The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 45



Ketiga anak Kaila sudah bermaafan bahkan dengan Kaila pun mereka minta maaf membuat mommy nya marah adalah kesalahan yang besar bagi mereka.


“Abang masih mau urus Ala kan?” Tanya Alana pelan takut-takut.


“Iya, tapi kalo Ala gak nurut abang lepas tangan gak mau ngurus Ala, Varez” ujar Galaxy.


“Ko Varez di bawa-bawa juga? Kan Varez gak tau apa-apa”


“Sudah-sudah bang makin panjang nanti, ayo pulang sudah malam ade kalian lagi gak enak badan” mereka mengangguk.


Galaxy memberikan salah satu atm nya untuk anak buah yang ada di markas yang mana mereka sudah di hajar habis-habisan sampai pingsan oleh Galaxy, untuk bertanggung jawab ya dengan cara seperti ini saja yang Galaxy bisa tentu dirinya akan meminta maaf secara langsung jika mereka sudah pulang nanti.


“Uncle sekalian maafin Gala ya” seray membungkuk sedikit badanya.


“Anu ah tuan muda tidak apa-apa kita cuman latihan hehe”


“Iya tuan muda tidak apa-apa”


“Anggap latihan aja tuan muda” panik mereka melihat Galaxy yang membungkuk.


...🌑🌑🌑...


...BUKKKKKK...


...BUKKKKKK...


...BUKKKKKK...


“Varez bangun Rez!!”


“ALVAREZ!!”


...BUKKKKKK...


...BUKKKKKK...


“Ya allah tidur atau maninggoy ni anak!!”


“VAREZZZZ!!!” Galaxy berteriak sangat kencang saking kesalnya.


”tinggalin aja bang kalo gak bangun! Udah telat ini” ujar Alana.


Davian tak ada karna mengantarkan orang tuanya ke bandara sangat mendadak karna Oma nya dari Kaila sakit makanya buru-buru mereka berdua berangkat.


Sebenarnya anak-anak ingin ikut tapi kata Kaila merek baru saja hadir di sekolah tak mungkin ijin lagi, jadi mereka tak ikut twins saja di tinggal.


Twins menangis di tinggal Arion dan Kaila tadi jam 5 keduanya ikut Davian mengantarkan kedua orang tuanya ke bandara.


“REZ!!”


...BUKKKKK...


...BUKKKKK...


...BUKKKKK...


“Apa bang” lirih Varez.


“Bangun sekolah” Galaxy sudah tak ngegas lagi bicaranya.


“Badan Varez gak enak” Galaxy mengerutkan keningnya dan Alana langsung mengecek kening Varez. Benar saja badan Varez sangat panas.


“Ke rumah sakit mau gak?” Varez menggeleng.


“Ya makanya ke rumah sakit ayo!”


“Nanti di suntik hiks gak mau sakit”


“Ya elah Rez! Giliran nembakin rudal 2 gak mikir ini cuman di suntik mikir-mikir” ejek Galaxy biar Varez mau di suntik.


“Gendong” Galaxy berjongkok biar Varez naik ke punggungnya.


“Ala hubungin bang Dav” Alana mengangguk.


Saat mereka hendak menuju pintu garasi Davian datang sambil menggendong twins yang mana umur keduanya sudah lima tahun kebayang gak berat mereka gimana namun Davian dengan santai menggendong mereka.


“Kenapa?”


“Badan Varez panas banget demam dia” ujar Galaxy


“Masukin mobil gue aja, lo pada ke sekolah gue yang jaga gantian”


“Tapi bang?” Alana tak tega membiarkan abangnya menjaga ketiga adiknya sekaligus.


“Gapapa, kalian kan ada ulangan hari ini” mau tak mau mereka mengangguk.


Mereka berpisah di depan gang, Davian yang ke rumah sakit dan Galaxy juga Alana ke sekolah. Davian melirik ke samping dan belakang memastikan kalau ketiga adiknya tidak kenapa-kenapa.


Setiba di rumah sakit...


Varez langsung di tindak lanjuti, Zainisa yang langsung turun tangn sebenarnya bisa saja tadi dirinya yang ke rumah saat Davian memberi kabar Varez sakit tapi kata Davian dirinya sudah hampir sampai.


“Arion sama Kaila udah berangkat?” Tanya Zainisa


“Udah Aunt, Twins gak di ajak?” Saat mendengar kata twins Davian baru ingat kedua adiknya itu sedang di dalam mobil.


“Anu di mobil” habis berucap Davian berlari menuju lobby rumah sakit yang mana mobilnya berada.


“Huft untung gapapa” Davian langsung membuka strollers twins.


Varez di pasangkan infus, Zainisa masih memastikan apakah cuman demam atau gejala DBD karna terlihat dari keluhan dan lengan Varez saat di suntikkan obat timbul bintik-bintik merah.


Di waktu yang sama...


keduanya baru saja tiba di sekolah, jam pelajaran sudah di mulai sedari tadi karna sekarang sudah menunjukkan pukul 08.45 mereka baru saja tiba di sekolah.


Karna gerbang tak di tutup memudahkan mereka masuk ke dalam tanpa harus berdebat dulu dengan satpam.


“Varez gapapa kan bang?” Alana sedikit gelisah karna tak bisa menemani sang abang dan adiknya di rumah sakit.


“Tenang aja” keduanya pun menuju kelas masing-masing tapi sebelum itu Galaxy mengantarkan Alana ke kelasnya terlebih dahulu.


Pelajaran di mulai seperti biasa untung keduanya tak di hukum karna terlambat, Galaxy mengerjakan tugasnya secepat yang dirinya bisa agar bisa menghuhungi Davian.


Kedua orang tuanya tak mereka kasih tau kalau Varez masuk rumah sakit takutnya mereka malah yang sakit memikirkan keadaan sekarang.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...BTW KALIAN PA KABS NICH?...


...UDH RAJIN UP KAN AKOHH WKWKWK...


JADII


GPP G JDI HEHE**