
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM?...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOME
...
Davian duduk di depan rumah sambil bermain dengan Leo peliharaan Alana yang sudah jinak. Para penjaga ngeri melihatnya walau begitu mereka tetap profesional menemani Davian.
“Nagapain lo tengah malam kek gak ada kerjaan banget” ujar Galaxy
“Brisik”
“Ck! Gue udah ngerjain beberapa laporan lo tinggal cek sisanya. Udah gue taroh di atas meja lo juga”
“Hmmmm”
“Masuk ntar lo kesurupan!!” Ajak Galaxy dengan tidak selow.
“Tuan muda” Davian dan Galaxy melirik.
“Ada yang mencari nona muda di depan pintu gerbang seorang perempuan, kondisinya acak-acakan sepertinya dia sedang di kejar-kejar”
“Jag…”
...BRUMMMMM...
...BRUMMMMM...
Keduanya langsung menoleh ke sumber suara, Alana menaiki motor sport miliknya yang sangat jarang di gunakanya.
“BUKA!!”
“ALANA!!” Teriak keduanya,
“Follow me!!” Ucap Davian ke Leo singa Alana,
Davian dan Galaxy berlari menuju garasi menaiki motor sportnya masing-masing mengejar Alana yang entah ada apa sebenarnya.
Davian, Galaxy dan Leo singa itu mengikuti seperti hewan peliharaan yang menemani tuannya berlari, Galaxy menggeleng jinak sekali leo dengan Davian mau mengikuti ucapannya seperti anjing.
“Lo di apain sama dia hah!!”
“Udah gue bilang kan Resya!! Lo jangan takut dan jangan bodoh!”
Alana sedang nonton drakor di kamar lalu Resya menghubunginya sambil menangis dan tergesa-gesa berkata kalau dirinya hampir di perkosa, Olin menghubunginya untuk menemuinya di caffe membicarakan masalah keluarga mereka.
Namun saat Resya berada di caffe itu Olin bersama beberapa teman pria nya dan Olin sudah memesankan minuman untuknya untungnya dirinya tak meminum karna merasa curiga.
Lalu Olin mengajak Resya untuk pulang ke rumah namun di perjalanan malah pergi ke salah satu penginapan dengan paksa Resya di beri obat perangsang namun Resya menepisnya dan saat ada kesempatan Resya berlari pergi mereka tentu mengejar namun tak dapat menemukan Resya.
“Kalo lo di kaya gituin!! Lo bunuh aja mereka jangan kabur!!”
“Tapi Alana” Resya semakin gemetar kala melihat Singa besar mendekat.
“Kenapa?” Resya menunjuk ke belakang,
“Astagfirullah!! Kenapa di bawa!!!” Galaxy langsung menunjuk Davian,
“Ada apa ini?” Tanya Davian tak peduli dengan raut wajah marah Alana.
“Pake” Galaxy melepaskan hoodie nya.
“Gak us..”
“Pake” perintah Alana.
“Dia di kejar orang! Biarkan malam ini menginap” Davian menatap Alana tak suka.
“Jangan seenaknya memutuskan Alana!” Davian waspada walau keamanan mereka ketat namun jika musuh yang berada di dalam seketat apapun pertahanan akan hancur.
“Dia temen sekelas Alana”
“Abang gak peduli keamanan kalian yang lebih penting!”
“Dia bisa di percaya” ujar Galaxy,
“Aku gapapa ko Alana, aku udah gapapa” Resya mencoba menenangkan ketegangan antara mereka.
“Abang!” Davian memijit pelipisnya adiknya ini.
“Hubungi inti Alderioz untuk menginap semua!” Perintah Davian,
“Resya gimana?” Tanya Alana.
“Hmmmm”
“Cup” Alana mengecup pipi Davian senang,
Malam ini Alana akan membuat rencana untuk Resya balas dendam, Semua rencana ini tergantu Resya jika dirinya sanggup maka semua akan berjalan lancar.
“Kebiasaan!” Ujar Davian.
“Leo ganteng ganteng sayangannya Ala” mengelus-elus bulu Leo manja.
Alana menggonceng Resya awalnya Davian menyuruh Alana naik mobil saja, mobil salah satu anak buah mereka yang ada namun Alana berkata tak perlu. Jadilah mereka bertiga kembali naik motor dan Leo yang mengejar di belekang.
Mereka tiba di rumah..
“Rumah kamu besar banget Alana” Resya tercengang,
Walau dulu rumah nya juga besar namun tak sebesar ini, rumah keluarga Pranadipa juga besar tapi ini seperti istana bahkan bukan istana sepertinya lebih besar lagi.
“Tunggu di sini bentar Sya” meminta Resya menunggu di ruang tunggu.
Alana harus ijin dulu dengan kedua orang tuanya walau Davian mengijinkan tapi dirinya belum meminta ijin dengan kedua orang tuanya.
Davian melirik Resya dari atas sampai bawah lalu pergi, sedangkan Galaxy masih di luar mengurus motor kesayangannya di elus-elus biar tidur nyenyak katanya.
“Sorry abang gue emang gitu” ujar Galaxy,
“Emm gapapa ko”
“Siapa yang ngejar-ngejar lo?”
“Or....” Alana datang memotng ucapan Resya.
“Jangan kepo lo! Noh di panggil bang Dav” Galaxy mendekati Alana mengecup pipi nya dan mengigit kecil karna gemas.
Saat Galaxy sudah naik ke atas Alana membawa Resya ke kamar tamu yang biasa teman-temannya menginap. Arion dan Kaila sudah tertidur tadi Arion terbangun dan berkata boleh saja karna dirinya percaya dengan anak-anaknya.
“Ada piyama di lemari masih baru, besok satu set pakaian baru di anter masih baru juga”
“Gap usah Ala, ini juga gapapa ko”
“Nurut aja lo!” Resya hanya mengangguk takut.
“Oh iya, Sya apapun yang bakal kita bahas atau lakukan untuk balas dendam lo jangan biarkan orang lain tau terutama orang terdekat gue dan lo”
“Kenapa?”
“Ck, banyak tanya lo! Dah lo istirahat aja kalo mau apa-apa tinggal telpon teken nomor yang lo butuhin ada panduannya di kertas ini” ujar Alana lalu berjalan pergi.
Davian meminta Alana ke ruang kerjanya sehabis dari kamar Resya untuk membicarakan apa yang terjadi dan banyak lah pokoknya.
...Tok tok tok...
Davian, Galaxy, Alana dan Varez sudah berada di dalam ruangan itu. Varez tadi ingin pergi ke dapur mengambil minum karna kulkas di kamarnya kehabisan air putih baru keluar dirinya sudah di tarik oleh Galaxy ikut keruangan Davian. Muka bangun tidur Varez sangat menyedihkan.
“Jelaskan Alana” Alana menjelaskan Resya siapa sedetail dan sepengetahuan Alana,
“Siapa si?“ tanya Varez sambil menguap.
“Resya yang waktu itu kita ketemu di depan”
“Oh, bentar” Varez berjalan menuju meja nya ya g terhalang dinding.
Varez meletakkan map berisikan informasi semua tanpa terkecuali milik Resya, Alana sidikit kesal karna adiknya ini tak tau privasi orang dan asal mengumpulkan saja.
“Keluarga Pranadipa?”
“Ya, dia di usir saat umur 8tahun di tuduh oleh keluarganya terutama kembarannya Shilla Risya Pranadipa atau yang di kenal sekarang Veronica Caroline Pranadipa” jelas Varez,
Alana tau namun tak mengatakannya karna menghargai privasi Resya namun siapa sabgka adiknya ini terang-terangan mengatakan itu semua di depan abangnya bahkan di depan Galaxy tapi tindakan Varez tak salah juga.
“Kita jangan ikut campur urusan keluarga mereka! Terutama kamu, Alana” Davian berkata demikian karna dapat menebak isi pikiran Alana.
“Iya hehehehe”
...Tok tok tok...
“Permisi tuan dan nona muda, di depan ada teman-teman tuan muda”
“Ya” ujar Davian,
Galaxy diam saja sedari tadi entah apa yang ada di pikirannya mereka tak bisa menebak, Varez kembali ke kamarnya karna dirinya benar-benar masih ngantuk besok harus bangun pagi untuk sekolah.
Davian dan Galaxy pergi lebih dulu meninggalkan Alana, Alana melihat punggung Galaxy sedikit rasa bersalah namun dirinya juga tak bisa apa-apa.
“Bang Gala” Galaxy menoleh dan Davian juga.
“Ala mau bicara sama bang Gala” Davian pun melanjutkan langkahnya.
Galaxy menghampiri Alana yang masih di depan pintu ruang kerja mereka, Alana tersenyum manis ke arah Galaxy, Galaxy tau maksud dari senyum manis yang mana hati atau perasaan Alana sednag tak enak atau tidak tenang.
“Ala dukung apapun kemauan dan keputusan abang” sambil memeluk Galaxy,
Detak jantung yang berdetak normal saat ini dapat Alana dengar dengan jelas karna Alana menempelkan telinganya ke dada Galaxy.
“Abang gapapa, sekarang kamh tidur besok sekolah”
“Mau tidur sama abang” Galaxy terkekeh.
Mereka ini sudah remaja dan tau kalau cewe cowo itu tak baik di kamar yang sama namun berbeda dengan mereka karna Galaxy tak sebejad itu.
“Hmm” Galaxy menggendong Alana menuju kamarnya,
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...