
...WELCOME !!...
...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN ...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.VIORA ...
...@THEYCALLME.VIORA ...
...@THEYCALLME.VIORA...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !! ...
...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA ...
...ARCELLA QUEENZIE ...
...DAN...
...XAVIORA KENANYA ...
...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!...
Setelah mengantarkan Harsa ke bandara, Alana mampir ke markas untuk memeriksa berkas dan tentunya menjenguk Muthia yang saat ini sudah menjadi gila.
...BRUKKK...
Alana terpeleset saat menuruni tangga kepalanya langsung berdengung pusing.
“Nona muda!!” Panik mereka semua ya g saat mendengar suara jatuh mereka langsung berlari menuju suara.
“Gue gapapa” Alana mencoba berdiri tapi badannya kembali oleng.
“Biar kita bantu nona” Alana di papah menuju ruangannya.
“Jangan ada yang memberitahu orang rumah” perintah Alana.
“Baik nona”
Ruangan itu kembali sepi hanya ada Alana saja di dalam, hidung Alana berdarah mungkin akibat bebturan tadi kakinya juga memar.
“Aku tak apa”
“ya aku tak apa!!!”
“AKU BILANG AKU TAK APA!! MENGERTI TIDAK!!”
“JANGAN MEMBANTAHKU!!”
Alana buru-buru membersihkan hidungnya yang terus menerus mengalih darah itu,
...BRAKKKK...
Mereka yang berjaga di depan pintu kaget saat pintu di buka mendadak, Alana menuju ke ruang tahanan sambil meminta salah satu pelaku kejahatan untuk di bawa ke sel Muthia.
“PERGI!!!”
“PERGI LO SETAN!!!”
“PERGII PERGI PERGIIII LO!!!”
...PLAKKKKK...
“Lo belum sarapan!!” Ucap Alana.
Cukup perhatian bukan Alana, ya tentu saja dia tka pernah lupa dengan mainannya kecuali memang sudah rusak tak bisa di sembuhkan.
Badan Muthia sudah terkoyak kulitnya entah di pundak lutut paha maupun punggungnya. Selain memperhatikan makan Muthia, Alana juga memperhatikan kesehatan tubub Muthia yang mana harus ada luka hingga sekarang luka itu terinfeksi.
“Hari ini lo makan jantung dan mata” Muthia menangis sambil menggeleng tak ingin merasakan organ tubuh mentah itu.
“Panggang tangannya lalu rebus otak nya” perintah Alana,
Alana benar-benar psikopat, untung semua ornag di markas ini tak ada yang jelasnya yang mana berarti semua psikopat tak memiliki perasaan kecuali pada tuan mereka.
“GAKKKKK!!! AAAAAAAA TOL....”
menjambak rambut Muthia lalu menyumpali satu bola mata yang tadi di ambil Alana, mata itu pecah di dalam mulut seperti klapon rahang Muthia di tahan agar tak memuntahkan mata itu.
“Huhmm huek hmmmm emhhh!!”
Organ tubuh yang lainnya sudah di simpan untuk di jual, walau BBBD membantu pemerintah tapi tentu mereka harus menghasilkan uang juga untuk menggajih semua orang yang bekerja di bawah naungan mereka.
Namun tak sering mereka menjual kecuali cocok saja organ itu dnegan yang di perlukan. Perlu di garis bawahi organ itu mereka ambil dari para penjahat yang mana organ milik penjahat bukan semarangan mereka ambil.
Dan para penjahat itu mereka rehab lalu di cocokkan sesuai keperluan barulah di jual. Mau heran tapi ini dunia bawah, dunia apra kejahatan di maklumi dan yang paling jahat dan kejam lah yang berkuasa.
“Ini nona” memberikan Alana otak rebus,
Otak itu di bagi dua. Kalian dapat membayangkan sendiri bagaimana cara mereka mengambil otak tersebut, yap dengan cara membela kepala orang tersebut menjadi dua lalu mencongkel atau melepaskan otak itu dari cangkak atau tengkorak.
“Huekkkk”
“Ini udah di rebus enak jadinya” ucap Alana.
Seperti Alana pernah mencoba saja berkata kalau otak rebut itu enak, kalau otak ikan mah enak ini mohon maaf.
“Gak mau hiks tolong hikss”
“Lepa huekk lepasin gue!!”
“Oh astga!! Gue lupa lo gak punya gigi” Alana terkekeh devil.
Alana memotong-motong kecil otak rebus tersebut, warna kuah nya saja berwarna merah pekat padahal sudah di berishkan berulang kali.
Menyuapi Muthia dengan telaten hingga setengah otak tersebut habis, hanya ada mereka berdua di sell ini karna para penjaga di minta menjauh walau Alana tau mereka tak apa-apa melihat ini semua tapi Alana tak mau kalau mereka semakin tersesat ke dunia gelap ini.
“Lo harus sehat! Makan yang banyak” Menepuk-nepuk pipi Muthia yang sudah lemas akibat menangis dan memberontak tapi tak ada yang bisa dia lakukan.
“Mandikan dia!! Dan jangan ada yang menyentuh atau menjelajahinya!! Bahakn memegang sedikitpun! Siapapun melanggar akan ku jadikan menu berikutnya!!”
“Babbabaik nona” mereka gagap mendengar perintah Alana.
...🌑🌑🌑...
“Mau kemana lagi mom?” Tanya Davian yang saat iji kembali ke mall menemani mommy nya berbelanja.
Padahal mall ini sudah Davian datangi kemarin namun kembali lagi ke mall ini demi menemani mommynya berbelanja.
“Cewek yang mana lagi Dav?” Tanya Syanaz ceplas ceplos.
Yaps, Selviona, Syanaz dan Azell berada di mall yang sama dan tak sengaja bertemu Davian dan Kaila yang sedang berbincang sambil menuju ke store berikutnya.
“Siapa?” Tanya Kaila,
Bagaimana mereka tau kalau Kaila itu nyokap Davian kalau style Kaila ke mall saja seperti ini sedangkan Davian
Cocok sekali bukan inu dan anak sulung ini, dan karna itulah Arion tak mengijinkan Kaila pergi sendirian tanpa dirinya namun karna hari ini saja Kaila merengek ingin me and son time alhasil Arion mengijinkan kalau tidak, dia bakal tidur di luar.
“Mbaknya ko mau sama cowok modelan dia? Kemarin sama cewek SMA sekarang sama mbak” ucap Syanaz.
Kaila mengerutkan keningnya tanda bingung,
“Kam siapa ya?” Tanya Kaila.
Kaila paham situasinya dan Kaila juga mengenali Vio, perempuan yang akan jaid tunangan Davian namun batal karna ulah Vio sendiri.
“Ayo!! Moni haus!!” Ucap Kaila membuat Davian bingung.
“Moni? Mommy apaan si tahan tahan gak boleh ketawa!!” batin Davian
“Hampir aja keceplosan!!” Batin Kaila,
“Davian?” Panggil Vio saat Davian dan Kaila hendka pergi,
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
...MAAF JARANG UP!! Selain sibuk uas juga lagi banyak pikiran:))...