
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN PACAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
“Gimana Rez?” Tanya Aiden.
“Apanya?”
“Jadi gak?”
“Kemana?”
“Bodoh lo Ai, tinggal to the point aja ribet banget!!” Kesal Rey. Aiden malah meladeni kelemotan Varez.
Sebenarnya Varez tak lemot tapi otaknya sedang traveling entah kemana, melamun sedari tadi saat di ajak bicara hanya hah heh hoh seperti orang tolol.
“Yang kita bahas kemarin, membantu yang lemah”
“Oke, tapi cukup kita bertiga anggota nya gimana?” Tanya Varez,
“Ck, lo yakin?” Tanya Rey,
“Ya, banyak orang bikin repot”
“Lo udah bikin nama?” Tanya Aiden.
“Gue ada si kepikiran the king of dead atau demon dead” ucap Aiden lagi dengan semangat.
“Jelek” Varez langsung mematahkan semangat Aiden.
“Aodra gimana Rez?” Tanya Rey,
“Aodra?” Tanya keduanya bersamaan.
“Kemenangan dan kesuksesan”
“Three King Aodra, atau 3KA” ucap Varez.
“Itu aja?” Tanya Rey yang langsung di angguki Varez.
Mereka pun bertos lalu kembali ke kelas setelah memutuskan nama geng mereka, Three King Aodra ada untuk membantu yang lemah dan yang membutuhkan mereka siapapun itu.
...🌑🌑🌑...
...PRANGGGGG...
Alana langsung terduduk lemas di lantai bahkan abang-abangnya juga seketika melemas, mereka sedang berkumpul di ruang keluarga tanpa Varez karna sedang berada di luar.
Kapal pesiar yang di naiki orang tuanya untuk menikmati liburan berdua tenggelam akibat perampok, banyak korban jiwa dan banyk yang belum di temukan apakah masih hidup atau tidak masih belum ada yang tau. Karna letak tenggelam sangat jauh dari daratan dan terletak di tengah lautan.
“GAKKKKK!! INI BOHONGGG KANN!!” Alana berteriak histeris sambil menepuk-nepuk dadanya.
“KERAHKAN SELURUH ANGGOTA SEGERA!!!” Teriak Davian.
...DRTTTTTTT...
...DRTTTTTTT...
Panggilan dari grandpa, grandma, uncle dan aunty semuanya menghubungi mereka namun tak ada yang menjawabnya.
Galaxy memeluk Alana menenangkan, benar-benar hal tak terduga padahal mereka sangat menikmati suasana damai saat ini tanpa ada gangguan apapun.
“Pesawat sudah siap tuan!”
...BRAKKKK...
Mereka semua terfokus ke pintu yang di buka sangat kasar terlihat Varez yang masih memakai helm nya masuk ke dalam sambil melepaskan helm, matanya mencari jawaban dari setiap ekspresi kakak-kakaknya.
“Ini beneran?” Tanya Varez gemetar.
“Ini bohong kan?”
“JAWAB VAREZ BANG!!!”
...PRANGGGGG...
“VAREZ TENANG KAN DIRIMU!!!” Ucap Davian,
“Semua bohong kan? Mommy daddy gapapa kan?”
“Bersiap kita akan ke lokasi” bisik Davian.
“Tuan, ada tuan Wilasa dan Ares di depan” lapor penjaga.
“Ya”
Wilasa dan Ares masuk langsung melihat pemandangan yang tak mengenakkan di mana pra keponakannya menangis apalagi Alana sampai pingsan dalam pelukan Galaxy.
“Semua akan baik-baik saja boy, mereka pasti selamat karna banyak pengawal menjaga mereka. dan mereka bukan orang lemah” ucap Ares sambil menepuk-nepuk bahu Davian menguatkan.
“Uncle, bisa kami meminta tolong untuk menjaga Alana dan twins juga Var...” Varez langsung memotong ucapan Davian.
“Varez akan ikut”
“Gimana uncle?” Tanya Davian.
“Serahkan itu semua ke kita, dan kami menunggu kabar baik dari kalian. Ah jangan lupa hubungi grandpa dan grandma kalian saat di perjalanan”
“Tentu”
Di waktu yang sama,
Dubai. Harsa baru selesai makan malam bersama kedua orang tuanya bahkan masih berada di meja makan.
“Kapal pesiar ternama di bajak dan tenggelam di tengah lautan luas, korban jiwa masih belum dapat di ketahui blablabla”
“Uhukk-uhukk” Harsa tersedak minumannya.
“Orang tuan Alana!” Batin Harsa,
“Ayah, kerahkan anggota kita untuk membantu pencarian korban yang belum di temukan”
“Untuk apa? Apa ada orang penting di sana?”
“Ya ada, orang tua dari perempuan yang ku cintai”
“Apa maksud mu, putraku!!” Ucap ibu Harsa,
“Bunda! Tak perlu berdebat sekarang! Yah Harsa harus pergi” Harsa bergegas pergi.
Sejak dirinya mendengar berita itu Alana sudah tak dapat di hubungi, Harsa sangat gelisah takut terjadi apa-apa dengan Alana.
...🌑🌑🌑...
Ketiga putra Arion berada di atas kapal tempur milik Australia, bagaimana bisa? Kapal ini bisa di bilang milik keluarga Nelson karna andil dalam pendanaan.
“Bagaimana keadaan Alana?” Tanya Galaxy di telpon.
“………”
“Ah sudah ku duga, jangan biarkan orang luar mengetahui kondisi Alana. Tolong jaga adik-adikku uncle”
“.........”
“Kami masih di dermaga”
“..........”
“Davian sedang berbicara dengan kapten, dan menyusun strategi pencarian lokasi para perampok itu. Dan tentunya prioritas adalah daddy dan mommy”
“..........”
“Ya sampai nanti”
Varez sedang duduk di ujung kapal sambil menatap lautan luas, percayalah Varez duduk saat ini sambil mengelus belati keramat miliknya. Sedari tiba Varez tak berbicara apapun. Aura membunuhnya sangat jelas terlihat dari tatapannya. Yang mana tandanya Varez benar-benar marah sampai tak bisa mengontrol aura membunuhnya.
“Kontrol emosi lo!” Ucap Galaxy,
“Why? (Kenapa?)” singkat Varez.
“Nurut! Bagian lo eksekusi nanti”
“Mommy daddy masih hidup kan?” Galaxy yang tadinya menatap lautan langsung menatap punggung Varez,
Adiknya yang ini memang selalu bersama Kaila sedari kecil walau mereka juga dekat tapi yang lebih dekat itu Varez.
“Ya mereka bukan orang lemah, mereka King and queen dark yang sangat di takuti di manapun” Galaxy sebisa mungkin membantu mengintrol emosi Varez.
Kalau Varez tak bisa mengontrol emosinya dan ada yang memancing emosinya semakin dalam percaya atau tidak dia akan menjadi pencabut nyawa versi manusia bukan malaikat maut.
“Kita ganti kapal” ujar Davian.
“Jetski sudah di siapkan, kapal berkecepatan tinggi juga sudah di siapkan untuk keberangkatan” ujar Arlan.
“Segera berangkat!” Ucap Davian.
Mereka turun dari kapal tentara, saat sedang menyusun strategi tadi Davian mendapat kabar dari Arlan kalau ada tanda sinyal dari alat pelacak yang ada di salah atu orang tuanya. Dan mungkin saat ini keduanya dalam bahaya karna sinyal itu memancarkan warna merah.
“Helikopter ikuti di belakang!” Perintah Davian.
Setelah mereka Davian berangkat barulah para tentara dan tim sar bernagkat juga. Mereka tentara dan yang lain menuju lokasi kapal tenggelam menyusul yang lain sudah berangkat sedangkan Davian dan adik-adiknya berlawanan arah perginya.
“Sekitar dua jam dari sini untuk sampai ke lokasi tuan dan nyonya” ucap Josky
“Berganti ke helikopter!” Ucap Davian,
“Lo naik heli gue naik jetsky” ucap Galaxy.
“Okey”
Varez memilih naik jetsky seperti Galaxy, mereka berbalapan agar tiba di lokasi yang Arion berikan. Senjata sudah di siapkan semua bahkan sniper tentunya sudah di siapkan. Sekitar dua jam lebih mereka tiba di pulau terpencil sangat jauh dari lokasi terjadinya kecelakaan itu,
“Berpencar dan jangan sampai terluka!!” Perintah Davian.
Davian berjalan walau hari sudah gelap, mereka benar-benar tak menyerah apapun yang terjadi besok mereka harus mendapatkan dan memberikan kabar baik.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...