
...WELCOME BESTIEEE🖤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...@THEYCALLME.QUEEN...
...DI TUNGGU YAA!!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....
...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...
...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...
...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........
...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........
...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...
...🚫BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...
...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK ☺️...
Badan Alana sudah melemas dirinya sudah kecapean karna lawannya tak sebanding dengan dirinya membuat Alana kecapean.
“Syalan!!” Ucap Alana,
“Masa gue mati di sini” gumama Alana sambil menghajar orang itu dengan sisa tenaganya.
Deru motor terdengar sangat ramai dan semakin dekat Alana mengenali suara itu, sedikit bersyukur karna abang dan adeknya peka.
...BRAKKKKK...
Mata Muthia dan Tere menatap tak percaya karna dengan tak ada rasa kasihan Galaxy menabrak orang yang hendak menusuk Alana dari belakang, melihat suasana itu semakin tak kondusif Muthia dan Tere memilih pergi.
Davian, Galaxy dan Varez menghajar orang-orang itu dan sudah di pastikan mereka tka ada yang selamat karna kemarahan mereka memang sudah di tenggorokan. Sedangkan Raka membantu Alana ke tempat aman.
...BUGGGG...
...BRAKKKK...
...PRANGGG...
“Argh!!”
“Syalan!!
“Mati lo mati”
...PRANGGG...
...BRAKKK...
...BRAKKK...
...BUGGGG...
Parkiran itu yang tadinya bersih hanya ada beberapa sampah kini menjadi danau darah dan tumpukkan orang-orang mati, benar-benar semua tak ada yang hidup. Kakak adek itu semuanya menjadi gila malam ini.
“Aso!! Badan gue kena darah males banget” gumam Galaxy,
“Ck!! Padahal paling bersemangat” ujar Varez membuat Galaxy terkekeh.
“Rez hubungi Arlan bereskan” perintah Davian sebelum menghampiri Alana.
Sekitar dua puluh mayat berserakan, ada yang lehernya hampir lepas, perutnya robek usus berurai, kaki tangan patah hampir lepas, muka hancur akibat di injak-injak kasar.
Alana tak membunuh mereka melainkan membuat mereka kehilangan akal dan di buat menjadi gila baru di pulangkan. Kejam? Memang dan mereka tak peduli itu.
“Ala gapapa demi deh” Davian mengangguk karna memang Alana tak terluka cuman pergelangan tangannya saja yang merah.
“Tuan muda” sapa Arlan,
“Bereskan jangan meninggalkan jejak” Arlan mengangguk.
Tak ada orang lain selain mereka, kenapa bisa? Karna Muthia tadi membubarkan orang-orang dan menjaga tempat itu agar tak ada yang melaporkan atau mengetahui kejadian itu selain mereka. Muthia kira Alana bakal menjadi mayat nyatanya anak buahnya yang du sewa malah yang menjadi mayat.
“Pulang, mandi trus tidur! Besok sekolah!!” Perintah Davian membuat mereka mengangguk.
Alhasil mereka pulang tapi tidak dengan Davian ia masih berada di lokasi memantau pekerjaan anak buah mereka agar tak meninggalkan bukti apapun yang akan mempersulit mereka nantinya.
Raka satu mobil dengan Alana, Galaxy dna Varez mengawal Alana di depan mereka harus segera pulang karna badan Galaxy dan Varez penuh bercak darah di pakaian mereka untungnya ini tengah malam walau masih ramai orang.
“Mandi trus istirahat” ucap Kaila saat anak-anaknya sudah tiba.
“Kakak oke?” Tanya Arion,
“Oke dad”
Seperti tak ada rasa penyesalan di wajah anak-anak Arion setelah membunuh dua puluh orang dalam satu malam, moster? Ya bisa di bilang begitu mau heran tapi ini memang terjadi.
“Langsung istirahat abis mandi” Gqlaxy mengingatkan Alana,
“Iya bawel lo!”
“Hmm” Balas Galaxy dengan gumaman.
Twins ternyata belum tidur mereka mengintip abang dan kakaknya yang baru datang dari balik pintu kamarnya.
“Tidur gak!!” Keduanya langsung tersungkur kaget saat Varez menciduk keduanya.
Iya dari awal Varez tak masuk kamarnya melainkan berjongkok di samping pintu kamar twins karna sadar kalau kedua adik bungsunya itu belum tidur.
“Jantung Tair huekkkayaknya copot” ceplos Alastair,
“Iya sama bang” ucap Alistier,
“Nanti kita pasang lagi jantungnya sekarang tidur”
“Abang bau amis huekk Tair gak suka!! Huekkk” jujur saja dari semua anak Kaila, Alastair tak menyukai bau darah memang beda sendiri anak Kaila dan Arion yang satu ini.
Dia lebih menyukai bau obat-obatan seperti di rumah sakit dia menyukainya bahkan sesekali dirinya di ajak ke ruang laboratorium pribadi Davian.
...🌑🌑🌑...
“Oh astaga!!!” Harsa memijit kepalanya.
“Kenapa?” Tanya Alana sambil menikmati kentang goreng yang mereka pesan.
“Kenapa kata kamu? Baby kamu okey kan?”
“Okey ko!!”
“Aduh pusing aku” ucap Harsa,
Tadi subuh Harsa mendapat kabar dari sekertarisnya kalau Alana di jebak Muthia, informasi yang di dapat hanya segitu saja namun Harsa langsung menghubungi Davian saat itu dan jujur saja Harsa syok mendengarnya dan langsung memesan tiket pulang ke Indonesia pagi itu juga.
Harsa juga sebenarnya tau dunia bawah atau dunia para mafia, makanya Davian memberitahu kalau mereka membunuh semua orang itu tapi Harsa tak peduli yang penting dan paling utama adalah Alana bagi Harsa.
“Ko kamu pusing? Sakit? Lagian aku suruh istirahat di apart aja malah ngajak ketemu!!”
...PLAKKKK...
Alana langsung memegangi pipinya yang panas akibat tamparan Muthia, Harsa syok tentunya dan langsung mengecek keadaan Alana.
“Lo ap..”
...PRANGG...
...PLAKKKK ...
...BRAKKK...
Alana benar-benar marah, gelas minumnya langsung di layangkan ke wajah Muthia setelah itu menampar wajah wajahnya lalu mendorong hingga terduduk.
Harsa kaget tentu saja terakhir kali melihat Alana bertengkar saat dirinya menolong Alana saat di incar pembunuh bayaran sisanya hahya Alana yang lemah, manja, mageran, moodyan namun kali ini berbeda.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...