
...GAISSS.......
...GAK TERASA YAKAN UDAH SERATUS LEBIH BAB NYA HUHU.....
...MAKASIH BANYAK SELALU AKU UCAPKAN BUAT KALIAN-KALIAN SEMUA YANG SUDHA MENDUKUNG AKU DAN NUNGGU AKU UPDATE. TANPA KALIAN AKU GAK BAKAL BISA SAMPE SEJAUH INI....
...HARUSNYA DI BAB 100 AKU BILANG KAYA GINI TAPI GAK MAU KARNA KEMARIN LUPA WKWKWK...
...MAKASIH-MAKASIH DAN MAKASIH SEDARI KESAYANGAN TUAN MUDA MAFIA TRUS KE ARCELLA QUEENZIEE LALU KE THE LITTLE DEVILS KALIAN NEMENIN AKU SUPPORT AKU....
...KITA GAK SALING KENAL TAPI KALIAN TETAP DUKUNG AKU TUNGGU AKU UP THE REAL MANUSIA BAIK KALIAN SEMUA🙏 ...
...SEMOGA CERITANYA SESUAI KEHENDAK DAN KEMAUAN KALIAN YAA, MAAF KALO GAK SESUAI KALIAN KARNA EMANG KAYA GITU ALURNYA JADI DI MAKLUMIN YA. DAN MAAF JUGA KADANG JARANG UP TAPI SEBISA MUNGKIN AKU UP TIAP HARI DAN KALO BISA DOUBLE ATAU TIGA KALI UP SEHARI SEMOGA AJA YA KAN BISA WK...
...GAK TAU MAU BILANG APA TAPIII I LOVE YOU ALL I LOVE YOUU FOREVER POKOKNYA!!!...
...TETAP DUKUNG AKU YA HUHU ...
...LIKE KOMEN DAN FAVORITKAN !!! ...
...JANGAN LUPA VOTE JUGA....
...JUGA FOLLOW IG KITA YA YA YA YA KADNAG AKU CURHAT LOH DI SANA MENGSEDIH HAPPY DAN LAIN-LAIN WKWK ITU JUGA RENCANANYA IG NYA BAKAL AKU ROMBAK ATAU REMOVE BIAR ASTETEKK WKWKWK ASTETIK MAKSDUNYAA....
...DAH AH BANYAK BACOTNYA AKU WK...
“Prince, ada kabar dari rumah sakit. Tuan muda Galaxy sudah bangun” Davian yang tadinya menutup matanya untuk tidur sebentar langsung berduduk kaget matanya menatap ke pintu tajam.
“Siapkan mobil!!” Perintah Davian dan langsung terburu-buru menggunakan pakaian.
Davian terus menerus berdoa di sepanjang jalan dirinya berterima kasih ke Allah SWT untuk memberikan kesempatan lagi untuk snag adik.
Setiba di rumah sakit,
Davian berjalan dnegan tergesa-gesa padahal yang di dapatkannya kanar bahagia kena harus terburu-buru iya bukan? Orang-orang di rumah sakit menatap Davian, ada yang meringis karna melihat luka di lengan Davian juga ada di pipi. Davian mengenakan baju lengan pendek makanya banyak yang fokus ke lengannya yang terluka belum lagi pipi nya.
Wajahnya yang tampan itu memiliki luka yang masih belum kering dan bahkah berdarah anak ini tidak tau atau lupa berkaca tanpa sadar ke rumah sakit dengan wajah terluka tanpa di obati.
“Gal” Galaxy yang tadinya menatap jendela perlahan menatap Davian.
“Syukurlah lo udah bangun!!” Davian bernafas lega benar-benar lega.
“Pipi lo?”
“Gue kena lemari”
“Gue bukan anak kecil Dav!”
“Gue gapapa”
“Dav!”
“Gue nyerang markas John atau Carlon yang asli”
“Bodoh”
“Ck! Tempatnya tak serame dan dia tak sehebat daddy dia lemah”
“Obati luka lo! Trus gue mau pulang cape gue rebahan”
“Sampe lo sembuh baru boleh pulang!”
“Gila! Kagak gue dah gak kenapa-kenapa!!”
Perdebatan keduanya di berhentikan oleh tangan kanan Davian karna sedari tadi dirinya sudah gemas ingin menyeret Davian ke IGD untuk mengobati lukanya.
Arlan Arain Venus tangan kanan Davian yang hanya dia berani menyeret Davian ke IGD untuk di obati, Davian duduk di tempat tidur pasien dengan wajah kesal dan datar bahkan dokter yang mengobatinya saja berhati-hati apalagi yang di obatinya adalah pemiliki DG Entertaiment atau Ceo nya bisa-bisa dirinya kena hujat seluruh dunia.
...🌑🌑🌑...
Varez sedang duduk di lapangan sambil memperhatikan teman-temannya bermain bola, entah Varez yang tak memiliki bakat bermain bola atau dirinya malas karna sedari tadi hanya duduk dan melihat teman-temannya bermain saja.
“Rez main ayo!!” Teriak Aiden,
Varez hanya menatap temannya itu tanpa minat, dirinya malas berolah raga karna dirinya sudah cukup lelah latihan dan olahraga ala militer di rumah.
“Varez, ayo main gantikan teman kamu!” Ucap pak guru yang sedari tadi memantau.
”huft!!!” Mau tak mau dirinya ikut bermain.
Varez jago dalam olahraga apapaun karna memang sering bermain di rumah entah dengan abang nya atau para bodyguard, tapi juga Varez tak boleh terlalu lelah karna takut sakit kata Kaila.
“Ku kira cukup! Ternyata suhu” ujar Aiden.
“Varez semangat!!!”
“Ganteng banget si Varez!!”
“Gue kira cuku tu bocah!!”
“Varezz semangatt!!”
Varez paling malas jika main supporternya banyak bacot dirinya tak suka apalagi jadi pusat perhatian inilah yang membuat Varez bermain di depan orang yang tak di kenal bakal jadi pusat perhatian menyebalkan bukan.
Selesai jam olahraga, Varez dan kedua temannya kembali ke kelas untuk mengganti pakaian lalu ke kantin perut mereka sudah snagat lapar walau sudah sarapan tadi pagi.
“Rez” Varez menoleh sekilas saat Aiden memanggilnya.
“Abang lo gappaa kan?” Lagi dan lagi Varez menghela nafas.
“Gak kenapa-kenapa”
“Bagus deh” Varez mengangguk.
Varez juga merasa setelah Galaxy mengantarkannya pulang semua seperti tampak aneh, ada yang di sembunyikan dari kedua abangnya itu tapi Varez tak tau. Varez harus mencari tahu sendiri dan juga Varez curiga setiap menanyakan ke anak buahnya yang mengawasi abang-abangnya itu selalu menjawab masih sama tak ada pergerakan.
Namun dua hari terakhir ini mereka hanya memberikan pesan tanpa adanya bukti keadaan di sana. Varez tak bisa diam saja seperti ini makin hri makin curiga dirinya.
...Nio (calling)...
^^^“Siapkan tiket pesawat!,^^^
^^^Kita berangkat ke Paris^^^
^^^ jangan sampai ada yang tau! ^^^
^^^Apalagi abang twins!”^^^
“Baik tuan muda”
^^^“Jemput aku lalu kita menjemput ka Ala”^^^
“Baik tuan muda”
...Panggilan berakhir...
Varez dua hari ini gelisah bahkan sejak dirinya pulang sangat gelisah sampai-sampai Alana menenmaninya tidur karna tak bisa tidur setiap hari.
“Lo mau ke Paris?” Varez mengangguk.
“Kalo ada apa-apa kabarin kita, keluarga gue dan Rey bakal bantu”
“Makasih” Rey dan Aiden mengangguk.
Menikmati makanannya karna sebentar lagi perjalanan cukup jauh untuk di tempuh.
...🌑🌑🌑...
“Davian dan Galaxy masih ngurus perusahaan kan?” Tanya Kaila,
“Iya” ujar Arion.
“Ayo kita susul mereka kasih kejutan” saran Kaila,
“Kamu yakin?” Tanya Arion karna mengingat ini belum empat puluh hari katanya Kaila ingin di sini selama empat puluh hari.
“Iya, aku kangen anak-anak nanti baru kita ke Indo lihat Varez dan Alana” Arion mengecup kening dan pipi Kaila.
Arion tau kalau Kaila sangat rindu anak-anaknya dan juga khawatir tentunya, mereka sama curiganya seperti Varez karna informasi yang di berikan cuman kalimat tanpa ada bukti foto atau video seperti biasanya.
“Mau berangkat kapan?”
“Besok gimana? Kita agak dekat kan jadi gak makan waktu banyak” Arion mengangguk apapun untuk kebahagiaan sang istri selagi dirinya bisa akan dirinya turuti.
Alastair dan Alistier sedang bermain dengan Lucas anak Luke dan Thania, ketiganya ini sama brutalnya bahkan tak ada rasa takutnya saat bermain dengan para peliharaan di rumah.
“Tair! Coba kamu pukul mukanya dia nangis gak!!” Alistier meminta sang kakak untuk memukul muka buaya yang sedang berjemur itu. Buaya tua milik sang kakek memang tak berbahaya karna sudah jinak dan juga cukup tua makanya tak begitu menjadi ancaman namun tetap saja mereka bertiga anak kecil bukan.
“Kalo aku pukul dia, kamu harus berani peluk dia ya?” Ucap Alastair tak mau kalah kala menyuruh snag adik.
“Oke”
...BUGGGGG...
Buaya tua itu langsung bergerak masuk ke air dan dengan santainya Alistier memeluk buaya tersebut dan masuk ke dalam air yang mana membuat semua pengawal yang berjaga panik langsung nyebur ke dalam air.
“Whahahaha asik!! Tier mau lagi” ucapn Alistier kala tenggelam sambil memeluk buaya dan di bawa ke dasar kolam atau bisa di bilang danau itu.
“Ya Allah gini banget punya tuan muda” keluh kesah pengawal yang menggendong Tier.
“Om turunin! Ayo Tair lagi asik tau!!”
“MASUK GAK!!!” Kaila berkecak pinggang dengan wajah garang menghampiri mereka dari atas jembatan. duo kembar itu langsung ciut melihat Kaila marah.
“DI KIRANYA GAK BAHAYA APA!! TAU BAHAYA GAK HMM?” Walau marah Kaila tetap menggunakan bahasa lembut namun menusuk atau bisa di bilang suaranya benar-benar membuat orang terhipnotis
...đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...