The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 125



...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...


...OPENING BARU NIH WOY WK...


...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....


...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....


...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....


...BTW BTW...


...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...


...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...


...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...


...GAK DENG BERJANDAA EH...


...BERCANDAA...


...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...


...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...


...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....


...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...



Davian dan Galaxy tengah malam gabut dan mereka ingin mencari angin di tengah malam tentu tak hanya mereka berdua, semua inti Alderioz di ganggu Galaxy dan di minta kumpul di markas tentu mereka menyetujui karna mereka belum tidur dan juga ada yang sednag di luar atau sudha berada di markas sedari tadi.


CHITTTTT


“Tolongin gue tolongin gue!!!” Vio langsung naik ke motor tanpa ijin,


“Cepet pergi dari sini!!!”


“Tolongin gue!! Nanti gue bayar!!”


“Itu dia!!” Melirik ke arah rumah sakit ada segerombolan orang.


Davian langsung melajukan kendaraanya dan terjadi aksi kejar-kejaran. Vio memeluk Davian dingin dan nyeri jadi satu karna perutnya yang baru saja menjalani operasi terasa sakit.


Davian berhasil membuat orang yang mengejar kehilangan jejak, membawa Vio ke markas karna tak tau harus membawanya kemana lagi ini pertama kalinya Davian membawa perempuan jadi maklumi saja.


“Makasih” ujar Vio,


“Gue harus pergi, makasih sekali lagi” ucap Vio lalu hendak melangkah pergi namun Davian menahannya.


“Lo aman di sini”


“Iya gue tau, makanya gue mau balik”


“Nanti aja, lo luka”


“Makanya gue harus balik kerumah!”


“Udah malam”


“Siapa bilang subuh bambang”


Anggota Alderioz keluar karna mendengar perdebatan, mereka sedikit terkejut ternyata pakketu membawa perempuan.


“Siapa nichhh”


“Ekhmm bos”


“Anak siapa! Gue bilangin mommy lo ntar!!” Ujar Galaxy


“Ck! Pergi sana” Davian mengusir anak-anak Alderioz.


“Lo mau kemana?”


“Astaga! Gue bilang mau balik! Temen gue juga lagi pada siap-siap mo jemput gue!”


“Ck! Ikut gue!” Davian menarik Vio masuk ke dalam markas.


Galaxy dan yang lain hanya memperhatikan tingkah keduanya, Davian membawa Vio ke kamar tamu yang.


“Lo mau ngapain!!” Vio waspada,


“Luka lo nanti infeksi” Davian membawa kotak medis,


“Gue gapapa!!”


“Yaudah” Davian menaruh kembali kotak medis ke temaptnya.


“Tunggu di sini” ujar Davian,


Davian menuju kamarnya membawakan hoddie miliknya yang ada di markas, Vio berkata teman-temannya sedang dalam perjalanan ke sini kan? Dan Vio hanya menggunakan pakaian pasien di kuar dingin dan Davian merasa bersalah karna tadi ngebut tanpa mengingat kalau Vio memakai pakaian pasien tanpa jaket.


“Nih! Pake!”


“Gak usah”


“Pake!”


“Iyaaa!!” Vio langsung memakai hoddie milik Davian.


“Nama lo? Siapa?” Tanya Vio,


“Davian”


“Gue Vio” Davian mengangguk.


“Dav, di luar ada beberapa orang nyariin Vio katanya” ujar Abi,


“Oh itu temen gue, makasih ya”


“Makasih sekali lagi, jaket lo nanti gue balikin”


“Gak usah”


“Tapi ini jaket lo!”


“Ambil aja gue banyak” Vio tak menghiraukan ucapan Davian dirinya pergi keluar.


“Lo gapapa?” Tanya Syanaz.


“Gue gapapa”


“Sekali lagi Terima kasih karna sudah bantu selamatin Vio” ujar Samu,


“Hmmm!”


“Cabut!” Ujar Vio karna sudah tak bisa menahan perihnya lagi. Davian melihat kedekatan Samu dan Vio, Samu merangkul Vio keduanya tampak akrab.


Davian tak perduli dirinya masuk ke dalam berkumpul dengan yang lain, mereka berkumpul malam ini bermain PS sampai pagi kayaknya karna besok Sabtu dan mereka libur sekolah juga kuliah.


“Gaiss gue punya pertanyaan! Kalau nya orang bisu mau masuk islam baca syahadat gimana?” Sontak mereka langsung berpikir.


“Lah iya gimana ya?” Ujar Galaxy


“Cup! Udah deh udah ya gue tau lo sebenarnya pintar tapi plis jangan nanya yang aneh-aneh” ujar Abi


“Ye kan gue nanya!!”


...PLAKKKKK...


“Gosah ikutan gblg” ujar Bale memukul bahu Galaxy.


“Jadi kepikiran gue”


“Plis Cukup Gal!!” Bale benar-benar gemas sangat gemas.


“Dahlah mending tiktok an kita” ajak Abi


“WADUH-WADUH DIAM-DIAM BEGINI BUKAN BERARTI GUA JOMBLO. NANTI KALAU GUE BERGERAK MALAH DI BILANG SASIMO” sound dari ponsel Ucup yang sedang scroll tiktok.


“LO EMANG SASIMO NGEN!!” Ujar Galaxy,


“Mana ada!!” Ucup membela dirinya.


“IYAIN!!”


Mereka sibuk dengan urusan masing-masing karna memang sambil menunggu giliran main PS5.


...🌑🌑🌑...


Alana dan teman-temannya berencana pergi ke mall sekalian malam mingguan.


...Girls (grub chat)...


...(Alana, Clarita, Dara, Resya)...


Dara


jadi kan wey?


bawa mobil sendiri-sendiri ap gmn?


^^^Alana^^^


^^^Satu mobil ^^^


Clarita


mbl gw g bisa ges


Dara


mbil lo aja Al


^^^Alana^^^


^^^yaudah ok,^^^


Resya


aku kayaknya gak bisa ikut


Clarita


harus ikut pokoknya!!


Dara


iya Sya, ikut aja


Resya


aku sebenarnya gak sekaya kalian.


Aku orang gak punya maafin aku kalian


berteman sama org miskin kaya aku.


Dara


apaan si Sya! Kita gak mandang harta tau!


^^^Alana^^^


^^^taunih Resya, kita gak mandang harta.^^^


^^^lo siap-siap trus share lok gue jemput^^^


Resya


tapi?


Dara


gpl ya gess Alana dah otw


^^^Read^^^


Resya hanya bisa pasrah,


Alana mengecup pipi sang mommy dan daddy nya bergantian lalu ijin berangkat jalan-jalan kayaknya dia akan pulang malam.


Setelah menjemput Resya dan yang lain mereka menuju mall terlebih dahulu untuk menonton, saat di jalan mejemput Dara dan Clarita tadi Resya sempat berbicara dengan Alana.


“Alana, aku pinjam uang kamu dulu ya. Nanti aku ganti soalnya aku belum gajihan”


“Santai aja kali Sya, lo gak perlu khawatir”


“Nanti gue bilang ke bos lo buat naikin gajih lo”


“Jangan gak usah itu udah cukup ko!”


“Ck, gapapa sans itu toko punya nyokap gue ko” ujar Alana.


“Alana, kamu gak malu temenan sama orang miskin kaya aku?”


“Ngapain malu? Lo bukan pembunuh ataupun pelaku kejahatan ngapain gue malu” Resya menunduk malu,


Alana mengalihkan pembahasan agar Resya tak tertekan dan terbebani dengan keadaan sekarang. Alana melirik sekilas lengan baju Resya yang terbuka. Ah barcode-barcode itu masih ada dan sepertinya bertambah Alana gemas dirinya tak suka melihat orang yang melukai tubuhnya sendiri kenapa tak melukai tubuh orang lain saja.


“Nonton bioskop gak nih?” Tanya Clarita,


“Itu gue mau liat tas dulu di LV” ujar Dara


“Lo Sya mau apa?” Tanya Alana,


“Aku ngikut aja”


“Yaudah pesen tiket aja Clar, trus kita liat-liat tas dulu tiket jam berikutnya aja” Clarita mengangguk.


Olin juga berada di mall bersama mamahnya, menyeringai kala melihat Resya ada di mall ini dirinya memiliki rencana untuk mempermaluka Resya.


“Alana” Alana menoleh,


“Kenapa?” Judes Alana,


“Gue mau ngomong sama lo”


“Di sini aja bisa kan?”


“Berdua Alana” Alana menghela nafasnya,


“Sepuluh menit! Eh gak lima menit” ujar Alana yang langsung di angguki Harsa.


“Lo pada duluan aja ke LV ntar gue nyusul”


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...