
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN ...
Kamar Davian dan Galaxy hanya di ketahui para inti Alderioz itupun lokasinya hanya bisa di akses para inti dan anak buah mereka berdua saja. Untuk mencegah terjadinya partumpahan darah yang pasti.
“Halo?” Davian menjawab panggilan Abi,
“Galaxy mabuk bos!” Ujar Abi.
Davian melirik jam tangannya jam menunjukkan pukul 1. Setelah berbincang dengan Arga dan Sam Davian memilih balik ke kamar tak ikut ke tempat party.
“Nanti ada yang jemput dia” setelah berucap dan Abi mengiayakan Davian pun memutuskan panggilan. Memilih untuk tidur karna masih harus menikmati dua hari di atas kapal.
...🌑🌑🌑...
Suasana hati Varez sedang badmood dirinya sudah berdebat puluhan kali dengan Alana yang mana tak boleh memakai celana pendek tapi dirinya kalah karna Alana mengadu ke Kaila.
“Bleeeeee” Dengan bangga Alana menghujat Varez,
Mood Alana sepertinya sedang bagus setelah di bantu Kaila membela kemenangan wkwk, masa Varez meminta Alana memakai celana training ke Raja lima Nusa Penida yakali kan. Dan Alana juga tak terlalu suka celana jeans panjang bukan tak suka si punya Alana tak ada yang muat lagi. Ada yang kebesaran dan ada yang kekecilan susah saking pinggangnya kalo di paksa.
“Girl time!!!” Ucap mereka bertiga.
“Mereka Aksa jadi ikut kah?” Tanya Clarita
“Kan lo denger sendiri tuan putri kita bilang gosah ikut”
“Ck! Itu mah gue lagi kesel aja sama cewe yang namanya Erika itu” jujur Alana,
“Kesel kenapa nih?” Ujar Dara memancing,
“Ya kesel lah! Lo pada juga tau kan tiap kali kita ngobrol atau apa dia komentari semua oembicaraan kita” Dara memutar bola matanya malas,
Dara kira Alana cemburu melihat Harsa dan Erika tapi ternyata tidak, sepertinya memang benar kalau bucinnya Alana adalah ketiga pria nya yaitu Davian, Galaxy, dan Varez sampai-sampai tak tertarik dengan pria manapun termasuk Harsa.
Ting..
“Aksa kirim pesan nih katanya ketemuan di lokasi aja” ucap Dara,
“Okeyy bilang gitu Dar” ujar Alana.
Mereka pun menuju lokasi yang sudah mereka rencanakan, mereka menggunakan mobil Alpard mobil ini bukan mobil sewaan melainkan mobil milik Ar Hotel and Villa milik Arion.
“Jangan tidur!!” Alana membangunkan Varez,
Varez sangat ngantuk rencana awal bernagkat pukul 10 namun nyatanya malah pukul 8 itupun dadakan baru hendak tidur jam 6 pagi tadi namun Alana tiba-tiba mengajaknya berdebat.
“Gue masih SD dan gak ada tidur sama sekali dari kemarin” batin Varez sambil menatap Alana memelas.
“Iishh!! Muka nya jelek! Yaudah tidur sana!!” Clarita dan Dara hanya bisa menghela nafas melihat keduanya sedari tadi pagi beradu bacot.
Di waktu yan sama.....
Davian ingin marah namun tak jadi karna dirinya tak ingin mengacaukan liburan yang di ingikan anak-anak Alderioz.
Tadi pagi saat Davian sedang menikmati sarapannya sendirian di depan kapal pacarnya Bale tiba-tiba menghampirinya dan berkata ingin lebih dekat dengan Davian.
“Perketat penjagaan kamar!” Perintah Davian,
Dirinya harus waspada takut-takut perempuan yang lain atau perempuan tadi masuk ke dalam kamarnya ah membayangkan nya saja membuat Savian bergidik ngeri.
...🌑🌑🌑...
“Tair!!!!” Teriakan Alistier menggema seisi mansion,
“Tier jangan teriak-teriak kata mommy!!!”
“Mommy juga teriak-teriakk!!” Kaila hanya bisa menghela nafas sebenarnya anak siapa si bocah ini perasaan Kaila dulu kalem anak rumahan kan tak pernah bacot seperti ini ko bisa anaknya ini jadi seperti ini.
(Kalem? Seorang Kaila? Kalemmmm? Wah wah wahh penghinaan kaum pendiam -author)
“Alastairrr!!!” Teriak Alistier sekali lagi.
“Kenapa si hmm?” Arion menghampiri Alistier yang sedari tadi berteriak-teriak seperti orang hutan.
“Itu loh!!! Tair!! Tier ajak dia main sama kelinci nya Opa dia gak mau!!”
“Kan udah di bilang mommy, jangan main sama kelinci lagi bahaya!”
“Enggak bahaya daddy!!!”
“Bahaya boy!!”
“Daddy ngeyel banget si kan yang main Tier sama Tair bukan daddy jadi gak bahaya” Arion melotot mendengar penuturuan kata anaknya ini.
“Daddy kan bilangin itu bahaya berarti bahaya”
“ENGGAK ENGGAKK ENGGAKKKKK!!!” Setelah berteriak enggak-enggak Alistier malah menangis kencang.
“Aku kan bilang gak mau main!!!” Alastair yang sedang nonton tv di kamar keluar.
Menghela nafas lalu melirik sang daddy yang sangat kasian kena amuk si bungsu, Melihat daddy nya yang memelas sambil mencoba menenangkan sang adik mau tak mau Alastair menuruti keinginan sang adik.
“Yaudah ayo main!! Tapi aku gak mau main sama kelinci, main sepedaan aja!!” Alistier mengangguk.
“Ajak Lucas sana” perintah Alastair yang langsung di turuti oleh Alistier. Alastair menghela nafasnya,
“Kenapa kamu ngehela nafas?” Tanya Arion.
“Dad, Tair tuh dah dewasa gak cocok main sama anak-anak apalagi main sepeda-sepedaan” ujar Alastair.
“Dih? Kamu itu masih kecil kalian masih anak-anak tauu” ujar Arion.
Anaknya ini ada-ada saja bilang sudah dewasa? Cebok ee saja masih di cebokin Kaila kalo nya mereka malas. Anak siapa sebenarnya mereka ini? Perasaan Arion dulu tak sok dewasa.
(Iya iya si paling dewasa -author)
“Ayo!” Ajak Tier dan Lucas,
“Dah daddy” ucap mereka bertiga.
Kenapa anak-anaknya tak ada yang benar-benar normal? Davian si gunung es, Galaxy dan Varez si paling jahil, Alana princes yang moodyan, dan twins? Abnormal bisa berubah-ubah.
“Kemana mereka?” Tanya Kaila yang selesai mengeringkan rambut.
“Main sepeda-sepedaan”
“Oh yaudah, aku mau ke tempat mommy liat masak apa buat tahlilan nanti malam” Arion mengangguk.
Kenapa Luke dan istri juga anak-anaknya berada di sini? Karna keduanya mengawasi perusahaan milik Thania yang ada di sini makanya mereka pindah ke negara ini untuk beberapa saat.
“Ar, denger-denger anak-anak liburan ya?” Tanya El
“Hmm”
“Bagus deh, mereka gak seharusnya nangangin masalah yang harusnya kita tanganin sebagai orang dewasa” Arion menatap El dari atas hingga bawah lalu bergidik ngeri.
“Ngapa lo!!”
“Gue ngeri aja tumben banget lo bijak abis di kasih asupan Selena?” Dengan santai El mengangguk.
“Pantesan”
“Lo belum di kasih jatah Kaila?”
“Belum”
“Bhaks! Ya minta lah”
“Sudah-sudah! Sudahi percakapan bodoh kita kasiah para pembaca senyum-senyum membacanya!!” Ujar Arion.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...