguk.


“Mau kemana!! Jangan bang maaf bang!!”


“Gak mau huaa gak mauu!!”


“Bang Dav maaf ! Bang Varez gak mauu!!”


“Bang astagfirullah!!”


“Jancok koe astagfirullahh!!”


...PLAKKKKK...


“Mulutnya” Alana memukul mukul Varez,


“Ka tolongin huaaa Varez gak mauu ka!!!”


“Ya Allah Ya Allah ya Allahh”


“Selamat menikmati makan malam Leo” Alana mengelus-elus bulu halus singa kesayangannya itu.


“Demi apapun tolonggggggggg” Davian, Galaxy dan Alana pergi meninggalkan Varez yang berada di dalam kandang kecil di luarnya ada Leo singa kesayangan Alana.


“Bercandanya jelek huaa”


...GUARRRRR...


“Jelek auman lo jelek!!”


Leo menaiki kandang yang berisi Varez setelah merebahkan diri di atas situ tiba-tiba leo kencing,


“ASU LO! GUE BILANGI DADDY LO BIAR DI JUAL KILOAN!!!”


“MOMMY MAAF HIKS BAU HUEEKK MOMMY HUEKK”


“Mom huaaaa daddy hikss huek huekk” dari lantai dua ketiga kakaknya memeprhatikannya.


“Dad tolong hikss” Arion menghela nafas lalu meminta para penjaga melepaskan Varez.


“Huekk huekk” Varez muntah badannya pucat.


“Awas kalian” arti dari lirikan Arion kepada tiga anaknya yang berada di lantai dua


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...