The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 269



...WELCOME BESTIEEE🖤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!!...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...


...



...


Alistier berdiri sejajar dengan orang itu dan tanpa aba-aba langsung mencongkel mata itu tanpa menggunakan pelingdung tangan.


“Akhhhh!!!”


“Aaaaakhhhhhhhhh!!”


Suara teriakan itu mengganggu pendengarannya dan belati yang ada di tangan itu masuk ke dalam mulut dan langsung merobek ujung bibir kiri hingga mentok ke rahang.


“Kau berisik!!” Ucap Alistier sambil menarik mata kanan itu hingga keluar terlihat urat-urat syaraf yang menempel seperti tali keluar.


“Apa dia mati?” Tanya Alistie rkarna tak terdengar teriakan apapun lagi.


“Sepertinya pingsna tuan muda”


Sembilan belas orang yang ada di situ tak di biarkan mengalihkan pandangan dari temannya yang sedang menjadi bahan percobaan mutilasi oleh Alistier.


“Khookkkk khokhokkk” leher orang yang matanya di lepas Alistier itu terpotong membuat ringisan dan tangisan teman-temannya terdengar seperti alunan lagu di telinga Alistier.


“Apa kalian lapar?” Tanya Alistier lalu dirinya berjongkok,


Alistier menancapkan belati itu di dada orang tersebut yang lehernya sudah terpenggal, menarik belati itu turun hingga pusar atau udelnya lalu merobeknya dengan tangan sampai terlihat usus maupun organ dalam tubuh itu.


“Sepertinya uncle harus memesan pakaian untuk Alistier” Galaxy terkekeh,


Benar mereka harus segera memesan pakaian agar nanti selesai bermain bocah itu langsung mandi, kenapa? Karna dengan santai dia merobek perut orang itu menggunakan tangan di bantu belati agar lebih mudah alhasil bajunya penuh darah bahkan wajahnya juga terkena cipratan darah.


Jantung orang itu Varez ambil di letakkan di lantai terlebih dahulu lalu mengambil hati dan paru-parunya juga mebyisakan ginjal yang ada di dalam situ.


“Kalian belum makan kan?” Alistier memotong-motong organ itu untuk sekali suap'


“Lepaskan penutup mulut mereka”


Teriakan dan umpatan dari orang-orang utu terdengar bahkan tangisan juga, tak hanya ada pria di dalam ruangn ini tetapi ada perempuan juga karna memang sudah sangat di rencanakan penculikan itu.


“LEPASIN!”


“Saya mohon hikss lepasin saya”


“Tolong lepasin kita!!”


...BUGGG...


...BUGGG...


Gaalxy menendang leher orang-orang yang brusik itu membuat Alisiter memberikan teouk tangan karna abangnya benar-benar seperti psikopat, ah sepertinya Alistier tak sadar kalau diri juga seperti psikopat.


“Huekkk huekk uhukk uhukk”


...SREKKKK...


...KREAKKK...


“Akhhh!!!”


Tepat di area jantung Alistier menancapkan belati itu, orang-orang itu semakin histeris melihat satu persatu dari mereka mati.


“Kalau kalian menghabiskan semua ini akan ku bebaskan” ini yang di maksud Alistier adalah semua organ yang dirinya keluarga,


“Aku akan menjamin kehidupan kalian, itupun jika kalian menghabiskan semuanya” sambil menyeringai Alistier menendang pelan organ itu ke depan salah satu dari beberapa orang itu.


...Ting...


Galaxy mendapatkan pesan dari Alastair,


“Dek, kata Tair dia minta tujuh atau lima orang buat eksperimen racun miliknya”


“Oh okeyy” ucap Alistier tanpa menoleh karna maranya terfokus ke beberapa orang yang memakan organ itu dengan lahap namun sesekali hendak muntah.


Beberapa saat kemudian,


organ-organ itu habis tak lupa Alistier memberikan mereka minum, air putih bercampur darah segar yang sudha di racik sendiri oleh Alistier sembari menunggu orang-orang menghabiskan makanannya.


“Benar-benar iblis kecil yang tak memiliki rasa kasihan” ucap Wilasa,


Yaps, Wilasa di hubungi oleh Ares untuk segera ke markas agar menyaksikan bocah iblis part 2 yang mana berdarah dingin tak memiliki rasa kasihan dan sangat-sangat brutal.


“Tolong pulangkan kami”


“Kami ingin pulang!!”


“Lepaskan kami”


“Kami sudah memakan semuannya”


...SREEKKK...


...BRUKKK...


...SREKKKK...


...BRUKKKKK...


Sekali tebas menggunakan katana yang di pegang Galaxy kepala orang-orang itu langsung menggelinding di lantai tanpa bisa mengucapkan kalimat terakhirnya.


“Bang?” Tanya Alistier karna ini di luar rencananya.


“Davian sudah menghubungi kita harus pulang, sudah hampir malam”


“Ah begitu? Kalau begitu sampai berjumpa nanti” Alistier berucap sambil berjalan ke meja untuk meletakkan peralatan yang di bawanya.


...SREKKKK...


...BRUKKKK...


Galaxy memotong kepala dan bagian tubuh lainnya hingga terlepas dari tempat asalnya, benar-benar tak memiliki rasa kasihan semua anak Arion dan Kaila ini sepertinya.


“Biarkan mereka menikmati hidup sedikit lebih lama dulu” Alistier mengangguk paham ucapan abangnya.


Saat mereka keluar dari sel tahanan itu lagi dan lagi Alistier menatap Muthia yang sangat-sangat mengenaskan keadaannya.


“Ya! Jangan ke situ” ucap Galaxy namun Alistier si keras kepala seperti mommy nya ini tak menurut.


“Akckhhhh!!” Rambut Muthia di jambak oleh Alisiter,


“Ini makanan buat kamu” Alistier memberikan potongan sisa yang memang dirinya simpan u tuk Muthia.


“Matanya boleh buat Tier gak?” Tanya nya.


“No!! Dia milik Alana”


“Kalau begitu, jari jempol kakinya saja” Alistier menginjak kaki Muthia yang ada di dekat kakinya.


“Ayo mandi sebelum bau darah di tubuh kamu semakin menempel! Alastair tak menyukai bau itu!” Ajak Galaxy.


“Akhhhhhhh!!” Teriak Muthia lagi karna saat Alistier hendak pergi dirinya tak melepaskan sama sekali rambut Muthia jadilah tertarik saat Alistier berjalan.


“Kenapa kamu suka berteriak!!” Ucap Alisiter,


“Pita suaranya putus” sahut Galaxy,


“Wow!!! Apa Tier boleh membuat mainan Tier tak bersuara juga?”


“Lakukan semau mu”


Setelah itu barulah Alistier brsemangat pergi ke kamar mandi karna mendengar ucapan Galaxy boleh melakukan apapun semaunya, lihat saja nanti Alistier bakal menguliti leher mereka dan membakarnya seperti ayam panggang.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...