The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 73



Davian dan Galaxy sudah lengkap memakai atribut mereka, Arion dan Kaila terpaksa membolehkan keduanya melakukan penyerangan. Davian yang biasanya tak bakal menyangkal ucapan orang tuanya saat pembicaraan kemarin dirinya bersikap beda.


Flashback on..


Inti BBBD sedang berkumpul semua walau ada yang melakukan virtual dan yang berada di tempat langsung, mempermasalahkan tentang penyerangan malam itu di mansion Queen.


“Davian dan Galaxy yang akan pergi” ujar Galaxy.


“Gak ada ya bang! Mommy masih gak setuju kalian keluar rumah”


“Uncle juga, keselamatan kalian lebih utama” ucap Kaivan.


“Tapi mom! Ini sudah kelewatan” perbedabatan kecil antara Kaila dan Galaxy itu hanya di dengarkan oleh Davian.


Davian tetap diam dan fokus sampai di mana Galaxy sudah tak bisa melawan ucapan sang mommy lagi karna takut berkata yang salah dan melukai hati mommy nya.


“Mom, Dav mau berangkat. Gala juga mau berangkat kita bakal aman jika berdua” ucap Davian dengan nada dingin cuek bahkan semua ikut diam mendengarkan.


“Abang” panggil Kaila yang merasa Davian benar-benar serius dengan ucapan nya.


“Gak ada istilahnya anak dari raja dan ratu takut mom, jangan buat abang jadi pembangkang untuk pertama kalinya. Mommy daddy dan gang lain cuman harus percaya ke kita. Kita bakal aman!”


“Davian!” Panggil Arion.


Keduanya saling bertatapan tajam, Arion menghela nafas aura Davian mulai terpecah yang mana emosinya tak terkontrol saat ini.


“Okey daddy bolehkan” tak ada ucapan terima kasih atau anggukan dari Davian, Davian memilih kembali fokus dengan pemikirannya sendiri.


Kaila yang mendengar suaminya berkata demikian, mau tak mau menurut begitupun yang lain, mereka semua langsung menyetujui perintah Arion.


Flashback off..


Mereka sudah berangkat setelah bersiap tadi, pukul 23.25 wib mereka akan melakukan penyerangan.


“Mereka berapa orang?” Tanya Galaxy.


“Mana Varez tau! Abang kira Varez segabut itu ngitung mereka” kesal Varez.


Pertanyaan Galaxy memang kadang mengesalkan, mereka saling pantau. Varez berada di rumah tentu di kamar jenius nya atau ruang jenius miliknya. Arion dan Kaila memantau keduanya juga namun tak seperti Varez.


Yang langsung bisa berbincang karna Davian dan Galaxy tak ingin orang tuanya khawatir cukup memantau pergerakan mereka saja sudah cukup.


“Prince kita hampir tiba di lokasi” lapor supir.


Davian yang sedari tadi menutup matanya kini fokus menatap ke depan, seringai kecil terlihat dari bibir nya.


“Jangan macam-macam! Jangan berlebihan” tegur Galaxy yang melihat abangnya sepertinya benar-benar akan menikmati peperangan kali ini.


“Ck, terserah” ujar Davian.


Mereka memasuki pedalaman hutan yang tentunya itu markas mafia black. Mereka tidak datang diam-diam melainkan terang-terangan.


“Prince bagaimana?” Tanya salah satu anak buah.


“Lempar dua granat ke depan” perintah Galaxy.


Kalau dulu orang tuanya bakal diam-diam menyerang musuhnya berbeda dengan anak-anaknya ini, dengan terang-terangan mengajak perang.


...DUARRRR...


...DUARRRR...


Orang-orang bersenjata berhamburan keluar, senyum Davian langsung terbit jelas membuat aura sekitar menjadi mencengkam.


“KELUAR KALIAN!!! Berani sekali menyerang tempatku!!” Ucap ketua mafia black itu.


Davian dan Galaxy masih diam di dalam mobil, mereka mengancam akan menembaki mobil itu jika tak ada yang turun. Galaxy bermain-main dengan granat di dalam mobil.


“Itu lepas trus meledak dalam mobil baru tau rasa!!” Ujar Varez.


“Abang!! Granatnya jangan di mainin!!” Tegur Kaila yang mana langsung membuat Galaxy tersentak kaget.


“Awas lo Rez!” Batin Galaxy, pasti Varez sengaja membuka mic milik sang mommy agar menegurnya.


“Iya mom!!” Davian menatap tajam Galaxy.


“Enggak! Yaudah gue lempar nih!!” Merasa di tatap tajam Davian, Galaxy langsung melempar granat tersebut lalu menghitung mundur dari enam sampai ke satu.


...DUARRR...


...DOOOR...


...DOOOR...


...SRAKKK...


...TSUKKk...


“sialan!! Siapa kalian!!”


Davian tersenyum di balik topengnya,


“Prince twins!!” Kaget orang yang bertanya tadi.


“Bunuh semuanya!! Jangan sisakan satu orang pun kecuali ketua dan wakilnya!!” Perintah Davian.


“Buat apa?” Tanya Galaxy. Di saat sedang perang dia malah bertanya demikian.


“Buat nyoba virus baru yang gue kembangin”


“Virus?”


“Hmm”


“JANGAN NGOBROL KALO LAGI BERANTEM!!” Gemas Kaila.


Anak-anaknya ini dengan santai mengobrol di area peperangan, sedari tadi suara tembakan saling bersahutan dan juga rintihan demi rintihan saling bersahutan membuat Kaila takut kalau mereka terluka.


...Drtttttt...


...Drttttt...


...Drtttt...


Ponsel Davian bergetar.


...Arga (calling)...


“Hallo! Dav lo dimana?”


^^^“Dirmh!”^^^


“Ucup dan Bale di gebukin


anak-anak Shaxz”


^^^“Kumpulkan anak-anak!”^^^


^^^“Tiga puluh menit lagi gue ke sana!”^^^


“Tapi kan lo berdua gak bisa keluar?”


^^^“Kalo udah tau gue gak bisa keluar!^^^


^^^kenapa lo kasih tau kita!”^^^


^^^“Ikuti perintah gue!! ^^^


^^^Gue tunggu kabarnya!!”^^^


“Oke Dav!”


...Panggilan berakhir...


“Siapa?”


“Bacot! Dalam sepuluh menit harus sudah rata dengan tanah semuanya!!” Perintah Davian,


Tak ada senyuman di wajahnya, niatnya sekarang hanya membunuh dan membunuh siapapun itu. Galaxy bergidik ngeri abangnya seperti orang gila menurutnya.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


...MAAF YA JARANG UP!...


...PANTAU TERUS DI INSTAGRAM KITA 🔥...


@ARCELLAQUEENZIEG**