The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 262



^^^WELCOME !!^^^


^^^JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!^^^


^^^@ARCELLAQUEENZIEG^^^


^^^@ARCELLAQUEENZIEG^^^


^^^@ARCELLAQUEENZIEG^^^


^^^@THEYCALLME.QUEEN ^^^


^^^@THEYCALLME.QUEEN ^^^


^^^@THEYCALLME.QUEEN^^^


^^^@THEYCALLME.VIORA ^^^


^^^@THEYCALLME.VIORA ^^^


^^^@THEYCALLME.VIORA^^^


^^^JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !! ^^^


^^^OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA ^^^


^^^ARCELLA QUEENZIE ^^^


^^^DAN^^^


^^^XAVIORA KENANYA ^^^


^^^TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!^^^



Setiba kembali mereka di bandara international Belanda, mereka berlima menuju salah satu tempat di mana mereka memesan cake itu,


Cake sudah jadi dalam seperkian jam entah bagaimana mereka dapat mengerjakan secepat itu setelah di epsan tadi pagi dan sore akan mereka ambil.


“Masih satu jam lagi kata orangnya tuan” ucap Arlan,


Karna cake yang di pesan Alana agak sulit mendekor belum lagi beberapa berlian yang harus di tempelkan, tentu berliannya tak boleh di makan ya anak-anak.


“Yaudah kita tunggu aja” Ucap Alana,


Namun sebelum mengijinkan Varez dan Raka turun keduanya sudah nangkring di kursi sambil memakan brownise dan roti lainnya.


“Mau malu tapi ini adek gue sendiri” ucap Galaxy,


Davian pun tiba-tiba memili roti yang ingin di makannya selagi menunggu cake ulang tahun ya g sedang di dekor.


Alana masih tak berminta ingin memakan cake, dirinya sedang berkirim pesan dengan Harsa. Harsa masih beradai di Dubai mengurus pekerjaan juga memantau pembangunan rumahnya bersama sang ayah,


Toko cake ini seperti restoran dan cafe jadi banyak pengunjung juga cukup terkenal untungnya mereka mau mengerjakan cake milik Arion dengan cepat.


Sekitar satu jam setengah kurang cake selesai, mereka ke hotel terlebih dahulu untuk memberishkan diri mereka dan beristirahat tentunya dan cake di titipkan masih di restoran itu, mereka singgah tadi cuman ingin membayar semua dan menikmati cemilan saja.


“Sumpah ya!!” Kesal Alana ingin sekali menjambak abangnya itu.


“Gue gak sengaja” ucap Galaxy membela diri,


Saat sedang berjalan ke lobby Galaxy yang mengikuti Alana dari belakang sambil memainkan ponsel dan membawa minuman tak sengaja menubruk punggung Alana yang tengah berhenti mendadak.


“Kan basah!!”


“Ya gimana? Gue gak sengaja aneh lo malah nyalahin!”


“Dihh?”


“Ck! Jangan berantem bisa gak?” Tanya Davian.


Alhasil Alana menghentakkan kakinya pergi setelah mengambil kunci kamar dari Davian, Galaxy menatap Davian sambil berkata.


“Gue gak sengaja sumpah Dav” Davian menghela nafasnya dan mengangguk.


Dirinya tak ingin ada perkelahian dulu karna saat ini badannya sangat lelah, benar-benar lelah sampai ingin Davian lepaskan.


Kamar mereka satu-satu jadi bisa dengan keluasa mereka istirahat, Varez dan Raka sudah lebih dulu pergi ke kamar mereka u tuk mandi cukup gerah katanya.


“Trus gue gitu yang salah?” Gumam Galaxy sambil berjalan menuju lift untuk ke kamarnya.


“Serah lah gue mulu perasaan”


Sekitar tiga orang masuk satu perempuan yang tengah di cengkram oleh dua laki-laki itu. Galaxy dan perempuan itu saling bertatapan, perempuan itu seperti memberikan Galaxy kode untuk melihat tangnnya.


Galaxy mengerutkan keningnya saat dirinya menatap tangan perempuan itu yang tengah memberikan kode untuk meminta tolong.


“Ni bocah kenapa si anjir” batin Galaxy,


“De javu rasanya” batin Galaxy lagi.


Sampai lantai delapan di mana lantai kamar Galaxy dan yang lain berada, perempuan itu tampak lesu.


“Mis..” baru saja Galaxy hendak keluar lift, tengan Galaxy di cekal oleh perempuan itu.


“Help me” ucapnya tanya suara,


Para dua laki-laki itu menyadari dan langsung menarik lengan perempuan itu.


“JANGAN MACAM-MACAM!!”


“Lepasin dia” pinta Galaxy, dengan bahasa Belanda.


Tapi keduanya tak mau perempuan itu sepertinya sudah di berikan obat badannya lemah, namun jika di lihat lagi sepertinya perempuan ini bukan perempuan sembarangan di lihat dari pakaiannya.


“Kalo gue nolong lo? Gue dapat apa?”


“Apapun!!” Ucap perempuan itu cepat namun langsung di tutup mulutnya dan terjadilah perkelahian antara Gaalxy dan kedua preman itu.


Varez yang lupa kalau kopernya tertinggal di mobil pun hendka keluar, namun apa yang di lihatnya saat di luar adalah abangnya Galaxy tengah berkelahi dengan orang berbadan besar.


“Wow” sambil bertepuk tangan menatap abangnya yang berhasil membalas bogeman orang itu.


“Lah? Si anj bukannya bantuin gue malah wow wow aja!!”


Oh ya Galaxy tadi sempat menarik perempuan itu hingga keluar lift alhasil kedua preman itu ikut keluar dan saat ini aalah satunya tengah berkelahi dengan Galaxy.


...Tok tok tok...


...Tok tok tok...


Varez mengetuk kamar Davian, Davian yang sudah melepas bajunya hanya menyisakan boxer saja pun membuka pintu,


“Kenapa?” Davian masih di dalam,


“Tuh” Davian melirik keluar setengah saja hanya kepala,


Galaxy tengah adu tinju dengan orang itu membuat Davian mengerutkan keningnya, Galaxy tak bertenaga seperti biasa karna bahu nya itu yang terluka dan berulang kali di jahit akibat tak bisa diam.


“Lo pada ngapa diem anj!! Bantuin kek ini gue udah gak kuat!!!” Celoteh Galaxy di sela perkelahiannya,


“Tolongin” Varez yang di minta Davian menolong abangnya itu mau tak mau turun tangan juga. Padahal tanpa di suruh Davian juga dirinya akan menolong Galaxy.


Preman yang sudah kelelahan karna melawan Galaxy itu berganti melawan Varez karna memang Varez tak membiarkan orang ini melewatinya, Gaalxy bersandar di dekat pot bunga agak jauh dari kamar Davian.


“Lo kalo bisa ngalahin gue kasih dua puluh juta” ucap Galaxy,


“Jangan bohong ya bang?”


“Iya elah!!”


Varez semakin menikmati lerkelahiannya demi dua puluh juta, sampai orang itu tumbang namun saat ingin tumbang ornag itu mengeluarkan sajam nya dengan cepat Varez ambil alih dan hendak menusuk perut preman itu, Varez langsung di tahan oleh Galaxy.


“Cctv” Varez malah terkekeh kecil,


“Aman” ucap Varez namun lagi dan lagi Galaxy menahan Varez untuk tidak membunuh preman ini.


“Masih ada satu, lo bisa bunuh dua-dua nya gue kasih lima puluh juta”


Sebenarnya Galaxy hanya ingin memberitahu Varez kalau ada perempuan di situ, kalau perempuan itu melihat Varez membunuh preman itu saat ini juga bisa-bisa trauma nanti dan mengiran mereka juga sama sebagai penjahat.


“Fine!!”


Sekitar sepuluh menit dua preman itu tunbang menghadapi Varez yang begitu brutal, perempuan itu selamat namun keadannya setengah sadar akibat obat bius yang di minumnya.


“Bawa ke kamar Alana aja” ucap Davian,


Bersamaan dengan itu beberapa pengawal juga tangan kanan mereka datang dengan keadaan panik setelah mendapat kabar dari satpam kalau ada perkelahian di lantai delapan.


“Bereskan” perintah Davian,


“Jangan di buang, mau jadi bahan eksperimen” ucap Varez yang langsung di angguki mereka.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...