
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
Alana dan Galaxy berulang kali terkekeh menahan rasa malu, malu karna adik-adiknya ini sombong sekali bahkan sempt berkata kasar seperti.
“Kalau mau sama Bang Gala atau ka Ala harus kita kasih ujian dulu karna gak boleh sembarangan orang kaya gitu kata uncle El” Alistier berucap sambil menyemil dan tentu di angguki Alastair sebagai pendukung pertama.
Bale, Ucup, dan Abi juga teman-teman Alana termasuk Resya gemas melihat tingkah keduanya sesekali pipi gembungnya itu menggembung karna cemilan yang di makan keduanya.
“Hoamm Tair ngantuk” ujar Alastair tak lama di ikuti Alistier yang menguap dan berkata ngantuk.
”Ternyata mereka sekaya itu” batin Resya,
Tak ada rasa ingin menguasai harta ataupun apapun Resya sadar diri, dirinya dan Galaxy seperti ada tembok yang menghalangi bahkan begitu tebal karna bukan hanya perbedaan kasta melainkan agama mereka juga berbeda, Resya menggengam kedua tangan sedangkan Galaxy mengadahkan kedua tangan.
“Lah? Tidur beneran?” Tanya Ucup saat melihat duo bocil itu selonjoran di sofa dan salah satunya memeluk Galaxy.
“Cepet banget kek gak ada beban hidup” ujar Abi sambil menggeleng.
...Drttttttt...
Resya mengambil ponselnya yang berdering.
...Ayah (calling)...
“DIMANA KAMU!!”
“PULANG!! BOCAH GILA!!”
“SEPULUH MENIT KALAU
KAMU BELUM PULANG!!”
“SAYA AKAN MENYERET
KAMU PULANG!!!”
“ANAK SIALAN!!”
...Panggilan berkahir...
Untung Resya sempat mengecilkan suara ponselnya hingga telpon dari sang ayah tak di dengar oleh mereka semua,
“Keknya lo butuh istirahat, kita balik aja kuy” ajak Ucup,
“Sya kalo ada apa-apa kabarin kita aja” ujar Clarita.
“Kita balik dulu lo istirahat udah sore juga ini”
Mereka bukan mendengar tetapi mereka sudah terlalu lama meyita waktu istrahat Resya makanya memilih pulang apalagi Alana dan Galaxy membawa duo maut yang sedang tertidur pulas.
“Gue bantu gendong sampe parkiran” ujar Abi menggendong Alistier.
“Kita balik dulu” Alana berucap ke Resya yang langsung di angguki oleh Resya.
Saat di rasa aman, Resya buru-buru melepaskan infus di tangannya dan pergi dari rumah sakit dirinya tak tau bagaimana akibatnya jika ayahnya marah apakah sapu yang akan mengenai punggungnya lagi atau tongkat bisbol mengenai punggungnya.
Ayah Resya saat ini bukanlah ayah kandungnya tetapi ayah angkat Resya yang saat itu membantu dirinya dan sang kakak yang membutuhkan tempat tinggal. Sebelum sang istri meninggal ayahnya tidak sejahat dan sekasar ini bahkan harmonis keluarga mereka dulu.
Sampai ibu angkat Resya meninggal beberapa tahun lalu merubah segalanya, saat Rasya sang kakak masih hidup, Rasya lah yang menjaga Resya dari kekasaran snag ayah menggantikan hukuman Resya namun kini sang kakak tak ada lagi di dunia ini.
...PLAKKK...
“LACUR SIALAN!! BERANI SEKALI MEMBUAT SAYA MENUNGGU!!” Baru beberapa langkah Resya di tampar oleh sang ayah.
“DUIT MANA DUIT!! GUE BUTUH DUIT BUAT BELI OBAT!!”
“Asya gak punya, Ayah”
...PLAKKKKK...
“MAKANYA KAMU JADI LOMTE SAJA JUAL DIRI KAMU KE OM-OM KAYA RAYA SANA!!”
“Ayah!!”
“KAMU ITU HARUS BERBAKTI DAN MENURUT!! SAYA YANG MEMUNGUT KAMU DAN KAKAK SIALAN KAMU YANG MATI ITU JANGAN LUPAKAN ITU!!”
Dada Resya sesak mendengar setiap penuturan kata kasar yang ayahnya berikan, Resya tau Resya tau semua itu tetapi tak perlu di perjelas karna rasa sakitnya sangat sangat sakit di bagian hati nya mendengar itu semua.
“SIALAN!! SAYA AMBIL INI” ayah Resya membuka paksa dompet Resya dan mengambil uang yang ada di dalam sana tanpa menyisakan sepeserpun.
“AYAH ITU BUAT RESYA MAKAN AYAHHHH!!”
...BRAKKKK...
Resya terduduk lemas sambil terisak, di rumah ini tak ada makanan ayahnya tak pernah memberikan uang. Uang sang ayah di habiskan berjudi, membeli minuman keras dan obat-obatan lalu bermain wanita.
“Asya!!! Bang Asya hikss cape Esya cape hikss mau mati mau susul abang hikss” tangis Resya pecah begitu saja.
...🌑🌑🌑...
“Ya Allah ini dua bocah makan apa si berat banget” keluh Galaxy menggendong keduanya sekaligus.
“Berasa gendong dua puluh kilo beras ini mah” Alana hanya menggeleng padahal dirinya sudah menawarkan bantuan tapi sang abang berkata tidak perlu karna dia kuat.
“Bagus ka Ala ya pinter udah berani ngelawan perintah mommy” Alana menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal.
“Mommy suruh kakak apa hmm?”
“Ah itu mom tadi bang Gala yang suruh Kakak jemput dia di rumah sakit” Galaxy menunjuk ke arah dirinya dengan wajah seperti orang idiot.
“Ngapain hmm? Ngapain di rumah sakit?” Kini Galaxy yang bingung Alana untung saja perempuan itu adiknya kalau bukan sudah Galaxy masukkan kekandang Leo.
“Galaxy nemu murid baru temen Alana di gudang trus wajahnya pucettttt banget mom, Galaxy yang ganteng baik hati dan dermawan ini langsung bantu dong. Galaxy gendong bawa dia kerumah sakit karna wajahnya mulai membiru jadi kita Alderioz squad takut di tuduh ngebunuh orang, tamat gitu mom” Alana memasang wajah seperti berkata “hehh?”
Kaila pasrah saja tak bisa memarahi anak-anaknya ini, mereka terlalu kiyowo untuk di marahi. kaila memilih pergi ke dapur untuk memasak makanan makan malam.
...PLETAKKK...
“Kalo gak di bolehin kemana-kemana tuh nurut!!” Galaxy menyentil pelan dahi Alana.
“Auch!! Iyaa abisnya kaget aja”
“Tell me!! Kenapa sepeduli itu sama orang baru?” Tanya Galaxy keduanya berjalan menuju lift untuk ke kamar.
“Gak tau, Ala ngerasa Resya perlu Alana lindungi ada rasa kasian tapi Ala gak boleh tunjukkin ke Resya kalau Ala kasian jadi kek pelindung dia aja itu yang Ala rasain dan bisa Ala lakuin” Galaxy mengelus pucuk kepala Alana.
“Selagi gak bikin cantiknya abang ini terluka abang dukung” Alanya tersenyum senang mendapat dukungan dari sang abang.
Saat pintu lift terbuka terlihat Davian yang berdiri menunggu lift, mereka saling tatap.
“Jangan lupa acara malam ini” ujar Davian yang langsun di angguki Galaxy,
“Acara apa?” Tanya Alana,
“Pesta ulang tahun sekalian kumpul para tikus berdasi dan pemilik perusahaan ternama” Galaxy menjelaskan.
“Ala boleh ikut?” Galaxy dan Davian menggeleng cepat.
Membawa Alana ke sana sama saja seperti membawa cemilan untuk tikus-tikus yang kelaparan ah mereka berdua tak rela Alana di lirik para kaum mesum di sana . Walau sebenarnya acara itu tak seburuk itu tetap saja keduanya selalu berpikiran itu tidak baik mereka tak suka pesta seperti kumpul-kumpul untuk memamerkan harta sebanyak ap milik mereka.
“Di rumah aja, nanti abang gofood in cemilan banyak-banyak sampe kamu muntah-muntah” ujar Galaxy,
“Deal” Alana mengecup kedua pipi sang abang bergantian lalu masuk ke dalam kamar.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...