The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 273



...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



Tangis Alastair kencang membuat Davian yang baru saja tertidur dini hari langsung mengampiri adeknya itu. Alistier menenangkan abangnya namun tetap saja tangisan kencang itu pecah.


“Hey ada apa hmm?” Davian memeluk adeknya.


“Mau abang hikss mau abang Gala!!!”


“Abang Gala dimana hikss!!”


“Hiks pulang!! Abang pulang hikss”


“Sttt bang Gala masih sibuk”


“GAKKK!! Hikss ABANG GALA PULANG!!!”


“Kenapa bang?” Tanya Alana dengan muka panik dan bangun tidur menjadi satu.


“Ada aja alarm pagi” gumam Varez sambil mengucek matanya.


“Mau sama hiks bang Gala” Alastair sesegukan.


Davian extra sabar menghadapi Alastair yang sedang mode cerewet seperti ini, entah apa yang membuat Alastair seperti ini yang jelas tak ada yang tau.


“Tuan muda” Arlan dengan mata yang kurang tidur menghampirinya.


“Anggota kita yang ada di negara xxx memberitahu kalau mereka di curigai bersekongkol untuk pekerjaan kali ini”


”simpan semua barang bukti yang megarah ke kita. Sisa nya serahkan ke Varez” ucap Varez sambil menghubungi anak buahnya tim cyber.


“Apapun kondisi nya bawa Galaxy dan Jo pulang, lindungi anak buah kita yang ada di sana jangan sampai ada yang tau hal ini” perintah Davian.


“Lima rudal siap di luncurkan dengan titik kordinat di istana negara, kantor pemerintahan dan markas para bjingn itu” ucap Varez memperhatikan ipadnya.


Alana bingung sebenarnya apa yang terjadi dia mau bertanya tapi di urungkan karna merasa tak nyaman telah membuat Gaalxy marah.


“Jo memberi kabar, katanya hotel yang mereka tinggali sudah menjadi incaran pihak berwajib karna ada yang melihat kalau adasatu orang berada di atap hotel saat sore hari”


“Kacaukan satelit mereka, hancurkan bukti apapun yang mengarah ke pihak kita dan Galaxy” perintah Davian ke Raka.


“Ini sebenarnya kenapa?” Tanya Alana.


“Bawa twins kembali ke kamar” Alana mau tak mau mengiyakan perintah abang pertamanya.


Alana membawa twins ke dalam kamar, sedangkan Davian dan yang lain bersama-sama menuju ruang kerja mereka yang di desain khusus.


Di waktu yang sama, Galaxy tengah mendumel kesal siapa yang melihat dirinya di atas sana. Hotel yang mereka temapti adalah hotel yang laling tinggi dari yang lain makanya snagat mudah untuk menembakkan peluru dari atas sana.


Tapi wajar saja di curigai karna tempatnya yang strategis untuk melakukan hal seperti itu, Galaxy dan Jo tak bisa kemana-kemana karna hotel mereka di jaga sangat-sangat ketat.


“Arlan memberitahu kalau kita akan meninggalkan hotel sekitar pukul 3pm nanti. Anggota BBBD sudah menyiapkan semuanya”


“Ck! Aku tak ingin melihatkan Davian dan yang lain tapi malah seperti ini” ucap Galaxy dengan kesal.


“Presiden sampah! Pencitraan membuat rakyat meyukainya tapi ada maksud tertentu di dalam. Apa dia benar-benar mati?” Tanya Galaxy ke Josky.


“Tuan muda” Galaxy baru ingat kalau hotel mereka tengah di awasi bahkan mungkin ada alat penyadap di setiap kamar ini. Tapi dapat di pastikan di kamar ini tak ada tapi tidak tau kan hari sial tak ada di kalender.


“Hubungi Davian dan kirimkan kordinat ini. Luncurkan satu rudal berukuran sedang untuk gertakan”


“Tuan muda? Sehat kan?” Tanya Josky.


“Jo, gue gak lagi minat bercanda”


“Rudal berukuran sedang bisa menghancurkan satu kota ini tuan muda”


“Lalu?”


“Lalu?” Ucap Jo yang tak paham.


“Aish! Hancurkan saja sekalian negara sampah ini. Ah sorry presiden nya yabg sampah negaranya tidak” ucap Galaxy.


“Luncurkan saja sesuai arahan ku, kordinat ini tempat para sampah itu berada. Lokasi mereka besar jadi tak apa di hancurkan. Nyawa mereka tak berguna untukku”


“Kap.. ah baik tuan muda” Jo mengurungkan niat menjawab ucapan Galaxy.


Galaxy berdiri di samping jendela, menatap ke jalan raya di bawahnya sangat sepi karna di perintahkan di larang keluar jika malam akibat dari kematian presiden ini.


Semua rakyat berduka karna kehilangan presdien mereka tapi mereka tak menyadari kalau dalang anak mereka hilang atau rekan keluarga mereka menghilang ulah dari presiden. Tak menjelekkan gelar presdien tapi menjadikan ini sebagai pelajaran dan wawasan untuk kita semua.


“Sayangnya aku tak bisa meremukkan tubhbya langsung, menguliti setiap jengkal kulit yang sering dirawat menggunakan duit hasil menjual anak-anak”


“Ah apakah ini namanya penyesalan? Harus kan aku menghadiri pemakamannya dan menculik tubuhnya? Lalu di pajang di depan gerbang masuk ke kantor gubernur?”


“No no no harusnya rebus daging dan tulangnya lalu berikan ke antek-anteknya untuk menikmati rasa dari rekannya bukan?”


“Penyesalan memang datang di akhir” gumam Galaxy menutup pemikiran jahatnya itu.


...đŸ–€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđŸ–€...