
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN ...
Varez melepaskan jaket kulit miliknya lalu memakaikan ke Alana. Alana awalnya akan mengenakan celana pendek dan hoddie tetapi Varez bilang cuacanya dingin nanti masuk angin. Alhasil Alana menggunakan pakaian tidur ke caffe.
Walau begitu Alana tetap cantik sedari tadi banyak yang melirik ke arah mereka, cuman berani melirik tak berani menghampiri karna melihat wajah datar Varez mereka langsung ciut.
“Lah malah ketemu di sini” ujar Aksa,
“Boleh gabung gak kita?” Tanya Aksa, Alan melirik ke Varez dan Varez hanya mengangguk kecil yang hanya dapat di ketahui Alana. Dara dan Clarita menatap Alana meminta persetujuan.
“Boleh gabung aja” ujar Alana,
“Lo pda bertiga doang?” Tanya Aksa lagi,
“Berempat su berempat ada gue di sini” batin Varez.
“Harsa tungguin!!” Mereka sontak melihat ke arah sumber suara.
“Kenap gak cari meja lain!” Tanya Harsa ke Aksa.
“Ya elah Sa gabung aja napa kan kita kenal juga mereka juga gak keberatan kan?” Yang langsung di angguki Alana, Dara dan Clarita.
Alana fokus dengan cemilannya dan sesekali bermain hp atau mengganggu Varez yang main game, berbincang dengan Dara juga Clarita.
Harsa sesekali melirik ke Alana ada rasa kesal melihat Alana berbincang dengan kedua sahabatnya dan lagi dirinya sedang kesal dengan Erika.
“Eh kita belum kenalan” ujar Erika ke Alana dkk.
“Oh iya. Gue Clarita”
“Gue Dara”
“Alana” singkat Alana karna dirinya sibuk memainkan game di ponsel Varez.
“Salam kenal ya, aku Erika pacarnya Harsa” Aksa dan Aiden langsung terbatuk mendengarkan ucapan Erika.
“Paan lo!” Begitulah sepertinya jika mata Harsa bisa berbicara.
“Rez ini gimana!! Aku di bilang buta map!! padahal Ala liat mapnya!” Varez terkekeh pelan lalu mengajarkan Alana cara memainkan game molen itu.
Alana dan Varez berjanji untuk beberapa saat mereka memanggil satu sama lain tanpa embel ka atau dek dan Varez menyetujuinya alih-alih bisa mengawasi Alana dari dekat kan.
“Yeayyy!! Menang” teriak Alana sambil berloncat kecil karna menang yang mana membuat orang-orang yang melihatnya gemas.
“Duhh gemes pengen gigit pipi nya” ujar Aksa,
“Gak boleh blee” ujar Alana membuat Aksa melenyottt.
Bahkan Dara dan Clarita yang perempuan saja ikut melenyot melihat tingkah Alana ini.
“Apaan si kan cuman game doang lebay deh” kesal Erika karna semua laki-laki melihat Alana bahkan para perempuan juga.
“Ala mau ice cream sama bittersweet tiramitsu” merengek seperti anak kecil ke Varez ah membuat para kaum adam iri.
“Tapi abis ini balik oke? Udah jam 9 jangan begadang” percakapan keduanya menjadi pusat perhatian teman-temannya saat ini.
“Tapi Ala kan masih mau di sini” Varez mentap Alana tanpa mengeluarkan suara.
“Iya abis makan itu pulang! Tapi beli buat di villa juga ya” Varez mengangguk.
“Harsa aku juga mau!” Ucap Erika,
“Beli sendiri punya kaki kan” Alana dkk menahan tawanya.
“Rahasia” ujar Alana sambil memakan brownis milik Clarita.
“Btw lo pada besok mo kemana?” Tanya Dara,
“Masih gak tau si, lo pada?” Tanya Aiden
“Kita si rencana mau ke Raja Lima” ucap Clarita,
“Join aja kita bisa gak?”
“Boleh ko” ujar Alana.
Mereka berbincang-bincang tak lama Varez datang dan Alana langsung menikmati ice cream yang Varez belikan namun saat ice cream itu habis Alana ingin memakan bittersweet Varez melarangnya.
“Brownies sama kentang siapa yang makan paling banyak?” Tanya Varez ke Clarita dan Dara.
Keduanya kikuk karna Alana memberi kode dengan matanya untuk diam namun mereka tak bisa berbohong dengan Varez karna Varez bertanya dengan menampilkan senyuman membuat mereka luluh.
“Alana” ucpa keduanya bersamaan.
“Bittersweetnya besok aja” Alana langsung cemberut.
Varez tak bisa membiarkan Alana memakan makanan manis terlalu banyak bisa-bisa nanti kepalanya pusing dan mengeluh ke dirinya itu sangat merepotkan bagi Varez.
“Alay!” Cibir Erika,
“Ck! Dah ah lo pada gosah ikut besok! Ayo balik!!” Ajak Alana,
“Kita duluan byee” ujar Dara dan Clarita lalu menyusul Alana yang sedang di tenangkan Varez.
“Tu cewe Erika-Erika muka kek tante-tante gaya banget!!” Ujar Dara berbicara dengan Clarita.
“Iya dari tadi waktu kita ngomong dia selalu komentarin” Dara mengangguk setuju.
“Kesel tau! Kalo bukan temennya tiga curut itu gak bakal gue mau satu meja sama tu perempuan!!”
Mereka sepanjang jalan menuju Villa membicarakan Erika, Villa dan Caffe itu dekat berjalan beberapa menit saja sudah sampai.
“Ka! Ka Ala!!” Varez mengetuk pintu kamar Alana.
“Masih ngambek Rez?” Tanya Dara yang langsung di angguki Varez.
“Ala buka dong! Ini gue Dara!”
“Gak mau!” Teriak Alana kencang.
“JANGAN TERIAK NANTI TENGGOROKANNYA SAKIT!!” Teriak Varez juga dari luar.
“Aissh lo juga sama aja jangan teriak!” Dara angkat tangan mengurus keduanya ini.
“Ka Dara balik ke kamar aja” Dara mengangguk setuju mending dirinya masuk ke kamar untuk istirahat.
“Ka Alana maafin Varez! Ka buka dong kalo gak di buka Varez telpon abang ya?” Varez terus menerus membujuk Alana.
...Click!...
“Apaan si hikss pake ngadu hikss hiks kaya anak kecil tau hiks” Alana menangis,
“Stt jangan nangis bisa berabe nanti”
“Hikss Ala kan cuman mau makan bittersweetnya!!”
“Iya tapi besok aja ya?”
“Mommy hikss” Varez memeluk Alana menenangkan sang kakak.
Alana menangis sesegukan, tadinya hanya terdengar isak tangis Alana di dalam pelukan Varez kini hanya terdengar dengkuran halus di dalam pelukannya. Varez menggendong Alana membawanya ke kamar untungnya badan Alana tidak seberat barbel 50kg yang biasa dirinya gunakan buat latihan.
“Good night princess nya kita” Varez mengecup kening Alana lalu pergi.
“Lo pada boleh istirahat nikmatin waktu sampe jam 5 pagi gue yang bakal jaga” Varez mengirimkan pesan ke para bodyguard.
“Lets play game” Varez akan bermain game sampe jam 4 pagi lalu tidur. Padahal jam 10 siang beosk mereka harus ke Raja lima temapt wisata yang di inginkan Alana.
...🌑🌑🌑...
Davian duduk di rooftop kapal bersama Sam dan Arga yang lain sedang menikmati party di bawah sana.
“Alana gimana?” Tanya Sam,
“Di Bali aman” Sam mengangguk.
“Lanjut kuliah dimana ntar?” Tanya Arga,
“Gue bisa ke California si” ujar Sam.
“Kalo lo Dav?” Davian menghela nafasnya.
“Gak tau gue” mereka kini yang menghela nafas. Mereka tau kalau Davian tak bisa meninggalkan adik-adiknya tapi ya kalau belum di coba bagaimana.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...