
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
Alana merebahkan kepalanya di atas meja kepalanya sedikit pusing padahal tak ada kegiatan Laana selama libur dua hari itu.
“Al lo gapapa?” Tanya Clarita,
“Gapapa”
Resya baru saja datang, Apana tak berminat sedikitpun dirinya lebih memilih menidurkan matanya kepalanya pusing sangat pusing.
Jam pelajaran pertama dimulai,
Alana masih dalam posisinya tertidur nyenyak tanpa memperdulikan sekitar.
“Alana!!”
“Al woy Alana!!” Ujar Dara karna Alana di panggil guru.
“Hmm?”
“Bangun!! Bu guru sadar lo tidur!!”
Alana duduk seperti yabg lain kepalanya juga masih pusing, tidur bukannya membuat kepalanya lebih enakkan malah sepertinya semakin parah.
“Alana pucet banget”
“Dia sakit?”
“Badannya putih di tambah pucet makin gak normal putihnya”
“Heh nanti Alana denger!”
“Alana, kamu sakit?” Alana menggeleng.
“Kamu pucat sekali”
“Gapapa bu emang kaya gini” bohong Alana,
Guru pun melanjutkan pelajarannya, Alana kembali melengkupkan kepalanya di atas meja sampai pelajaran selesai.
“Resya ada yang nyari lo di tunggu di taman” Resya menoleh ke arah Alana dan kedua temannya.
“Iya aku ke sana”
Kepala Alana sangat pusing dirinya membuarkan Resya pergi dan Alana bersama kedua temannya pergi ke kantin lebih dulu.
“Gue pusing banget” ujar Alana,
“Lo sakit mending ke uks aja”
“Lewat lapangan aja dari pada muter” ujar Alana yang ingin menuju kantin.
Baru saja dua langkah di lapangan dan Alana terkena panas matahari tiba-tiba darah segar dari hidungnya keluar mengenai seragam putihnya.
“Lo mimisan Al!!” Alana memegangi hidunya dan sedikit berlari kecil namun baru saja berlari penglihatan Alana buram dan,
...BRUKKKK...
Alana pingsan di tengah lapangan keda temannya panik bingung harus bagaimana sedangkan di kelas Galaxy.
Baru saja Galaxy keluar dari kelas melihat pemandangan di tengah lapangan Alana tergeletak pingsan tanpa pikir panjang Galaxy melompat dari lantai dua ke bawah.
“Gila Galaxy nyari mati”
“Eh!! Eh itu!!” Mereka yang lain pun buru-buru turun dan pergi menghampiri tiga perempuan di tengah lapangan.
Galaxy bergegas membawa Alana ke uks, wajah Alana semakin pucat membuat Galaxy panik dirinya tak bisa membiarkan Alana kenapa-kenapa.
“Kenapa si ni anak!!” Gumam Galaxy sambil menggendong Alana.
...BRAKKKK...
“Kenapa bisa berdarah!” Tanya guru itu,
“Gak tau bu, dari pelajaran di mulai muka nya udah pucet trus waktu jalan di lapangan mimisan dan pingsan” jelas Clarita,
“Sepertinya dia kelelahan” ujar guru itu setelah mengecek keadaan Alana,
“Pasti ni anak gak tidur dari kemarin!!” Batin Galaxy
Galaxy mengambil ponsel Alana membuka nya tanpa ijin dan mengecek history drama Korea yang di tonton Alana, dari atas sampai bawah kira-kira ada sekitar 30 drama berdurasi satu jam lebih dan itu baru saja di tonton Alana sejak kemarin.
Galaxy memang mengecek ponsel Alana tanpa ijin tapi Galaxy hanya membuat aplikasi streaming drakor dan film Alana saja tak membuka chat ataupun galeri seperti layaknya seorang pacar biasanya.
“Kan gue bilang!!” Gumam Galaxy,
“Kenapa Gal?” Tanya Dara kepo,
“Begadang dia dua hari satu malam streaming drakor!!”
“Ah anak ini” ujar Dara menggeleng tak habis pikir.
“Gue tutup juga ni aplikasi” ujar Galaxy geram,
Mereka sedikit lega karna Alana baik-baik saja, Galaxy membeli seragam baru untuk Alana di Tata usaha, teman-teman yang lain Galaxy suruh kembali ke kelas atau ke kantin terserah mereka.
“Alana” kaget Resya setelah mendengar kalau Alana pingsan dari salah satu anak yang sedang membucarakan Alana.
“Dia tidur” ujar Galaxy,
“Ah syukurlah Alana gapapa”
“Pipi lo kenapa?” Tanya Galaxy
“Eh? Pipi aku masih keliatan ya” batin Resya,
Saat di taman sekolah tadi yang menenui Resya adalah Mamahnya bersama Olin, Olin menghubungi mamahnya sambil menangis dan berkata kalau Resya membullynya padahal Resya tak bertemu dengan Olin tadi pagi dan mereka baru selesai kelas.
Namun Resya tak bisa berkata apa-apa karna kalau dirinya melawan dia akan durhaka ke orang tua dua kali tamparan dan caci maki dari sang mamah membuat Resya semakin bungkam.
“Olin jahat!!! Aku bakal balas kamu aku benci. Sama Olin!!” Batin Resya sambil berjongkok menangis setelah di tinggal pergi dua orang jahat di hidupnya.
“Ah gapapa ko”
“Oh”
Galaxy seketika bersikap dingin ke Resya bukan tanpa alasan tadi pagi saat hendak berangkat Alana masuk ke kamarnya bertanya apakah dirinya suka dengan Resya. Dan bodohnya Galaxy tak sadar kondisi Alana saat itu yang pucat.
“Lo suka sama Resya?”
“Kenapa lo nanya gitu?”
“Jujur sama gue!”
“Gak tau gue”
“Gue tau lo sering anter Resya balik makanya tiap malam lo keluar dengan alasan bermacam-macam, lo suka sama Resya”
“Maybee (mungkin)”
“Gue emang gak berhak larang lo buat suka atau pacaran sama siapa aja termasuk Resya, tapi gue mohon sama lo jangan khianatin Allah! Gue sayang sama lo dan gue gak mau hal itu terjadi”
“Ya princess”
“Lo sama dia beda keyakinan, kalaupun salah satunya rela pindah menurut gue gak pantes tapi kembali ke diri lo maupun pasangan lo nanti. Jadi gue mau lo cari cewe yang seiman biar ending di akhir lo bahagia tanpa harus bimbang karna keyakinan kalian beda”
Setelah berucap seperti itu Alana pergi tanpa sarapan bersama hanya makan sandwich di mobil sambil berangkat.
Back to topik..
Resya sedikit gugup di depan Galaxy setelah apa yang di lajukan Galaxy yang mana megantarnya pulang setiap hari atau mengantarkannya bekerja.
Alana sudah sadar namun dirinya memilih memejamkan matanya, maaf jika dirinya egois meminta Galaxy seenaknya tanpa memikirkan perasaan keduanya tapi hanya itu yang bisa Alana perbuat agar tak banyak kecewa terutama Kaila mommy mereka.
“Aku balik kelas dulu”
“Ya”
Resya melirik Galaxy sekilas namun Galaxy tak menatap Resya sedikit pun setelah menanyakan keadaan pipinya, Galaxy hanya fokus ke Alana dan sesekali mengelusnya.
“Gak boleh cemburu gak boleh!! Alana utu malaikat penolong aku gak boleh!!” Batin Resya sambil pergi keluar ruang uks.
“Bangun lo! Jangan pura-pura tidur!!” Galaxy masih kesal dengan aplikasi streaming drakor Alana.
“Apa si orang lagi tidur juga!!”
“Tidur-tidur!! Gosah tidur lo sampe tahun depan!! Nonton drakor aja sampe mampus!! Gedeg gue!! lama-lama tutup juga tu perusahaan biar gak produksi drakor lagi”
“Bang Gala !!”
“Gosah ngerayu!! Gue aduin Davian lo biar semua aset nonton lo di sita”
“Iih ko gitu!! Jangan gak boleh dan gak akan boleh!!”
“Makanya kalo gak mau di sita jangan berlebihan!! Maraton nonton drakor berasa lagi simulasi mati aja!!”
“Ya maaf abisnya rame”
“Rame-rame otak lo noh lagi di tanyain malaikat!!” Galaxy ingin sekali membanting tubuh Alana namun apa daya nyoinya tak sekuat emosinya.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...