The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 153



...WELCOME BESTIEEEđź–¤...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...DAN JOIN GRUB TELE YUKKK CARI AJA...


...“THE LITTLE DEVILS”...


...“THE LITTLE DEVILS”...


...“THE LITTLE DEVILS”...


...GRUB SAMA CHANNEL NYA SAMA AJA NAMANYA JANGAN LUPA DI IKUTI YAAAA!!!...


...JANGAN LUPA LIKEEE YAA TRUS KOMENTAR JUGA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT NYARI TOPIK CERITANYA DARI PADA AKU NGEGALAU TRUS AKU JADIIN SAD KAN NGAMOK LAGI NTAR KALIAN WKWKWK...


...KALO UDAH LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA BUAT VOTE SAMA FAVORITKAN BIAR TAU KAPAN UPDATENYA.....


...UNTUK CERITA ARCELLA QUEENZIE ITU UDAH END YA EMANG AKU GANTUNG KARNA MAU SELESAIN SATU CERITA DULU BARU NANTI DI LANJUT LAGI DAN TENTUNYA BAKAL MAKIN BADASS ATAU BISA JUGA BIKIN CERITA BARU DAN BEDA ALUR TENTUNYA DI TUNGGU AJA YAA!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!!...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...



Para anak-anak terutama Twins, Jennifer dan Kaisent, Alula, Darren dan Emerlyn, dan terakhir Lucas. Mereka sedang berenang sambil bermain bersama buaya atau kelinci peliharaan Varez.


Walau Alula seumuran Varez namun pemikirannya berbeda dengan Varez karna pemikiran Alula seperti anak SD kelas enam pada umumnya yang tau bermain, senang-senang dan baru tau cinta monyet.


Maka itu saat ini Alula ikut bermain atau berennag bersama pra bocil-bocil sambil di awasi penjaganya di pinggir kolam takut tenggelam walau bisa berenang anak-anak itu terap harus di awasi. Apalagi twins, kecil-kecil begitu otak nya otak psikopat sepertinya.


“Alula!!” Kesal Varez,


Bagaimana tidak kesal, Alula menyiram Varez yang sedang duduk memperhatikan mereka di pinggir kolam.


“Kasian tu buaya tua di nistain mereka” ujar El membuat Arion terkekeh.


Semua keluarga kumpul di rumah Arion dan Kaila, Varez benar-bebar kesal terlihat dari raut wajahnya yang berjalan masuk ke dalam rumah dengan wajah dan bajunya basah akibat Lula.


“Kenapa muka lo?” Tanya Galaxy sambil membawa nampan berisi cemilan milik Alana.


Ya Galaxy menjadi babu Alana untuk hari ini karna tepat hari pertama Alana kedatangan tamu bulanan. Kaila angkat tangan jika Alana sudah periode karna cerewet nya minta ampun.


“Lula bikin ulah!!” Galaxy hanya bisa tersenyum karna dirinya juga sedang tak bisa apa-apa.


“Cabut kuy abis ini” ajak Galaxy,


“Gas lah!!” Mereka bertos.


Lagi akur makanya gini coba gak akur bagaikan air dan minyak gak bisa di satuin sama kaya hubungan kitahhhh wk.


Davian sedang sibuk, sibuk mengurus beberapa masalah yang ada di anak perusahaan. Harusnya Galaxy ikut sibuk juga tapi jadwal hari ini jadwal Davian yang mengurus.


Baru saja mereka hendak masuk ke dalam lift, tangisan salah satu bocil menggema ke seisi ruangan, keduanya menoleh terlihat Alistier berjalan sambil menangis tangannya bercucuran darah.


“astagfirullahh!!!” Galaxy langsung melempar sembarang nampar yang di pegangnya tadi keduanya berlari menghampiri bocah itu.


Di susul Arion dan El yang sedari tadi memantau anak-anak dari atas. Tak ada para ibu-ibu karna hari ini khusus para laki-laki yang berjaga.


“Huaaaaaaaaa sakittt tangan Tier Sakittttttt” tangis Tier menggema karna sambil berteriak.


“Stttt jangan nangis okeyy gak ganteng lagi nanti” ujar Galaxy sambil menggendong sang adik.


Heboh satu rumah heboh bahkan para penjaga dan maid ikut panik, Davian yang berada di lantai tiga ruang kerja nya saja sampai mendengar tangisan Tier saking kencangnya.


“Daddyyyyyy sakit hiksss”


“Ko bisaaa?” Tanya Davian.


“udah jangan nanya itu dulu!! Kita bawa ke rumah sakit!!!”


“Gak mau!!! Nanti di suntik hikss gak !!! Tierr mau mommy hikss mommy!!!!”


“Mommy hikss”


“Ya sayangku” ujar Kaila datang sambil berbincang dengan para ibu-ibu.


“ALISTIER!!!!” Teriak Kaila saat melihat tangan anaknya yang bercucuran darah.


“Mommy hikss”


“Ya Allah ini banyak banget darahnya!!!” Ujar Thania,


Sedangkan apra laki-laki sudah tak bisa apa-apa lagi mereka hanya diam berusaha tidak panik dan takut dengan amukan para istri mereka.


“Kenapaa!!!” Tanya Kaila sambil menangis,


“Ke rumah sakit dulu” ujar Arion lembut namun penuh rasa takut akan amukan Kaila.


Kaila dan Arion berjalan menuju kelaur sambil Kaila menenangkan Tier yang menangis entah beneran sakit atau sudah tak sakit lagi mereka tak tau.


Tapi ibu mana yang tak sakit hati melihat anaknya terluka bahkan kalau bisa ibu nya saja yang terluka anaknya jangan.


Yang lain terutama anak-anak Arion ikut menyusul, Tair hanya bisa menghela nafas saja dirinya sudah menegur sang adik untuk tidak bermain dengan anak harimau yang masih kecil namun namanya Tier larangan adalah perintah alhasil beginilah.


...🌑🌑🌑...


Terdapat empat belas jahitan di lengan Tier dan saat ini orangnya santai saja sudah tak menangis bahkan sedang asik bermain ponsel Varez dan duduk di pangkuan Varez.


Awalnya anak harimau itu di dalam kandang agar tak menyerang anak-anak tapi Tier ya Tier si bungsu tak kenal takut dengan menggendong anak harimau itu keluar kandang seperti menggendong kucing peliharaan biasa.


Tak ada Arion dan Kaila, karna Arion sedang membujuk Kaila yang marah. Kaila sednag pulang mengambil pakaian twins karna mereka akan menginap di Rs untuk malam ini besok baru mereka pulang.


“Ada-ada aja tingkahnya heran gue” ucap Galaxy.


“Besok-besok kalo di cakar jangan nangis cakar balik tonjok mukanya!!” Galaxy berucap lagi.


“Tadi Tier kaget aja makanya gak sempat nonjok harimau nya”


“Hilihh trus yang nangis bilang sakit tadi siapa?” Tanya Galaxy,


“Kapan? Perasaan Tier diam aja sambil bilang mommy sakit udah”


“Jago mulutnya ngomong!! Tidur!!” Perintah Alana,


“Tier lain main game!!”


“Ambil hpnya Rez!! Udah tengah malam nanti kebisaan begadang!!!”


“Sini hpnya” pinta Varez lembut,


“Tapi Tier belum ngantuk” Alana berkecak pinggang sambil menatap Tier dengan tatapan datar.


“Tidur besok katanya mau pulang” ucap Davian yang tadinya duduk di ruang samping atau sofa depan datang menghampiri adik-adiknya.





Gimana twins mau ngelawan kalo muka Davian kaya gini bahkan kalau marah bisa lebih tajam tatapnnya.


“Besok Tier ajak berantem harimaunya!!!” Ucapnya lalu menutup matanya sambil berdumel entah apa saja.


Tengah malam sudah Arion dan Kaila belum datang, tadi Galaxy sempat menanyakan keberadaan kedua orang tuanya itu yang masuh berada di rumah.


“Keluarga Pranadipa ingin bertemu dengan kita besok” ujar Davian.


“Menuduh kita lagi?” Tanya Alana yang langsung di angguki Davian.


Menuduh maksud Alana adalah kematian Olin adalah suruhan Alana ke Resya, dan permasalahan itu sebenarnya sudah selesai sejak kemarin saat semua bukti di sebarkan luas namun pohak keluarga Pranadipa tak peduli yang mereka tau penyebab kematian Olin adalah Alana.


Bahkan mereka tak peduli dimana Resya berada sekarang, Alana tak habis pikir dengan pola pikir keluarga Pranadipa terutama nyonya Pranadipa itu.


Kenapa bisa secuek itu dengan Resya.


“Gak usah deket-deket!!” Kesal Kaila ke Arion.


“Kalian udah pulang aja!! Bawa daddy kalian itu heran jaga anak aja gak bisa!!” Cerocos Kaila,


“Honey” rengek Arion.


“Dav, ajak daddy kamu pulang. Atau mau mommy yang per...”


“Ayo dad pulang!!!” Belum Kaila menyelesaikan ucapanya Galaxy sudah memotong ucapan itu smabil menarik pelan sang daddy.


“Kalian sekolah besok jadi pulang aja sana”


“Nyesek tauu di usir, sayangg” Kaila melambaikan tangannya mengisyaratkan untuk anak-anaknya menarik Arion pergi.


Davian, twins dan Kaila yang tinggal di rumah sakit. Arion, Alana, Galaxy dan Varez pulang sebenarnya Galaxy tak tega melihat daddy nya di marahi tapi mau bagaimana lagi ya kan? Dari pada seperti dulu mereka meninggalkan daddy nya sebatang karang cuman karna mabok sampe tepar bersama uncle-unclenya.


...đź–¤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđź–¤...