
Mereka sudah di rumah..
Varez paling tidak suka jika homescholling karna dirinya tak bisa bebas harus belajar sesuai jam. Jika di sekolah dirinya bisa tidur kalau di rumah nunggu selesai baru tidur.
...BUGGGGG...
Varez memukul dada Galaxy kencang bagaimana tidak di pukul, Varez sedang mengerjakan tugas di ganggu entah di senggol lengannya atau di ajak ngobrol juga di cium-cium pipi Varez oleh Galaxy karna gemas.
“Wahhh wahh wahhhh durjanah kamu!!” Ujar Galaxy.
“Berisik banget si jomblo!! Berulang kali di tembak tapi masih jomblo!!” Kesal Varez.
“Kenapa si gak bisa diem!!” Kesal Alana juga yang merasa terganggung.
Alana juga sesekali di cium Galaxy, kenapa Galaxy tak mengerjakan tugasnya? Karna Galaxy bilang dirinya masih sakit.
“Kan gue gemes sama lu pada!!”
“Gemas gumus gemas gumus noh punggung bolong kek sendel bolong!!” Cibir Varez.
Kaila datang sambil membawakan cemilan untuk anak-anaknya, melihat keributan yang terjadi Kaila hanya tersenyum.
Dirinya senang anak-anaknya berkumpul seperti ini walau tak bisa berangkat sekolah itupun dengan paksaan Kaila. Homescholling paling menyiksa bagi Varez tidak untuk abang-abangnya karna ya memang bosan aja.
“Mom kita boleh kumpul gak nanti? Sama anak-anak Alderioz? Soalny..”
“Suruh mereka yang ke sini bang” Kaila memotong pembicaraan Davian.
Anak-anaknya lagi dalam kondisi tidak aman karna menjadi incaran musuh-musuh orang tuanya di luar sana makanya Kaila melarang anak-anaknya keluar rumah.
“Atau gak, nanti mommy minta supir jemput mereka satu-satu sekalian di kawal biar mereka gak kenapa-kenapa” Davian dan Galaxy membulatkan matanya.
Mommy nya ini terlalu waspada ya walau bagus juga waspada tapi kalau sampai menjemput teman-temannya itu sedikit berlebihan.
“Mereka naik motor aja, manja bat dah pake di jemput. Gala gak setuju ya mom” dengan tegas Galaxy berucap.
Memang wakil ketua ini banyak tingkah, giliran dirinya yang minta di jemput mau tak mau mereka semua menurut kalau tidak abis di sinisi nya.
“Duh!!!!” Kesal Varez baru saja dirinya hendak makan cemilan belum saja masuk ke dalam mulut sudah di makan Galaxy dari tangan Varez.
“Abang jangan ganggu ade nya” ujar Kaila.
“HWAAAA MOM HIKSS HUAHIKKSS” tangis Alistier menggema seisi rumah.
“Aduh” Kaila menepuk jidad nya.
Alistier berlari keluar lift sambil menuju Kaila.
“Kenapa hmm?” Tangis nya pecah sambil memeluk Kaila.
“Mainan hikss mainan Tiel hilang hikss huaaaaa”
“Mainan yang mana?” Tanya Kaila.
“Gak tau hikss mainan hilang hiks hiks”
“Dina! Ini kenapa?” Tanya Kaila.
“Besok aja mainnya ya?” Tier menggeleng.
“Yaudah kalau gitu panggil abang Tair kita ke rumah Nenek”
“Mainan”
“Iya kita ke rumah nenek ada mainan di sana” Alastair mengangguk.
...PLAKKKK...
“Ngeselin banget deh dari tadi” hilang sudah kesabaran Alana.
“Di jadiin samsak mulu gua!! Dikit-dikit di pukul!! Gak tau gua lagi sakit apa!!”
“Abang bahasanya!!” Tegur Kaila.
“Eh? Iya mom maaf abisnya Ala main pukul aja”
“Gimana gak di pukul mom! Ala lagi ngerjain tugas di unyel-unyel abang pipi Ala!!”
“Gal mending masuk kamar” usir Davian.
“Dihhh pada jahat sama Gala!! Bilangin daddy liat aja ntar!!” Galaxy mencak-mencak seperti anak kecil yang ngambek sambil berjalan menuju lift.
Kaila jiga menuju lift, dirinya ada janji dengan Thania untuk zumba bersama hari ini, Di ruang keluarga jadinya tennag tak ada Galaxy. Varez fokus mengerjakan tugasnya agar segera menghubungi kedua teman baru nya itu.
...🌑🌑🌑...
“Lo pada gosah kek orang susah!!” Kesal Galaxy
“Dihh ngapa gak suka?” Tanya Ucup.
Galaxy kesal karna mommy nya benar-benar menjemput teman-temannya satu-satu di rumah mereka.
Kalau kata Galaxy mereka sudah besar pintar dan bisa aja naik motor sendiri gak perlu di jemput kaya anak manja. Namun Kaila ya tetap Kaila kan.
Teman anak-anaknya itu juga tanggung jawab Kaila jika bertamu ke rumahnya kan? Takutnya saat keluar pulang mereka kenapa-kenapa karna sasaran susah lagi urusannya betul bukan?.
“Gosah nyengir lo Cup!! Muka kek pantat kuda nil gosah sok ganteng!!”
“Lo ada masalah apa si Gal? Stress lo?” Kesal Ucup.
“Coba pencet punggung abang Gala yang luka pasti dia teriak” bisikan setan dari Varez ke Abi.
Arga sedari tadi menatap punggung Galaxy yang mana memang Galaxy tidak menggunakan baju karna mereka berada di dalam kamar game.
Kenapa Varez menyarankan seperti itu? Karna terpancar jelas di mata Arga yang ingin sekali menggerogoti luka tersebut.
“Its okay palingan cuman menjerit doang” bisik Barez lagi.
“Sumpah Dav Gal ade lo kek setan! Masa ngebisikin yang enggak enggak” ujar Abi yang mana dirinya mendengar bisikan demi bisikan Varez. Ya karna Arga dan Abi bersebelahan duduknya dan Varez di tengah-tengah mereka.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...