
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
Davian mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi untuk segera tiba di markas setelah mendapat kabar kalau Galaxy berulah entah siapa yang salah Davian masih belum tau.
Awalnya Davian baru tiba di rumah setelah pulang kuliah dan nengecek markas, dan baru saja rebahan sambil menunggu makan malam tiba-tiba Arga menghubunginya dan mengatakan Galaxy berkelahi dengan salah satu anggota Pegasus. Orang yang di hajar Galaxy babak belur parah.
Entah apa masalah awalnya yang pati kata Arga, mereka sedang duduk di warjang tiba-tiba ada yang melempari mereka dengan batu segerombolan orang, mengenai kepala Galaxy salah satu batu dan tentu berdarah.
Galaxy marah dan lngsung mengejar mereka mendapati salah satu anggota tanpa babibu Galaxy menghajarnya hingga pingsan itupun kalau tak di pisahkan oleh anggota Alderioz Galaxy masih menghajar sampai orang itu mati sepertinya. Davian langsung bergegas pergi ke markas saat mendengar apa yang Arga beritahukan.
...CHITTTTTT...
...BRAKKKK...
“Anj!!” Davian terjatuh dan terseret beberapa meter karna menghindari mobil yang menerobos.
“Lo gapapa?” Tanya perempuan itu,
Davian berdiri tanp menjawab pertanyaan perempuan itu, sialan batin Davian baru juga kaki nya sembuh kini bahu nya yang cedera akibat terhentak saat jatuh tadi.
“Gue minta maaf, soalnya gue buru-buru ade gue di culik!!” perempuan itu kembali ke dalam mobilnya dan bergegas menyusul mobil yang membuat Davian jatuh tadi.
“Argh!!” Sepertinya tangan Davian terkilir atau retak karna tak bisa di gerakan.
Davian menghubungi Arlan, sekertaris sekaligus tangan kanannya untuk segera menjemputnya. Perempuan yang meminta maaf tadi Davian sepertinya pernah melihatnya sekali atau dua kali tapi entah dimana.
“Penculik? Ck! Drama” Arlan datang beberapa menit kemudian yang mana membantu Davian masuk ke dalam mobil.
“Ke markas Alderioz” Arlan mengangguk sedangkan motor Davian di bawa anak buahnya ke bengkel.
Setiba di markas...
“Lo kenapa Dav?” Tanya Abi melihat Davian yang berjalan tetatih-tatih.
“Jatuh”
“Ko bisa? Jatuh sendiri apa di tabrak?”
“Sendiri”
Davian dan Galaxy saling tatap namun tak lama Galaxy berkata,
“Sudah di obati Sam tadi” Davian mengangguk.
“Menurut gue Pegasus bakal nyatain perang gegara masalah ini” ujar Arga,
“Njir padahal mereka duluan yang nyerang”
“Tapi puas si liat Galaxy ngehajar salah satu mereka tadi sampe mo mati” ujar Ucup
“Gabut banget keknya mereka sampe nyari musuh”
“Yang pasti kita-kita harus hati-hati dan waspada saat sendirian di jalan” ujar Bale semua anggota Alderioz yang ada mengangguk.
Karna memang semuanya di kumpulkan malam ini untuk membahas apa rencana selanjutnya untuk Pegasus yang menyerang duluan kali ini.
...🌑🌑🌑...
“Rez temenin cepat!!” Rengek Alana,
Alana baru saja mendapatkan notifikasi kalau ada caffe baru buka dan di situ cemilannya sangat enak kata Dara karna Dara baru saja dari sana bersama Nico dan mungkin masih berada di caffe.
“Ka Ala sendiri aja dong Varez mager nih” ujar Varez
“YAUDAHHHH!! TERSERAHH!!”
Alana merajuk dan pergi meninggalkan kamar Varez dengan tidak santai, sedangkan Varez? Varez menghela nafas dan berjalan menganbil jaketnya lalu bergegas menyusul Alana.
“KA ALAAAAAAAA!!!” Teriakan Varez menggema seisi ruangan.
“APAAAAA!!”
“TUNGGUINNN!!”
“INI DI RUMAH BUKAN DI HUTAN YAAA!! JANGAN TERIAK-TERIAKK!!” Teriak Kaila dari lantai dua,
“MOMMY JUGA TERIAK!!” Ujar Varez,
“IYA BETUL MOMMY JUGA TERIAKK!” Alana membetulkan ucapan Varez,
“Vian!!” Rengek Kaila ke Arion karna anak-anaknya menyalahkan dirinya, sedangkan Arion? Hanya terkekeh lalu memeluk Kaila manja membawanya kembali masuk ke dalam kamar.
Alana dan Varez masuk ke dalam mobil sport dua pintu warna putih milik Alana, Varez sambil nyemil karna tadi sempat mengambil cemilan di dalam ruang game terlebih dahulu baru turun.
“Bang Dav sama Gala ko gak ada di rumah ya” tanya Alana,
“Mereka ke markas Alderioz” ujar Varez yang langsung di angguki Alana.
Mereka tiba di depan gang saat Alana berhenti karna masih banyak mobil tiba-tiba mata Alana menangkap seseorang yang berada di sebelah kiri.
...PLAKKKKK...
“KAMU GAK PULANG DUA HARI KE RUMAH!! ANAK SIALAN INI NGEJALANG DIMANA KAMU!!”
“DUIT!! MANA DUIT!!”
“Ayah!! Resya gak punya uang lagi, Uang Resya udah ayah ambil semua!!” Resya terduduk menahan rasa sakit pipi nya.
...BRUGGG...
...BRUGGG...
Resya di tenda berulang kali oleh sang ayah,
...BRUKKKK...
Alana mendorong ayah Resya hingga terjatuh karna Varez menahan kaki belakang ayah Resya makanya terjatuh,
“SIAPA KALIAN!!”
“ANAK ****** TIDAK TAU SOP...akhhhh” Varez menginjak lengan ayah Resya tanpa perasaan sedangkan Alana membantu Resya berdiri.
“Lo gapapa Sya?” Resya menunduk malu.
“une racaille ose déranger les gens de ma région!! (Seorang sampah beraninya mengganggu orang di daerahku!!)” ujar Alana dengan bahasa Prancis.
“ANAK KURANG AJAR!!” Ayah Resya berdiri karna berhasil menyingkirkan kaki Varez.
“AWAS KAMU!!” Ancam Ayah Resya ke Resya tanpa peduli ancaman yang sebenarnya ada di dekatnya.
“AWAS-AWAS!! BAPAK TUH YANG AWAS SIAPA TAU BAPAK YANG MATI DULUAN!!” Resya menarik pelan lengan baju Alana untuk berkata sudah.
“Lo juga kenapa mau aja si di tendang-tendang di pukul-pukul!!”
“Dia ayah aku, aku gak mau jdi durhaka” Alana memutar bola matanya malas.
Orang tua memang harus kita hormati menurut Alana tetapi jika mereka bertingkah semaunya memukul tanpa sebab atau melakukan kekerasan terhadap anak berlebihan itu tak perlu di hormati.
“Lo kerja di sini?” Tanya Alana,
“Ah itu iya aku kerja di sini” Alana melirik area minimarket itu.
“Ikut gue aja ayo” ajak Alana,
“Heh” tegur Varez mereka menggunakan mobil dua pintu saja cukup untuk dua orang, Alana ini suka semaunya meminta orang tanpa memikirkan keadaan.
“Gak usaha ku masih jam kerja” Alana mengangguk.
“Kalo ada apa-apa kabarin aku Sya” Resya mengangguk.
Apana dan Varez berangkat, Alana melirik ke Varez hening seketika lalu Alana menghubungi Cece.
...Cece (calling)...
^^^“Ce, lacak lokasi laki-laki tadi”^^^
“Baik Nona”
^^^“Wakilkan aku untuk membuat ^^^
^^^salah satu kaki nya cidera”^^^
“Baik Nona”
...Panggilan berakhir...
Varez hanya menggeleng saja, perempuan tadi sepertinya teman baru sang kakak dan lagi kayaknya perempuan tadi juga bisa membuat Alana nyaman berteman dengannya.
Tap tetap saja Varez harus mengetahui siapa dan latar belakang perempuan itu siapa tau pembunuh bayaran yang bertugas sok polos di depan Alana? Iyakan kita harus waspada musuh bisa saja berkedok tukang bubur atau gojek.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...