The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 261



...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...



“Guten Tag, Herr Präsident, entschuldigen Sie die Unterbrechung dieser Pause ( selamat siang pak presiden, mohon maaf karna mengganggu waktu istirahat)” Davian sambil menyambut jabatan tangan presiden itu.


“Nehmen Sie es leicht, Mr. Davian. Wir haben uns lange nicht gesehen, oder? (Santai saja tuan Davian. Kita juga sudah lama tidak bertemu bukan?)”


“haha ja (haha iya)” seketika Davian bingung ingin berkata apa,


Adek-adeknya tengah makan di kfc yang ada di bandara, dan Davian tengah berada di Konselir Jerman seperti kantor presiden bisa di bilang begitu dan kalau salah harap di maafkan.


Setiba di bandara tadi, Davian langsung di sambut dengan beberapa orang suruhan presiden. Davian sudah mengajak keempat adeknya untuk ikut tapi mereka menolak karna mengingat pakaian mereka sangat tidak sopan untuk bertemu presiden.


“Apa yang bisa saya bantu mr. Davian?”


“Saya akan langsung ke intinya saja tidak apa kan?” Presiden mengangguk,


“Boleh aku meminjam pesawat milik anda? Karna saya dan saudara saya tak boleh ketahuan kalau kembali ke Belanda”


Presiden sedikit terkejut mendengar ucapan Davian tentang ketahuan, sempat terlintas di pikirannya kalau Davian memiliki konflik dengan pemerintahan Belanda namun nyatanya tidak.


“Wait!! Wait anda jangan salah paham” ucap Davian membuat presiden itu terkekeh,


“Sekertaris saya akan menjelaskan rinciannya” Ucap Davian, Arlan pun mulai menjelaskan.


Setelah Arlan jelaskan barulah presiden itu paham dan mau meminjamkan bahkan dirinya akan mengirimkan kado untuk Arion. Sudah Davian tolak namun presiden itu kekeh ingin memberikan kado, agar memper erat hubungan mereka yang pasti apalagi Davian atau Arion sendiri banyak memiliki koneksi dengan apra petinggi di setiap negara.


Karna setiap negara terkadang meminta bantuan mereka untuk mengamankan atau pengamanan di negara mereka bahkan mencari keberadaan Arion untuk membantu mereka,


“Pesawat akan di siapkan sekitar satu jam” ucap ajudan presdien.


“Kalau begitu saya mau menyusul adek-adek saya, terima kasih sekali lagi pak presiden” ucap Davian.


“Terima kasih kembali Tuan Davian”


Davian dan Arlan menuju lokasi Galaxy dan yang lainnya, mereka menunggu di salah satu restoran.


Setiba di restoran,


“Lama banget elah” ucap Galaxy,


“Mau gue hajar lo?” Tanya Davian sambil mendekat ke arah Alana lalu mengecup pipi sang adek.


“Bisa gak? Langsung aja sekarang kalau mau berantem” saran Varez.


“Jangan aneh-aneh!!” Tegur Alana.


“Raka dukung yang menang aja deh” ucap Raka sambil menyeruput minumannya.


...Drtt...


...Drtt...


Alana yang mendapat telpon langsung menatap ke arah abang dan adeknya, mereka pun juga menatap Alana.


“Siapa?” Tanya Galaxy,


“Mommy” sahut Alana,


“Udah bang”


“Angkat aja” ucap Davian dan langsung di angguki Alana,


...Mommya (call)...


^^^“Hallo mom?”^^^


“Ko lama banget angkatnya kak?


Udah di mana?”


^^^“Ketiduran tadi mom, ^^^


^^^gak tau dimana ini kan ^^^


^^^bukan jalur darat mom” ^^^


“Oh iya mommy lupa hehe,


abang sama adek kamu gapapa kan?


Gak berantem kan?”


^^^“Aman mom”^^^


“Yasudah kalau sudah


sampe kabarin ya?


Jangan lupa makan kalau


cape berhenti di negara


mana aja dulu gapapa”


^^^“Iya mom”^^^


“Dahh sayang”


^^^“Dah mom”^^^


...Panggilan berakhir....


Davian menikmati makan siangnya sendirian karna yang lain sudah makan sedangkan para pengawal juga sekertaris di ruangan sebelah mereka tak bergabung tapi tetap sama di ruang vvip.


^^^🌑🌑🌑^^^


“Alistier jangan!!” Tegur Kaila sambil menatap anaknya itu tajam dari balkon kamarnya lantai dua,


“Tierr enggak mom” teriaknya,


“Masuk gak!!”


“Tier mau main tapi gak main sama kelinci mom”


“No adek! Masuk sekarang!! Jangan bikin mommy marah ya?”


“Mommy Tier kan mau main!!”


“Adek!! Masuk sekarang kata mommy” Alistier kekeh ingin bermain dengan buaya itu,


Selangkah ke belakang mendekati kandang buaya yang di jaga oleh beberapa penjaga itu, Kaila terus menegur Alistier agar tak masuk ke dalam kandnag karna bakal kotor lagi baru saja mandi untuk ke tiga kalinya.


Tadi subuh Alistier bangun katanya ingin mengantar abang dan kakaknya ke bandara, setelah balik dari bandara sarapan pagi dan tumpah makanan ke badan, mandi lagi trus setelah mandi dia malah bermain perosotan yang ada di depan rumah milik Kaila sambil main air dan ya mandi lagi.


Sekarang? Malah ingin bermain di kandang buaya ya jelas bakal kotor dan mandi lagi kan? Baru jam 2 siang sudah hampir empat kali mandi.


“Oh ngelawan mommy ya kamu!!” Kaila masuk kembali ke dalam.


Alistier melihat mommynya masuk langsung ketar ketir berlari ke arah luar rumah lewat pintu samping dirinya harus segera sembunyi. Tak ada Alastair karna abangnya itu tengah ikut Kaivan pergi sebenarnya Alistier di ajak tapi anaknya tak mau.


“Kemana Alistiernya?” Tanya Kaila ke penjaga kandang,


“Barusan lari ke arah luar bu” Kaila menggeleng heran dengan anaknya ini.


...BRUKKK ...


Tangi Alistier pecah di samping rumah, Kaila menyusul Alistier karna mendengar suaranya. Terlihat Alistier yang duduk di dekat tembok rumah sambil menangis.


“Kualat kan!! Makanya nurut kata mommy!!” Tangis Alistier semakin pecah,


Arion yang baru datang bersama sang ayah atau kakek anak-anak langsung menghampiri mereka karna ada beberapa orang di samping rumah.


“Hikss huaaa” tangis Alistier semakin pecah kala melihat sang daddy.


“Kalau di bilangi mommy itu nurut makanya” Arion tanpa bertanya sudah tau apa kesalahan anaknya ini. Dagu dan siku jug lengan kiri Alistier terluka karna tergores semen.


Arion menggendong anak bungsunya itu sambil menenangkan, walau terlihat di bacaan Kaila seperti membentak sebenarnya tidak. Kaila sama sekali tak ada membentak anaknya cuman memberitahu walau suaranya sedikit tinggi.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...


dah mau 300 aj nich:( auto bye bye sm dek gemes semua😭