The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 135



...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...


...OPENING BARU NIH WOY WK...


...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....


...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....


...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN PACAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...


...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....


...BTW BTW...


...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM?...


...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH...


...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...


...GAK DENG BERJANDAA EH...


...BERCANDAA...


...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...


...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...


...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....


...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...



“Tuan muda, di depan ada seseorang datang mencari nona muda”


“Siapa?”


“Katanya tuan Harsa” Galaxy langsung tersedak nasi yang di makannya.


“Ngapain tu orang ke sini” tanya Galaxy.


Harsa di persilahkan masuk menunggu di ruang tunggu sedangkan Galaxy meminta Varez membangunkan Davian juga memanggil Alana.


“Ngapain lo kesini?” Tanya Galaxy


“Mau ketemu Alana”


“Mulut lo enteng bener ngomong” dengan muka judes dan ngeselinnya Galaxy berucap.


Davian, Alana dan Varez datang bersamaan. Wajah Alana sedikit pucat benar-benar nyari mati Harsa ini sepertinya.


“Ada urusan apa?” Tanya Davian,


“Gue mau ngajak Alana makan malam”


“E..eh?” Cengok Alana.


“Gak perlu di rumah kita gak kehabisan makanan” ucap Galaxy.


“Mending lo pulang cuci kaki tangan trus tidur” ucap Galaxy lagi,


Alana sudah panas dingin sesekali melirik Harsa sambil memberikan kode pergi saja jangan ke sini namun Harsa sepertinya pura-pura tidak paham kode itu.


“Masuk kamar Alana!” Perintah Davian,


“Dan lo, silahkan pulang” ucap Davian penuh penekanan.


“Pulang gak denger lo?” Tanya Galaxy,


“Oke, hari ini gak bisa tapi hari yang akan datang gue pastiin bisa” ucapan itu tertuju untuk Alana tidak untuk ketiga pawangnya.


Harsa langsung pergi tapi sebelum pergi Harsa memberikan dusa bingkisan berisikan dessert dan cemilan cream lainnya.


“Berteman boleh Alana, tapi untuk memiliki hubungan seperti pacaran untuk saat ini jangan dulu” ucap Davian.


“Lupain yang hari ini” ucap Davian.


Kondisi Davian sepertinya sedang tidak enak badan, terlihat gimana gak kecapean mengurus dua bocil titisan durjanah super aktif kecuali tidur sendirian walau ada Dina dan Dana tetap saja keduanya terus ke Davian.


Davian kembali ke kamarnya, tertinggal kakak beradik itu saja bertiga. Varez masih harus konsultasi dengan Galaxy perkara membuat geng itu aapalgi mereka baru kelas enam SD.


“Pikir matang-matang lo deket sama siapa, gue gak ngelarang lo mau apcaran sama siapa aja asalkan asal usul jelas. Dan gak bikin lo nangis juga seiman. Dan gue setuju ucapan Davian untuk saat ini lebih baik fokus ke love yourself dulu dari pada kenorang lain” Alana mengangguk paham.


Galaxy dan Varez pergi ke lantai atas roftop atau pethouse rumah mereka, keduanya membahas apa yang di inginkan Varez tadi masalah pembuatan geng motor.


...🌑🌑🌑...


Davian membawa dua bocil itu ke kampus mau tak mau karna tiba-tiba dirinya di suruh ke kampus oleh dosennya padahal lagi di jalan baru saja menjemput dua bocil ini.


“Diem di sini, jangan kemana-kemana!” Perintah Davian,


Keduanya berada di caffe seberang tempat Davian dkk nongkrong nunggu kelas berikutnya. Dina dan Dana masih di rumah baru saja di hubungi Davian dadakan juga makanya mereka agak telat maka itu kedua bocil ini di titipkan di sini terlebih dahulu.


Arlan tangan kanan Davian juga sudah dalam perjalanan dari markas menuju caffe ini setelah di hubungi Davian, kenapa tak mereka Gqlaxy saja yang menajaganya? Ini masih jam sekolah tak mungkin Davian meninta mereka menjemput twins.


“Abang sebentar aja! Jangan keluar sampe Bang Arlan atau Dina Dana datang!”


“Iya bang”


“Lo yakin Dav?” Tanya Sam


“Inget kata abang!!” Yang langsung di angguki dua bocil itu.


Sekitar dua puluh menit sudah Davian meninggalkan dua bocil itu, Arpan maupun Babysutternya belum ada yang datang. Kedua bocil itu tiba-tiba keluar caffe padahal sudah di pantau pelayan caffe namun saat lengah sebentar keduanya sudah tak ada di kursi mereka.


“Abang Dav dimana ya” ujar Alistier,



...BRUKKKK...


“Eh? Astaga maafin kakak gak liat” ujar nya sambil berkongkok membantu Alistier yang terduduk akibat tak sengaja di tabrak Vio.


“Kakak punya mata di pake!!” Ujar Alastair kesal melihat adiknya terjatuh.


“Ya kan kakak gak liat maaf ya”


“Bocil kecil-kecil pinter ngomong” ujar Azell,


“Kalian sama siapa ke sini?” Tanya Syanaz,


“Gimana nih? Tinggalin aja?” Tanya Azell ke Vio dan Syanaz.


“Kasian si masih kecil takut di culik”


“Dek ikut kakak ke caffe seberang aja yuk?” Ajak Syanaz,


“Kata mommy gak boleh ikut sama yang gak di kenal!” Alastair membisikkan itu ke telinga Alistier,


“Kita gak jahat ko, sampe orang yang sama kalian dateng biar gak di culik” ujar Vio,


“Nanti kakak beliin cemilan” ucap Vio lagi,


“Gak usah, makasih ayo Tair!!” Ajak Tier ke sang kakak.


“Eh? Tapi dek bahaya sendirian di sini” ujar Azell,


“Kita berdua gak sendirian” ucap Tier.


Ketiganya menghela nafas sabar-sabar menghadapi anak kecil harus sabar bukan?.


“Iya tapi bahaya mending nunggu di caffe seber...”


“Astaga!! Tuan muda kita cariin huh hufhh huhh” ujar Arlan sambil terhengal-ngehal.


“Anu itu mas siapanya mereka ya?” Tanya Vio was-was.


Walau Arlan gabteng tapi Vio sedikit takut apalagi adiknya yang seumuran twins pernah d culik kan? Dan juga biarpun tampang Arlan ganteng tetap saja harus waspada takutnya dua pedofil.


“Oh ini adek sepupu saya” ujar Arlan,


“Tapi ko manggilnya tuan muda?” Tanya Azell,


“Ya itu emang gitu” ucap Arlan,


Davian sambil tergesa-gesa berlari melihat kiri kanan siapa tau menemukan twins, tadi saat Arlan datang dia langsung menghubungi Davian kalau dua bocil itu tak ada di caffe. Untungnya saat Arlan menghubungi utu Davian sudah menyeelsaikan pembicaraanya dengan dosen.


“Di sana juga gak ada” ujar Sam,


“Di situ juga gak ada” ujar Arga


“Dav tuh!!” Arga menunjuk ke gerombolan orang berpakaian serba hitam.


Davian dapat mengenali orang-orang berpakaian hitam itu yang mana anak buah mereka di markas,


“Buktinya?” Tanya Vio,


“Astaga ini beneran saya gak mau nyulik!”


“Ade kenal sama om-om ini?” Twins hanya diam saja.


Keduanya yang selalu di kasih wejangan jangan berbicara dengan orang yang tak di kenal, dan jangan mau ikut dengan orang tak di kenal.


“Kan! Mereka aja gak kenal!!”


“Rame-rame kenapa tuh”


“Berasa syuting film anjir”


“Ada ******* kah?”


“Hitam-hitam pada mau ngapain”


Davian menerobos masuk padahal bukan menerobos si tapi di bukakan jalan oleh anak buahnya, twins langsung memeluk Davian namun mulut mereka masih bungkam.


“Lo lagi siapa bocil ini?” Tanya Vio,


“Gue abangnya”


“Kenap di sini?” Tanya Davian ke twins.


“Kita bosen di sana! Makananya juga udah di coba semua, Tier ngantuk mau pulang jadi nyari abang!!”


“Lain kali jaga ade lo! Jangan d tinggal berduaan aja! Kalo kenapa-kenapa lo bakal nyesel!! Heran gue jadi orang tega banget ninggalin adenya sendiri” Syanaz dan Azell kaget sampai menutup mulutnya tak percaya.


Tak percaya Vio berkata seperti itu? Iya betul namun yang lebih betulnya Vio berbicara melebihi lima kata sangat jarang sekali bahkan hampir tak pernah lebih dari lima kata jika berbicara dengan mereka.


“Hmmm” Davian hanya berdehem.


“Ayo pulang!” Tier naik ke gendongan Davian sednagkan Tair di gendong Arga menuju mobil.


“Makasih” hanya itu ucapan yang keluar dari mulut Davian setelah itu berlalu pergi.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


MAAF KALAU BANYAK TYPO YA!


JANGAN LUPA FOLLOW IG KITA JUGA!!!


TANCU**