
...Welcome back with meeeeeeee….....
...Apa kalian senanggg?? Tidak aduh giman nih pada gak seneng! Bentar lagi bakal 100 bab ini mau kita end di bab keberapa? Biar gak banyak kan wkwkw, tapi sayang banget gak si kalo end? Iyakann huhu ...
...Kalian dah pada follow belum ig nya?...
...Kalo udahhh makasih banyak yaa, itu kalian di situ bisa curhat atau apa gitu mutualan lah wkwk oh iya menurut kalian ceritanya akhir-akhir ini gimana?...
...Harus opening tapi bingung opening gimana:) ...
...Jangan lupa like dan komen ya! ...
...Share juga dong biar makin banyak yang baca dan semoga terus betah kalian dengan cerita ini....
...Apa yang mau kalian bilang ke ? ...
...The little devils?...
...Atau ke ...
...Kesayangan tuan muda mafia?...
...Coba deh aku tanya apa yang buat kalian tertarik awalnya baca kedua cerita ini?...
...Aku penasaran, dan juga tau dari mana? Kek lewat gitu aja atau kalian cari? Atau ada rekomendasinya?...
...Yuk kasih tau aku! Aku kepo tauuuuu!!...
...Paste opening sebelum nya aja ya!!...
...Biar gak cape aku wkwkwkwkwkwk...
...
...
Davian dan Galaxy berada tak jauh dari lokasi musuh mereka masih duduk santai di taman sambil menikmati cemilan.
Anak buahnya sudah menandai atau meletakkan beberapa penyadap dan bom di dekat gedung caffe dan bar itu juga sebagian ada yang jadi pengunjung caffe tersebut untuk memantau situasi.
“Lo dah liat belom? Alana dan Cowo trending di twet” tanya Galaxy.
Davian langsung membuka ponselnya dan benar saja ada banyak foto Alana dan Harsa di sekolah bahkan ketika Alana bertengkar saja ada di twet an itu terlihat banyak yang membela Alana untuk menghajar Dhita.
“So? (Jadi?)” tanya Galaxy lagi ke Davian.
“Cepat selesaikan urusan di sini” Galaxy terkekeh,
“Tuan putri kita sudah mulai menunjukkan sisi lainnya” ujar Galaxy.
“Gue takut dia lepas kontrol” Davian takut jika Alana lepas kontrol dan membunuh seseorang.
Ah tidak tau saja kalau Alana sudah membunuh satu orang untuk pertama kalinya, biasanya hanya melukai orang itu dengan cukup parah tapi kali ini Alana berhasil membunuhnya.
“Malaikat berkedok” Ucap Galaxy, Gqkaxy sering mengejek Alana seperti itu karna memang kadang Alana bak malaikat yang berhati mulia namun bisa juga menjadi malaikat pencabut nyawa tanpa rasa kasian.
“Prince semua sudah siap” Davian dan Galaxy saling pandang.
“Sebelum memulai kita berdoa menurut agama dan kepercayaan kita masing-masing” ujar Galaxy memerintahkan seluruh anggotanya.
Setelah selesai berdoa, Keduanya berjalan di bahu jalan menuju caffe dan bar itu jika mereka sudah berada di depan caffe itu maka listrik semua akan padam.
“Matikan”
Seketika listrik padam kota Paris yang tadinya terang kini menjadi gelap. Galaxy dan Davian masuk ke dalam dengan santai karna sepuluh anak buahnya sudah lebih dulu membukakan jalan.
“HIDUPKAN LAMPUNYA!!”
“ADA APA INI”
“AH TOLONG GELAP”
“LAMPU NYA WOY!!”
“SIAPA YANG DORONG-DORONG”
“Perketat keamanan” perintah Carlon terdengar.
Sekitar sepuluh menit lampu kembali nyala seperti awal, Davian dan Galaxy duduk di table bar itu. Seperti tak terjadi apa-apa Carlon berjalan masuk kembali ke ruangan nya namun sebelum itu Galaxy menembak salah satu pengawalnya dengan pistol kedap suara.
...DEEP...
...BRUKK...
“Sialan penyusup!!” Bodyguard semua mengawal Carlon,
“Refuge interessant (persembunyian yang menarik)” gumam Galaxy,
Saat lampu mati tadi Galaxy sudah menyuruh anak buahnya untuk mengeluarkan para perempuan yang ada di dalam sini karna mereka hanyalah perempuan yang bekerja untuk sehari-harinya kalau para laki-laki Galaxy tak tau itu musuh atau orang biasa jadi di biarkan saja di dalam.
“Mau kemana Sir” tanya Davian yang mana langsung membuat anak buah Carlon siaga.
“Lama tidak berjumpa setelah beberapa tahun” ucap Davian lagi.
Carlon yang memiliki riwayat terluka di bagian lengan dan kakinya tak bisa bergeray leluasa jika Davian atau Galaxy mendapatinya bisa saja dirinya di kalahkan saat itu juga. Tapi beberapa tahun ini Carlon juga sering latihan yang mana memiliki banyak keahlian.
...DOOORR...
...DOORRRR...
...DEEEEPP...
...BRUKKKK...
“jangan jauh-jauh!!” Galaxy entah kenapa ada rasa tak nyaman di hatinya jika Davian agak jauh darinya.
...DOOORRR...
...BRAKKKKK...
“Tutup semua aset kaburnya!!” Perintah Davian,
“Sniper fokus!!” Perintah Galaxy.
Timah panas saling beradu, karna ini markas musuh makanya lebih banyak dari pada anggota mereka yang ada saat ini bahkan beberapa anak buah Davian dan Galaxy sudah terkena tembakan dan di tarik mundur.
Suasana gaduh sangat berisik pecahan kaca dan suara tembakan terdengar jelas, Davian dan Galaxy masuk ke ruangan atau lorong yang di masuki Carlon.
“Fokus!” Galaxy mengangguk.
Lorong ini hanya ada sinar lampu berwarna merah mereka benar-benar memasuki markas musuh.
...DOOOR...
Satu tembakan hampir mengenai nereka berdua untungnya mereka cepat menghindar,
”Anak-anak sialan!!”
“Ucapan anda terlalu berat apa sudah siap mati” tanya Galaxy.
“Kalian tau? Sepertinya adik perempuan mu sudah tak bernyawa” Davian dan Galaxy mengerutkan keningnya.
“Ah apa adik mu yang cerdas itu tak memberitahu? Kalau aku mengirimkan pembunuh bayaran?”
“Anda tak berpikir kalau kami akan percaya kan?” ucap Galaxy yang membuat Carlon semakin kesal,
“Adik perempuan ku tak selemah yang anda lihat, dan adik laki-lakiku itu juga anda hanya tau luarnya Alvarez saja asal anda tau kenapa kami meninggalkan Alana dengan Varez karna Varez itu penuh kejutan dan kami percaya dengan adik laki-laki kami, Ah aku sepertinya banyak bicara”
Galaxy menghentikan ucapannya karna puluhan anak buah Carlon mengepung mereka dari depan dan belakang, Carlon sialan ternyata dirinya mengulur waktu untuk menunggu anak buahnya.
Davian matanya tetap fokus ke Carlon yang mana saat ini Davian mengontrol dirinya agar tak gegabah, mereka hanya berdua saja di dalam kepungan puluhan orang.
...DOOORR...
...DOOOOR...
...PRANGGG...
Suara tembakan lagi-lagi terdengar hingga membuat telinga berdengung, Davian dan Galaxy menghajar dan menembakki orang-orang Carlon.
...DOOOR...
“Akh!” Rintih Galaxy namun tak nyaring karna bisa mengacaukan konsentrasi Davian yang saat ini sednag mencari celah.
“Maaf terlambat prince” kini imbang anak buah Carlon dan anak buah mereka saling bertarung,
“Carlon kabur ke atas!!” Ucap Galaxy karna di lorong ini hanya ada cahaya warna merah membuat Davian tak sadar kalau Galax terluka.
“Sniper fokus! Gue gak peduli lo pada atau siapa saja yang membunuhnya!! Yang pasti kita harus membawa kepalanya untuk makanan serigala ku!!” Perintah Davian.
“Baik prince!!”
Davian berjalan lebih dulu menuju lantai atas yang di ikuti Galaxy dari belakang, Galaxy berjalan tertatih-tatih karna tembakan itu tepat di dekat hatinya dan pinggangnya, belum lagi bagian tubuh lain yang terkena pukul dan belati.
...DOOOR...
...BRUKKK...
Davian langsung berbalik saat melihat Galaxy yang terjatuh dengan raut wajah kesakitan, Davian menembakki orang-orang yang ada di belakang membabi-buta.
“GALA!!” Panggil Davian sambil fokus menembakki orang yang mendekati mereka, setelah semuanya tertembak barulah Davian mendatangi Galaxy.
“Gala!!!”
“Gal!! Tetap sama gue!!” Galaxy mengangguk dadanya sangat sakit timah panas sialan menusuk punggungnya.
Davian merangkul Galaxy sambil tertatih-tatih keduanya berjalan, dengan segala cara Davian coba untuk menutupi luka tembak di punggung Galaxy. Namun Davian tak tau kalau perut Galaxy juga terluka.
...BRUKKK...
Galaxy tak kuat lagi berjalan, Davian menangis benar-benar mangis melihat Galaxy terluka.
“Luka? Ini luka?” Tanya Davian kala mendapati basah di bagian perut sebelah kiri Galaxy.
“Sorry” Davian menggeleng kencang, nafas Gaalxy sudah tak beraturan.