The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 253



...WELCOME !!...


...JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM DI BAWAH INI BESTIEEE !!...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...@THEYCALLME.VIORA...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN DAN LIKE KOMEN JUGA YA!! SEMOGA KALIAN BETAH DAN SUKA TERUS SEMUA CERITA AKU. TINGGALIN JEJAK TERUS YA BIAR AKU TAU KALAU KALIAN SELALU BACA CERITA AKU !!...


...OH IYA!!!! JANGAN LUPA BACA JUGA...


...ARCELLA QUEENZIE...


...DAN...


...XAVIORA KENANYA...


...TERIMA KASIH DAN SELAMAT MEMBACA !!!...



Sebenarnya berangkat bisa siang atau sore bahkan malam tetapi Galaxy memilih pagi buta, Raka dan Varez saja belum ada yang mandi masih ngantuk langsung di ajak Galaxy pergi ke bandara.


“Ada aja tingkah lo bang!!!” Kesal Varez sambil berjalan menuju landasan,


“biar ikut makan siang di rumah oma!” Ucap Galaxy,


“Serah lo!!” Varez berjalan cepat namun matanya masih tertutup.


Berjalan sambil di awasi para penjaga takutnya kepentok, sedangkan Raka yang sudah terbiasa bangun pagi biasa saja cuman belum mandi saja, lalu twins yang masih tertidur berada dalam stroller.


“Mau makan dulu?” Tanya Galaxy ke Raka saat melewati restoran.


“Nanti telat”


“Gue mau” ucap Varez sambil berdiri menatap keduanya yang di belakang.


“Pesan dan makan di pesawat” Raka mengangguk,


Raka memesan di temani bodyguard sedangkan Galaxy dan yang lain berjalan lebih dulu, bandara masih beberapa orang saja yang datang.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ledakan dari sisi kanan bandara,


...DUAARR...


...NIUNGGG NIUNGG NIUUNGGG...


Galaxy langsung mendekat ke adek-adeknya, Raka yang sudah selesai dan hendak menyusul yang lain mendengar ledakan langsung berlari ke tempat abang dan adeknya itu.


“Bang!!!” Raka sedikit bernafas lega karna keluarganya tak kenapa-kenapa.


“Satu orang cari tau ada apa sebenarnya! Perintah Galaxy,


Twins mendengar ledakan itu langsung terbangun keduanya kaget bahkan Varez yang awalnya ngantuk menjadi segar akibat suara ledakan itu tadi.


“Kenapa!!” Tanya Varez.


DOOORRRR


Terdengar suara tembakan, pikiran Galaxy cuman satu keselamatan adek-adeknya saat ini. Kalau mereka langsung baik pesawat takutnya pesawat mereka di tembak atau sudah di sabotase.


“Ruang tunggu di bagian kanan hancur akibat bom, dan beberapa orang di sandera” lapor salah satu anak buah yang berkomunikasi dengan yang lain.


“Masih pagi loh ini mau ngerampok apa mereka!!” Ucap Varez,


“Bagaimana pesawat kita!!” Tanya Galaxy,


“Pesawat aman tuan”


“Gak di bantu dulu?” Tanya Varez,


“Semua ke pesawat” perintah Galaxy,


“Bang! Gak bantu dulu?” Varez meretas cctv dan beberapa kamera ponsel atau yang dapat mengakses lainnya.


Terlihat salah satu lansia badan nya berlumuran darah, ada juga yang tertindih temboh yang rubuh dan atap, bahkan ada yang saat ini di sandera badannya di todong senjata tajam.


“Bang!!”


“Masuk ke pesawat, Alvarez!!” Varez dan Galaxy saling tatap,


“Tapi bagaimana kalau kita yang mereka cari dan melibatkan orang lain!!”


Galaxy menatap Varez datar tanda emosinya saat ini sedang tertahan, Varez berdecak lalu berjalan menyusul yang lain masuk ke arah landasan,


“Tier takut!!” Ucap Tier sambil memeluk Raka,


“Gapapa ada bang Gala” Raka menenangkan sang adek,


Saat mereka hendak masuk ada yang melihat ke arah landasan dan mendapati Galaxy dan adek-adeknya yang hendak masuk para perampok itu pun mulai mengarahkan tembakkan dan meneriaki mereka, Alastair dan Alistier semakin ketakutan.


Galaxy yang melihat mereka mengarahkan tembakan ke arah adeknya langsung menembak orang itu tanpa basa basi dengan pistol ya g di bawanya,


“LINDUNGI KELUARGAKU!!” Teriak Galaxy,


Penghalang anti peluru yang selalu di bawa bodyguard langsung mengelilingi adek-adek Galaxy, kain hitam tebal menutupi mereka, sedangkan Galaxy dan beberapa orang pengawal menjaga. Orang yang di tembak Galaxy tadi sudah tak bernyawa karna tepat di jantung orang itu bidikan timah panas Galaxy,


Karna orang itu tak menyadari keberadaan Galaxy makanya tak sempat menghindar dan yap meninggal dunia, alhasil Galaxy yang tadinya tak ingin membantu malah membantu sekarang,


“Bagaimana dengan pengawal di luar?”


“Mereka menuju ke sini tuan”


“Pinta mereka berpencar!! Tuga orang ikut gue sisa nya kawal adek-adek gue!!”


“Baik tuan”


“Ck!! Merepotkan!!!” Gumam Galaxy,


Padahal Galaxy ingin segera menemui mommy mereka dan meminta mommy nya masak nasi goreng kesukaan dirinya tapi malah ada hal seperti ini.


Dan lagi Galaxy mau segera pulang ke rumah karna sudah merindukan adek perempuannya, Alana tak ada menghubungi Galaxy bahkan setelah Galaxy pergi.


Varez duduk sambil menatap ke arah gedung kanan yang sedikit hancur itu, pesawat di tarik mundur dari landasan di alihkan ke arah lepas landas untuk menjauh dari bandara itu, Varez ingin ikut menyusul Galaxy tetapi tak ada yang menjaga Raka dan twins kalau dirinya ikut,


Raka memang sudah belajar bela diri dan menggunakan senjata, tapi mentalnya masih belum terlatih walau dia selalu berkata bisa jika menghadapi orang jahat. Tapi Kaila masih belum mengijinkan untuk Raka ikut berkelahi langsung lebih baik Raka meretas atau jadi tim cyber seperti Varez.


Di waktu yang sama,


Para petinggi BBBD mengetahui keadaan saat ini di bandara langsung meminta tim cyber menampilkan rekaman cctv saat ini, Davian yang saat itu berada di markas sedang latihan mendengar kabar Galaxy dan yang lain menunda penerbangan karna ada ledakan dirinya langsung berlari ke ruang tim cyber memeriksa keadaan di sana,


“Arlan!!” Arlan yang sekertaris sekaligus tangan kanan Davian langsung memberitahu keadaan Galaxy dan yang lain ke Davian,


“Sambungkan aku ke Varez!!” Perintah Davian,


“Baik tuan”


...(kanan Davian (pemanggil), Kiri Varez (yang di panggil)...


^^^“Bagaimana keadaan kalian?”^^^


“Kita aman,


mereka juga mengawal dari udara”


^^^“Galaxy dimana?”^^^


“Abang di bandara,


kami di dalam pesawat”


^^^“Jangan ada yang keluar^^^


^^^sampai Galaxy bilang aman”^^^


“Iya bang”


“ABANG TIER TAKUT HIKSS” Varez ingin memukul Alistier karna kaget namun dirinya menyadari Davian yang saat ini menatapnya tajam langsung mengurungkan niatnya,


^^^"tak apa! ada bang Varez di situ"^^^


Davian menenangkan sang Adek sebelum panggilan berakhir


“Siapkan pesawat aku dan Alana akan ke Belanda!” Perintah Davian,


“Ngapain?” Tanya Varez,


“Baik tuan”


^^^“Jalan-jalan” ucap Davian.^^^


Setelah berucap, Davian pergi dengan tergesa-gesa.


Varez tau, Davian tak akan tenang jika belum bertemu langsung dengan mereka saat ini untuk memastikan keadaan adek-adeknya langsung, begitulah Davian. Bahkan kalau Davian bisa terbang atau memiliki kekuataan untuk berteleportasi mungkin saat ini Davian sudah ada di hadapan mereka,


“Alana dimana?”


“Di rumah tuan”


“Hubungi dia untuk siap-siap”


“Baik tuan”


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...