
Ketiga perempuan itu sedang santai di caffe, tentu ketiganya tak cuman cantik dan good etitud juga pastinya good rekening walau tak terlihat langsung tapi dapat terliht jelas dari barang dan kendaraan yang mereka gunakan.
“Mata lo santai dong, cowo lo yang keganjenan liatin kita malah kita yang lo labrak” kesal Dara karna sedari tadi mereka di tatap para cowo yang sudha memiliki pasangan.
Dan alhasil ada yang berani melabrak ketiganya di tempat, tentu Dara tak terima padahal mereka sedari tadi fokus membahas apa gibahan mereka yang tak lain tak bukan adalah kedekatan Alana dengan Beomgyu TXT.
“Maaf nona muda” Alana memijit pelipisnya memang pelayan di caffe ini suka sekali kelepasan memanggil dirinya. Alana mengibas-ibasnya tanganya tand ameminta pelayan tersebut pergi.
“Sudah Dar, gosah di ladenin cewe nya mah kalah jauh sama lo” ujar Clarita.
“Kesel aja gue!”
“Besok lo pada mo ikut ke kebun milik bonyok gue gak?” Ajak Alana mengalihkan pembahasan.
“Kebun apa Al?” Tanya keduanya bersamaan.
“Stroberi, apel si yang dominan”
“Mau-mau!!”
“Tapi bareng anak-anak Alderioz sama adek-adek gue”
“Bonyok lo masih belum pulang?”
“Belum, mommy mau mastiin keadaan oma dulu sampe benar-benar sembuh”
Keduanya kembali mengobrol biasa, tanpa terasa hari sudah semakin malam dan Alana harus pulang kalau tidak antara tiga maung nya ini akan menerornya terus menerus.
“Ntar gue jemput” ujar Alana,
“Okeyy, see u besok girl” Clarita dan Dara satu mobil karna jalur rumah mereka searah.
Alana awalnya sudah masuk ke dalam mobil namun keluar lagi kembali ke caffe milik orang tuanya itu, tentu para pekerja belum ada yang pulang. Alana mengecek pemasukan mingguan dan harian.
“Lain kali kalo saya bersama temaniteman saya panggil seperti pelanggan lain” perintah Alana.
“Baik nona muda”
“Gajih bulan ini udah masuk?” Tanya Alana.
“Belum nona”
“Kirimkan nama dan no rekening kalian ke grub”
“Baik nona muda”
“Pemasukan hari cukup meningkat, besok kalian libur kembali bekerja senin jam seperti biasa”
“Waahh terima kasih bos”
“Terima kasih nona” ucap mereka seraya bertepuk tangan.
“Sudahlah, kalian bisa pulang setelah ini dan beristirahat” Alana beranjak pergi.
Baru saja hendak keluar Alana melihat dari arah berlawanan tentunya dari arah parkiran mobilny ada beberapa orang yang mengecek mobilnya,
“Kalian diam di tempat! Jangan sampai bersuara atau bertindak gegabah!” Mereka panik mendengar ucapan Alana.
“Kenapa bos?”
“Perlu lapor polisi?”
“Ada apa bos?”
“Sttt, kalian tetap di ruangan ku! Terus berada di area yang terlihat di cctv!” Peritah Alana.
Beberapa orang berpakaian serba hitam tentu Alana tau mereka itu siapa, pembunuh bayaran begitulah yang Alana tau saat ini. Beberapa orang itu menuju ke arah caffe.
“Kalian jangan ada yang keluar! Kalau keadaan genting, aku akan memberikan kode untuk kalian pergi dari sini segera” mereka hanya mengangguk.
...DOOOORRRR...
...DOOOORRRR...
...DOOOORRRR...
Alana langsung menekan tongol urgent di jam tangannya yang mana tentu mau itu abang dan uncle juga anak buah BBBD pasti langsung dapat notif tersebut.
Beberapa saat sebelum Alana menekan tombol urgent itu di rumah..
Davian, Galaxy, Varez dan twins sedang rebahan di ruang keluarga seraya menonton film disney tentu action.
Jam tangan mereka semua langsung berbunyi dan mengeluarkan cahaya merah di layar jam tersebut.
“Cek siapa yang dalam keadaan darurat!!” Perintah Galaxy,
“Ka Alana!!” Ujar Varez karna sedari Alana berangkat Varez sudah melacak keberadaan kakaknya itu.
Seperti ada firasat akan terjadi hal seperti ini makanya Varez tak lepas dari tablet miliknya itu. Bahkan Varez meretas kamera cctv di caffe itu. Caffe yang di datangi Alana ini Varez tau kalau itu milik keluarganya namun resto dan bakery milik Kaila tempat dirinya biasa beli cake itu Varez tidak tau.
“Perketat penjagaan di rumah! Rez jaga twins” perintah Galaxy.
“Tentu bang” Davian dan Galaxy langsung bergegeas menuju ke tempat Alana.
Ponsel Davian berdering..
...Drttt...
...Drttt...
...Drttt...
...Daddy(calling)...
“Ada apa? Apa yang terjadi?”
^^^“Daddy tenang aja, semua akan selesai ^^^
^^^Dengan cepat “^^^
“Daddy minta klarifikasi dari kalian nanti”
“Jaga princes dan adik-adik mu Dav!”
“Daddy percaya dengan kalian!”
^^^“Baik dad, terima kasih”^^^
...Panggilan berakhir...
Mereka menuju lokasi caffe tersebut dengn kecepatan di atas rata-rata Galaxy benar-benar ingin menemui Allah sepertinya dengan kecepatan seperti ini jika sedikit saja salah dalam mengerem atau apapun itu bisa membuat mereka pindah alam saat itu juga.
Tentu Davian tak takut bahkan sedari berangkat tadi Davian mengecek ponselnya melihat keadaan Alana dari cctv yang dirinya retas sesaat setelah keluar gerbang.
...CHITITTTTTTTT...
Bunyi ban mobil sport Davian yang hasil menang taruhan memang tidka mengecewakan. Terlihat Alana sudah terengah-engah melawan sepuluh orang tersebut bahkan bertambah lima sepertinya.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
HALLO BESTIEEE
GIMANA DENGAN CERITANYA?
Maaf ya kalo makin hari makin jelek😭
...WOYYY...
...BENTAR LAGI ULANG TAHUN KUUU🙂...