
...WELCOME BESTIEEE🖤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!!...
...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...
...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........
...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........
...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...
...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...
...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...
“Bang Varez”
“Kenapa?”
“Boleh gak? Raka ke makam kakek?” Pagi-pagi buta Raka masuk ke dalam kamar Varez cuman mau minta ijin pergi ke makam nanti siang.
“Iya, nanti siangan gimana? Gue anterin”
“Iya bang”
Varez memilih kembali tidur sedangkan Raka pergi keluar kamar Varez, harusnya Raka ijin ke orang tua mereka tetapi dirinya agak takut atau tak berani alhasil ijin dengan Varez.
Pagi hari ini mereka tak sarapan bersama, karna memang cuaca hari ini enak untuk tidur di tambah dingin ac menambah kesan nyaman dan enak untuk melanjutkan tidur.
“Resya bunuh diri?”
“…….”
“Sudah di cek? Bayi nya kaya gimana?”
“.......”
“Gue ke sana!”
Sedang nyenyak-nyenyak nya tidur Alana di bangunkan oleh Caca yang memberitahu kalau Resya bunuh diri dengan cara mecekik lehernya hingga kehabisan nafas menggunakan pakaiannya.
Jadi saat di temukan Resya dalam meadaan bugil pakaian yang iya gunakan di pakai untuk mencekik lehernya sendiri.
“Mau kemana?” Tanya Davian ke Alana.
“Resya meninggal”
“Oh, di luar hujan sama abang aja” Alana mengangguk.
“Ini anak-anak daddy ko pada gak sekolah” ucap Arion saat keluar dari lift.
“Mau nguburin Resya dad, Bang Gala sekolah tapi Varez Raka enggak kayaknya”
“Temenin bang, jangan biarin sendiri” Davian mengangguk.
Davian dan Alana pun pamitan, keduanya hanya diam-diaman. Alana tak merasa bersalah sama sekali dengan Resya tapi dirinya hanya merasa bersalah dengan janin dalam kandungan Resya.
“Kenapa?”
“Ala oke?”
“I fine” Davian melirik sekilas ke arah adek perempuannya ini.
Alana kembali dengan pikirannya melamun sepanjang perjalanan menuju rumah sakit tanpa mendengarkan Davian yang sesekali bertanya ke dirinya.
Tiba di rumah sakit, tatapan Alana kosong membuat Davian sedikit khawatir dengan keadaan sang adek. Keduanya di sambut oleh anak buah yang berjaga di depan kamar mayat.
“Beneran meninggal?” Tanya Alana sambil menatap tubuh Resya yang tertutup kain.
“Iya nona muda”
Alana mengambil belati yang tersimpan di pinggang anak buahnya itu dengan gesit, kalian tau kan apa yang akan Alana lakukan? Yap betul memastikan apakah Resya benar-benar mati atau itu hanya akal bulus Resya yang bekerjasama dengan pengkhianat di markas.
“Sudah meninggal kan?” Tanya Alana lagi,
Davian hanya diam dan melihat saja apa yang akan adeknya lakukan, yang jelas selagi tak melukainya Davian akan terus diam.
“Nona muda” panggil salah satu penjaga saat Alana hendak memastikan keadaan Resya.
“Kenapa?” Tanya Alana namun tak berbalik badan atau menoleh ke belakang.
“Ah tidak apa”
“Sebutkan larangan yang mutlak kalian patuhi” perintah Alana.
Ah Davian sedikit merinding kala adek perempuannya dalam mode serius atau pemimpin karna memang Alana adalah wakil ketua BBBD sekarang setelah Arion dan Kaila menyerahkan jabatan mereka ke anak-anaknya.
“Dilarang berkhianat”
“So? Jika kalian berkhianat?”
“Nyawa kami sedari awal milik BBBD! Apapun kesalahan kami konsekuensi apa yang akan kami terima itu mutlak!!”
Apa di antara kalian ada yang berkhianat?”
“Tidak nona!!” Alana mengangguk,
Alana membuka kain yang menutupi tubuh Resya dari ujung kaki hingga kepala itu, membukanya setengah terlihat wajah pucat Resya.
“Dia sudah mati bukan?”
“Iya nona”
“Mau sampai kapan lo tidur?” Tanya Alana,
Tak ada respon dari Resya alhasil Alana menusuk jantung Resya menggunakan belati yang dirinya ambil dari anak buahnya tadi. Mata Resya terbuka sambil berteriak kesakitan.
“Aaaa sakit!! Uhukk!!”
“Kenapa dia masih hidup?” Beberapa anak buah itu ketar ketir keringatan takut karna alibi mereka ketahuan.
“Bunuh diri atau ku bantu kalian mati?” Tanya Alana,
Alana tak memperdulikan kewdaan Resya yang sudah melemah selagi menunggu jawaban anak buahnya.
“Dia akan mati” ucap Davian memberitahu ke Alana kalau Resya bakal mati jika terus di biarkan.
“Sedari awal dia yang minta kematian di percepat, so? Tak salah bukan?” Ujar Alana.
“Al maaf huh huh maafin gue!! Pliss sakit!!”
“Bunuh diri? Atau gue bantu mati?”
“Bunuh diri nona” ucap tiga orang itu.
Ketiganya langsung meminum dua pil obat yang memang di berikan dan di bawa selalu kemana-mana. Obat itu bisa di bilang sejenis sianida yang mana berbentuk kapsul dan hanya memiliki efek yang cukup kuat akan merasakan seluruh tubuh seperti terbakar hingga nafas terakhir.
“Janinnya tak bisa di selamatkan, karna usia kandungannya terlalu muda” Alana mengangguk.
“Alan...” Resya ijut menghembuskan nafas terakhirnya bersamaan dengan tiga irnag yang membantunya.
Sedari awal Alana tau ada yang berkhianat setelah mengecek berkas di markas, ada beberapa dana yang keluar tak sama dengan laporan dan juga staff keamanan bersama staff penjaga selalu berbincang dengan Resya bahkan berdalih meniduri Resya yang padahal sedang mengatur rencana agar Resya bisa kabur.
“Bereskan dan potong mayat mereka berikan ke buaya!! Jangan meninggalkan jejak” Davian menyeringai bangga karna adeknya menyelesaikan semua masalah.
...(WARNING!! Cerita ini hanyalah fiksi belaka!! Jangan di tiru dan jangan baper!!)...
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...