
...WELCOMEEEE X GO AWAY...
...BTW BTW BTW AKU UDAH SELESAI UASS HUHUHUHUHUHU SEDANG MENUNGGU NILAIKU:) DEMI AKU TAKUT BANGET LOHHHH KALO ANJLOK TRUS DI BAWAH IPK KELAR AKU KELARRRR!!!!!!...
...AKU ORANGNYA GAK PINTAR DEMI:)...
...MENGSEDIH TAUU, AKU KALO KE PELAJARAN TUH AGAKK KURANGGGG KALO YANG LAIN TUH BISA DI PERTIMBANGKAN....
...TBL TBL TBL TBL AKUU...
...DAH LAHH OPENINGNYA MALAH CURHAT TERBIASA WKWK...
...JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN FOLLOW IG KITA BIAR APDOLLL!!!...
...GAISS AKHIR AKHIR INI BANYAK BANGET KEJADIAN ATAU PERISTIWA YANG GAK MENGENAKKAN, AKU HARAP KALIAN SEHAT SELALU DAN JANGAN SAMPE KENAPA-KENAPA!!...
...GAK ADA KALIAN TUH GAK BAKAL ADA CERITA-CERITA INI DAN GAK BAKAL SE BANYAK INI CERITA AKU....
...JADI AKU SANGAT BERTERIMA KASIH KE MANGAATOON DAN KALIAN PARA READERS SETIA AKU....
...I LOVE YOU ALL❤️🔥❤️🔥...
...STAY SAFE KARNA BUMI KITA SUDAH TUA, PERBANYAK MOMEN DENGAN ORANG TERDEKAT DAN JANGAN TINGGALKAN IBADAH SELALU INGAT TUHAN❤️🔥...
...AKU SAYANG KALIAN❤️🔥...
Harsa untuk pertama kalinya melihat Alana membunuh seseorang tanpa kasihan, terlihat di mata Alana saat ingin menghabisi Cece hanya ada tatapan benci.
Alana bisa mengatur emosi dirinya menutupi kemarahan atau kebenciannya dengan sikap polosnya itu, andai tidak ada Harsa mungkin bisa saja Alana menghabisi seluruh anak buahnya saat itu, itulah pemikiran Harsa.
Harsa pernah mendengar rumor di dunia bawah yang mana para The Little Devil's ketika masih berusia di bawah lima belas tahun sudah meratakan komplotan mafia. Entah benar atau tidak rumor itu yang jelas Harsa mempercayainya.
Davian si pangeran berdarah dingin, Galaxy si periang yang mematikan, Alana si tenang yang mengerikan, dan Varez si cerdas yang penuh akal. Betapa beruntung Arion dan Kaila memiliki mereka entah sebagai anak maupun sebagai senjata tetapi Arion dan Kaila tak pernah sama sekali menganggap anak-anaknya senjata.
...Ting...
Ponsel Harsa berbunyi,
...Unknown (chat)...
“Tutup mulut mu dude”
...Read...
Harsa melirik ke arah depan yang mana Alana dan Varez berjalan dimana sisi-sisinya di kawal para bodyguard. Entah sejak kapan seketika Varez dan Harsa mata keduanya bertemu.
Varez menatap Harsa sekilas dengan raut wajah datarnya lalu kembali berjalan di samping Alana, Harsa tak takut sama sekali dirinya hanya kaget. Melihat sisi lain Varez dan menemukan sebutan baru untuk Varez menurutnya.
“Monster yang tertidur” gumam Harsa.
Varez yang tingginya sama dengan Alana sesekali mengelus rambut Alana, percayalah walau Varez terlihat tenang saat ini di otaknya sedang memikirkan cara untuk membunuh para pengkhianat atau penyusup yang berhasil mengelabui anak buah orang tuanya.
Untuk pertama kalinya BBBD kecolongan bisa-bisanya membiarkan penyusup masuk bahkan hampir berhasil merenggut nyawa ketuanya, Varez sepertinya benar-benar akan mengamuk jika pergi kemarkas.
“Kamu mulai tinggi, kamu udah kek abang” ujar Alana.
“Sebenarnya Varez tuh abang cuman keduluan ka Ala aja” Alana memutar bola matanya malas.
Di luar sudah banyak awak media tetapi ingat kata Varez? Jangan biarkan orang tua nya mengetahui apalagi abangnya yang saat ini sedang sangat sibuk. Varez membiarkan mereka mengambil ganbar dan video tetapi saat mereka ingin mengakses atau mengupload ke sosial media tak akan bisa.
“Langsung kerumah! Minta dokter datang” perintah Varez saat sudah masuk ke dalam mobil.
Varez berlagak seperti abang? Karna memang perannya di sini lebih penting jika tak ada kedua abangnya. Alana bisa menjaga diri tetapi bisa lepas kontrol dan bisa-bisa melepaskan emosinya dan akn berakibat fatal.
(Pada paham gak?)
Mereka langsung pulang kerumah dengan di kawal puluhan anggota BBBD, raut wajah Varez tak mengenakkan saat bertatapan dengan seluruh anggota kecuali menatap Alana.
“Aku membenci orang kembar tapi tidak membenci adikku” ujar Alana karna mengingat adiknya ada yang kembar.
“Up to you princess (terserah kamu princess)” Varez berjalan menuju lift bersama Alana.
“Mau dinner?” Tanya Varez karna dirinya tau kakaknya ini sedang tidak mood walau di lihat Alana banyak bicara dan tersenyum padahal itulah tandanya kalau Alana badmood.
“ i want (aku mau)” Varez mengangguk.
Mereka berpisah di depan kamar masing-masing, saat Varez masuk kamar dirinya langsung menendang gucci yang ada di situ hingga pecah berhamburan.
“Arghhh!!!” Varez merasa kecewa dengan dirinya
yang tak bisa menjaga Alana.
Varez merebahkan tubuhnya, entah kenapa air matanya keluarg begitu saja tanpa ijin. Kalau kata orang mah Varez baperan.
...🌑🌑🌑...
“I'm back bro!! ( aku kembali bro!!)” ujar Galaxy yang tanpa ijin langsung mengambil gelas wine di tangan Davian dan langsung meneguknya sampai habis.
“Besok?” Davian mengangguk tanda mengiyakan ucapan Galaxy.
Keduanya bahkan kedua orang tua mereka tak tau perihal kejadian beberapa jam yang lalu. Davian fokus menyusun bidak-bidak yang mana posisi untuk penyerangan kali ini.
Carlon Melindo memiliki markas di tengah-tengah kota membuat mereka harus memikirkan cara agar tak terjadi korban banyak akibat peperangan kali ini.
“Lo minum banyak?” Tanya Galaxy kala melihat ada dua botol vodka di bawah meja dan satunya masih di atas meja.
“Hmm”
“Ck!” Galaxy berdecit jarang sekali Davian banyak minum dan juga sepertinya Davian belum mabuk.
“Lo paham gak?” Tanya Davian.
“Paham, tapi kenapa posisi kita di pisah?”
“Gue gak tau, pengen pisahin posisi lo aja”
“Gak! Kita bareng gue gak mau di pisah”
“Gal”
“Karna itu! Karna itu gue mau misahin posisi kita kalo gue kenapa-kenapa lo bisa mundur!” Galaxy menatap tajam Davian.
“Persetan dengan mundur! Posisi awal atau gak sama sekali Dav!”
“GALAXY!”
“WHAT!!” Keduanya sama-sama menodongkan pistol.
“Perintah gue mutlak!”
“Perintah lo gak bakal mutlak kalo di situ ada gue!!”
...DOOORR...
Davian menembak pot bunga yang ada di pojokkan ruangan, keduanya masih bertatapan tajam. Davian keras kepala dan Galaxy si tak mau kalah. Beginilah mereka jika berbeda pendapat.
“Nurut!” Ucap Davian.
“Gak sebelum lo iyakan ucapan gue!” Keduanya tak bakal berdamai jika belum saling terluka begitulah mereka.
...Drtttttt...
“Tuan muda, Tuan Arion menghubungi” ucap salah satu bodyguard.
Keduanya langsung menatap orang itu dan menaruh pistol mereka di atas meja, seperti telepati Arion menghubungi mereka agar berdamai mungkin seperti itu.
...King (video call)...
“Hallo boy”
^^^“Hallo dad”^^^
^^^sahut keduanya bersamaan.^^^
“Apa kabar kalian?”
^^^“Baik dad, daddy dan yang lain bagaimana?”^^^
“Kami baik-baik saja, mommy kalian
sedang sakit tapi dia tak mau daddy
mengatakannya ke kalian”
“Mana ada! Mommy sehat ko!”
terdengar suara Kaila yang serak.
^^^“Mommy jangan sakit!”^^^
^^^“Jangan kecapean”^^^
“Iya boy, kalian masih nunggu
perusahaan berjalan normal kan?
baru melakukan penyerangan?”
^^^“Iya mom”^^^
^^^bohong keduanya.^^^
“Bagus deh, mommy sayang kalian”
^^^“Kami juga mom”^^^
^^^“Twins mana?”^^^
“Mereka tidur”
“Alana sama Varez katanya lagi dinner”
^^^“Idihh gaya bat tu bocah bedua”^^^
^^^ujar Galaxy,^^^
“Jadi kangen kalian”
Kaila tiba-tiba menangis membuat Davian dan Galaxy merasa tak suka.
^^^“Mommy! Setelah ini ayo jalan-jalan”^^^
^^^ajak Davian.^^^
^^^“Iya mom! Kita bakal liburan!!”^^^
^^^ujar Galaxy.^^^
“Mommy tunggu”
“Sudah nanti lagi, kalian jangan mabuk terus!”
^^^“Uhukk uhukk”^^^
^^^Davian dan Galaxy tersedak air yang mereka minum.^^^
^^^“Iya dad”^^^
^^^ucap keduanya.^^^
“Dah dah mau pcaran dulu bye!!”
...Panggilan berakhir....
Davian dan Galaxy menghela nafasnya, sebenarnya mereka tak bisa berbohong dengan kedua orang tua mereka tetapi mau tak mau berbohong demi misi berjalan lancar tanpa hambatan.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...