The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 115



...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...


...OPENING BARU NIH WOY WK...


...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....


...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....


...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....


...BTW BTW...


...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...


...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...


...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...


...GAK DENG BERJANDAA EH...


...BERCANDAA...


...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...


...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...


...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....


...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...



“Ayo Gal!! Gue udah mau telat!!” Teriak Davian kesal, andai kaki nya tak terkilir sudah dari tadi dirinya berangkat.


“Bacot lo!”


“Gelud trus gelud trus!!” Ujar Alana.


“Noh abang lo!” Ujar Galaxy.


“Abang lo juga!”


“Gak!”


“Cepetan astagfirullah!!”


Mereka berdebat sambil memasang sepatu, bukan mereka melainkan Alana dan Galaxy. Setelah itu mereka langsung masuk ke dalam mobil mengantarkan Davian terlebih dahulu ke kampus baru mereka ke sekolah.


Varez? Bocah itu lagi tak enak badan, dan saat ini sedang cek kerumah sakit entah cuman demam biasa atau ada penyakit lain. Tadi subuh badan Varez panas dan bahkan keringat dingin untung saat itu Kaila berinisiatif mencari Varez karna sedari kemarin tak kelihatan.


...BREETTTT...


“Astagfirullahhhhhh!!” Alana buru-buru membuka jendela,


“GALAXY IIH JOROK BANGET!!”


“SUMPAH BAU NERAKA ANJIRRR!!”


“GAK MALU APA LO HAH!!”


“HUEEKK!! GUE BALIK MINTA JEMPUT SUPIR!!” Alana marah-marah karna kentut Galaxy sangat bau dirinya bisa gila kalau mencium lagi.


Davian di belakang apa kabar? Ya sama kaya Alana sedangkan pelaku hanya tertawa sedari tadi memang anak lanang bodoh ya Allah.


Setiba di kampus Davian,


tanpa berkata terima kasih Davian mengecup pipi Alana dari luar jendela banyak yang memperhatikan interaksi keduanya bahkan para perempuan a.k.a fans Davian menggeram marah.


“Siapa si tu cewe sok cantik!”


“Jelek gitu ew!!”


“Awas aja kalo kecentilan sama Davian!”


“Masih cantikan gue!!”


“Huek mo muntah gue liat mukanya”


Davian menatap orang-orang yang membicarakan Alana tadi, Galaxy dan Alana sudah berangkat beberapa saat lalu. Melewati orang-orang yang membuat ujaran kebencian ke Alana.


Aku sebagai author bingung, Davian, Sam dan Arga itu pendiam gimana cara mereka komunikasi ya wkwk astagfirullah. Mereka ngomong sangat singkat jelas dan padat.


Back to topic lahhh...


Davian terlambat benar seperti yang di katakannya tadi namun untungnya dosen itu baik mempersilahkannya masuk kalau tidak ya bisa-bisa nilanya C- kan berabe.


“Kaki lo kenapa?” Tanya Sam,


“Gapapa” Sam mengangguk,


Begitulah kira-kira percakapan antara dua kubu yang sama-sama dingin seperti es.


...🌑🌑🌑...


“Aduh kepala Ala pusing nih malas sekolah” rengek Alana kala melihat pgr sudah tertutup rapat.


“Udah pinter lo?”


“Udah si dikit”


“Sae lo bocah!”


Galaxy memarkirkan mobilnya di warung samping sekolah, itu warung cabang dari warjang jadi aman-aman saja.


“Gue gak mau manjat!”


“Ribet banget lo jadi cewe! Tinggal manjat doang”


“Gak mau!!”


“Kenapa si gak mau!!”


“Gue pake rok Gala!!”


“Kan ini tangga nih ya naik lo ke situ di tembok tunggu gue nanti gue ke sebelah duluan trus lo loncat gue tangkep udah”


“Iya tapi gue pake rok paham gak si???”


“Trus mau lo apa hmm?”


“Nunggu gerbang di buka aja”


“Lo mau di hukum? Di jemur ?”


“Enggak”


“Nah makanya ayo! Ribet lo”


“Astagfirullah apa lagi”


“Yaudah!!” Alana menaiki tangga tergesa-gesa saking kesalnya.


“Mang jagain mobil gue ya!”


“Siap den”


Tembok belakang gudang sekolah memang selalu menjadi tempat pelarian murid-murid entah untuk bolos atau nonkrong di situ sambil ngeroko.


“Cepetan loncat!”


“Iya sabar kenapa si” entah kenapa keduanya sensian dikit-dikit marah seperti air dan minyak yang tak cocok atau tak bisa tercampur.


Mereka berdua memilih nangkring di kantin dari pada masuk kelas karna sudah masuk jam pelajaran cukup lama. Jarak rumah ke kampus memakan waktu setengah jam lalu dari kampus ke sekolah setengah jam cukup jauh itupun kalau tak macet dan tadi mereka terlibat macet beberapa menit makanya semakin telat.


“Duhhh mules gueeee!!” Ujar Galaxy,


“Kenapa?”


“Ya mules beg*”


“Ko kasar sii”


“Iya maaf!”


“Gue ke toilet dulu!!” Galaxy berlari sekuat tenaganya karna seperti sudah berwda di ujung jurang.


Alana sendirian di kantin walau ada ibu dan bapak kantin yang berjaga hanya dirinya saja murid yang saat ini di kantin,


“Damn!!” Kaget Alana dirinya langsung bersembunyi di kolong meja.


“Kenapa harus patroli si pakk” gumam Alana,


“Jangan ke sini jangan ke sini”


“Baaaa” ujar bapak itu menciduk Alana.


“Ayo keluar! Ikut saya ke lapangan !! Pintar sekali kamu ya!!!”


“Pak mag saya nanti kambuh baru juga dua suap pak!!”


“Gak ada alasan!”


“Siapa nama kamu!”


“Gak punya nama!”


“Kamu ini ya!”


“Alana” bapak itu membaca nametag di seragam Alana.


“Pak ya Allah kali ini aja pak”


“Eh pak itu ada yang berantem!!” Alana menunjuk ke sembarang arah dan pintarnya bapak itu malah ikut menoleh memercayai Alana,


Sedangkan Alana? Alana kabur berlari untung saja mereka tak membawa tas, tas mereka di tinggal di mobil. Nafas Alana terhengal-hengal walau bapak itu kayaknya sudah tertinggal jauh.


...BRUKKKK...


“Lo gapapa?”


“Gapapa pala lo botak!!” Kesal Alana yang terlempar kebelakang karna menubruk tubuh seseorang.


“Alana!”


“Apa!” Harsa mengulurkan tangannya ingin membantu namun di tepis Alana.


“Gosah sok baik!” Alana meninggalkan Harsa sambil mengelus pantatnya yang kesakitan.


“Gara-gara bang Gala nih!!! Pantat gueee udah tepos makin tepos!!” Mata Alana melirik ke arah lapangan dari koridor lantai dua,


Terlihat Galaxy dan Ucup yang di jemur sambil hormat ke arah bendera, entah sejak kapan Alana tersenyum senang melihat itu. Galaxy menberikan jari tengah ke arah Alana yang ada di lantai dua itu sambil berucap tanpa suara.


“Fvck you sis!!” Alana menjulurkan lidahnya mengejek.


Di lapangan....


“Gara-gara lo ni Cup! Udah gue bilang gue duluan berak lo maksa bat!!”


“Lo kira! Lo doang yang kebelet gue juga babi”


“Lo gak mau ngalah di depan pintu!!”


“Lo yang maksa masuk padaha gak muat!!”


“Bacot lo”


“Lo bacot”


“KALIAN INI LAGI DI HUKUM SEMPAT-SEMPATNYA ADU MULUT YA!!”


“Bapak yang terhormat! Kita ini siswa berfrustasi masa di hukum” ucpa Ucup


“Frestasi bego!!” Galaxy memukul pelan kepala Ucup sampai bunyi plakk.


Setelah jam istirahat berbunyi...


...BYUURRR...


Alana dan Resya di siram saat hendak naik tangga, Alana terdiam karna bau menyengat yang di air itu terhirup ke dalam hidungnya.


“Anj! Malah kena Alana juga!!”


“Cabut sebelum ketahuan!!”


“Gimana nih!!”


“Kabur dulu jangan smape ketahuan!!” Ucap beberapa orang itu.


“Al lo gapapa?” Tanya Resya tak enak.


”lo liat kondisi lo dulu! Baru nanya kondisi orang!!” Ujar Alana.


“Huek” Alana mual mencium baunya.


“Astaga! Lo berdua kenapa!!” Tanya Dara


“Panggil Galaxy Dar huekk”


“Gue balas liat aja lo!!” Batin Alana,


“Huek ke toilet dulu!!” Ajak Resya untuk membersihkan tubuh mereka.


Dara menghubungi Galaxy untuk segera ke toilet, Resya merasa bersalah andai dirinya tak minta temani Alana untuk ke perpus mereka tak bakal kena siram, setidaknya Alana tak terkena siram hanya dirinya sendiri.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...