
Malam minggu,
Mereka sedang berkumpul di markas Alderioz merencanakan keberangkatan sunmory besok pagi ke puncak.
“Pada tidur di sini lu pada?” Tanya Galaxy
“Iya Gal”
“Iya bang takut kesiangan”
“Makanan ntar beli di jalan aja kan?” Tanya Salah satu Anggota Alderioz
“Iya” jawab Davian
Setelah membahas rencana besok mereka semua fokus mabar dan lainnya bahkan ada yang main biliard karna markas Alderioz ini sangat besar dan mewah berlantai 2 . Awalnya markas ini adalah rumah yang di beli Kaila untuk anak-anak kalau saat pulang sekolah kecapean dan mau pulang terlalu jauh ke mansion.
Kadang Galaxy yang sering beristirahat tidur di hotel milik Wilasa dan Feli , Kaila yang merasa anaknya ini bakal di bilang aneh-aneh memilih membelikan rumah eh malah Davian dan Galaxy jadikan markas untungnya Kaila tak marah malah menyetujui kehendak anak-anak nya.
Galaxy yang lagi mabar tiba-tiba ponsel satunya bergetar.
...Alvarengil (calling)...
Assallamualaikum bang
^^^Apa Rez? Abang lagi main game^^^
Pulang kata mommy
^^^Dihh abang di Alderioz House^^^
Yaudah nanti aja pulang nya
Tapi beliin martabak keju ya
^^^Beli sendiri Rez udah besar juga!^^^
Abang gak sayang Varez?
Varez bilangin Daddy ya?
^^^IYA REZ IYA GUE BELIIN SEPULUH!!^^^
Lah ko ngegas
^^^Bac..^^^
Apa apa?
kasar bilang daddy!
...Panggilan berakhir...
( Alvarengil \= Alvarez tengil )
Galaxy mencaci maki game nya belum lagi Varez membuatnya kesal meminta nya pulang padahal baru jam 20.45 wib , Varez tak berani menghubungi Davian hanya satu alasan Varez, takut di banting Davian ngeri .
Di mansion...
“Bang Valez ayo main bola” ajak Alistier
“Kuyy kita minta uncle Jaz bukain pintu Aula” ajak Varez
Jadilah mereka berempat menuju aula besar di mansion, Alastair seperti bocil terbully yang cuman diam aaja melihat Abang dan adiknya saling menendang bola.
Alana yang tadinya di suruh jaga Tiga bocil itu sontak kaget karna adik-adiknya tak ada di lokasi atau tempat mereka bermain tadi.
“ALVAREZ! ALASTAIR ALISTIER!!” teriak Alana,
Para maid yang kaget mendengar teriakan Alana ikut panik dan menuju ruang tengah.
“Ada apa non?”
“Non kenapa?”
“Kenapa non?” Alana sontak kaget juga tiba-tiba para maid dan beberapa pengawal menghampiri nya.
“Bi Om Tiga bocil mana?” Sontak mereka slaing menatap
“Astagfirullh kemana tiga Aden” ucap bibi
Sebentar nona kita cek cctv”
Di cctv terliht tiga bocah itu bermain bola, Ralat hnya Alvarez dan Alistier yang bermain sedangkan Alastair hanya duduk saja.
Tapi ada yang aneh asal kalian tau, Varez dengan sengaja menjadikan Alistier sebagai kiper dan dengan sengaja menendang ke arah Alistier hingga terduduk walau tak kencang namanya anak kecil kan.
“Astagfirullah adek gue ternistakan” Alana langsung berlari ke arah aula
“Non Ala jangan lari-lari” peringat Para bdoyguard
“VAREZ ASTAGFIRULLAH!!” teriak Alana dan langsung menggendong Alistier
“Kamu apa-apaan si bang! Ade masih kecil di gituin”
“Dih dihh apaan Ka Ala iih, Varez sama Tier bercanda aja kan?”
“Bercanda bercanda, Ka Ala telpon abang Dav ya?”
“Ka Ala ko gitu! Tau ah Varez males” beranjak meninggalkan mereka
“Ade juga! Kenapa mau di gituin sama abang nanti kalo luka malah Ka Ala yang di marahin”
“Kan udah Tail bilang jangan main bola!” Alastair ikut mengomporii
Sedangkan Varez? Sudah ke kamar nya tentunya bermain dengan ikan ****** yang di belikan Gala kemarin, Ikan ****** miliknya mati karna di kasih makan nasi.
...🌚🌚🌚...
Alderioz semuanya sedang bersiap berangkat menuju puncak tempat mereka akan refreeshing otak.
Awalnya Kaila tak membolehkan Alana ikut namun Arion mengatakan semua akan aman dan terkendali karna akan ada pengawal bayangan untuk menjaga anak-anak Kaila pun setuju, Alana satu motor dengan Galaxy.
Davian yang memimpin jalan di depan, Di posisi kedua sisi kanan dan Kiri adalah Galaxy dan Arga, Posisi ketiga Sam dan Abi ,posisi keempat Ucup dan Bale. Sisa nya anggota Alderioz di belakang.
Di waktu yang sama...
“Tair Tier mumpung gak ada abang sama kakak! Ayo ikut Abang” Ajak Vare
Varez menggandeng kedua adiknya ini menuju kamar Alana entah apa yang sedang di pikirkan Bocah tengil satu ini sampai mengajak kedua adiknya .
“Duduk” titah Varez
“Mau apa bang?” Tanya Alistier
“Duduk udah” keduanya pasrah
“Kita main bajak laut, tapi harus di gambar” ucap Varez lagi.
Varez mengeluarkan semua alat make up Alana,
mulai mengaplikasikan make up ke wajah Alastair lalu Alistier.
Kemana Kaila? Kaila duduk di ruang keluarga seraya mengecek file-file seperti biasa sedangkan Arion si ruang kerjanya tak ada hari tanpa libur padahal ceo nya.
“Nanti di malah Ka Ala gimana?” Tanya Alastair
“Enggak pura-pura gak tau aja”
“Ka Ala kan pintel pasti tau kalau bang Valez yang lusakin pupul nya” ucap Alastair lagi
“Duhh bocil diem aja ya, kalo banyak omong nanti jelek” Alastair pun langsung diam, sedangkan Alister sibuk dengan lipsbam Alana yang sesekali di coret nya ke muka bukan bibir.
Kaila masih belum sadar kalau tiga little Devil ini hilang dari pengawasannya. Arion turun ke bawah untuk menghampiri Kaila.
“Honey” teriak Arion sudah biasa terjadi ketika Arion berjauhan dengan pawangnya maka akan berteriak mencarinya.
“Aku di sini” balas Kaila dengan teriak
Arion langsung memeluk Kaila dan memberikan kecupan kasih sayang.
“Nanti di liat anak-anak by” ucap Kaila
“Gak ada anak-anak” Arion terus mengecup pipi Kaila namun sedetik kemudian
“Heh? Gak ada? Lah ko?” Arion seketika panik
“Beneran gak ada!!” Ucap Kaila,
Kaila langsung menyingkirkan laptop dan berkas yang ada di depannya dan berlarian mencari ketiga anaknya yang masih kecil tersebut.
...🌚🌚🌚...
“Ala cape” Galaxy langsung berjongkok agar Alana naik ke punggungnya
“Hati-hati” peringat Davian
Mereka sudah tiba di Villa milik keluarga Nelson namun tentunya hanya anggota inti saja yang tau kalau Villa tersebut milik Arion dan Kaila.
“Anjaiii sejuk banget gila!! Untung jalanan tadi gak macet” ucap Ucup seraya membuka pintu belakang yang mana menampilkan View kolam renang juga kebun teh yang sangat luas
“Bi Abi fotoin gue dong mumpung masih ganteng” ucap Ucup lagi.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...JANGAN LUPA SPAM KOMEN!!...
...Y**...