
...**KALIAN UDAH MAKAN KAN? MINUM JUGA UDAH KAN?...
...KALO BELUM MAU AKU GOJEKIN SI PADAHAL WKWKWK TAPI KEKNYA KEBURU BAB INI TELAT MASUKNYA KE KALIAN WKWKWKKWKWKWKW**...
“Susah bener nyari informasi tu cewe, kemarin gue hampir nemu tiba-tiba server dan perusahaan bokap gue dapet ancaman dari hacker” ujar Aksa dengan nada kesal
“Tu cewe bukan sembarang cewe keknya” ujar Athan.
“Tapi perusahaan lo gapapa kan?” Tanya Harsa.
“Gapapa aman, dan juga mereka udah ngasih gue kartu merah gitu kayaknya memang bukan sembarangan si. Dua orang cowo itu juga” Harsa menghela nafasnya.
Sudah beberapa hari Alana tak masuk kelas, Harsa sempat bertanya dengan teman-teman kelas Alana bahkan teman sekelasnya mengenai Davian dan Galaxy tetapi tak ada yang tau.
Keterangan di absen hanya ijin tanpa keterangan apapun hanya ijin. Makanya Harsa jadi overthinking setelah kejadian dimana Galaxy tertembak itu.
Mereka bertiga tak pernah muncul ataupun hadir ke sekolah, apa separah itu luka yang di terima Galaxy? Banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak Harsa.
“Widihhhhh mobil siapa tuh!! Keluaran terbaru kan? Hanya lima di dunia? Parah si” ujar Aksa terkagum-kagum.
Arion dan Davian turun dari mobil bersamaan, wajah mereka tertutup topi dan kacamata. Arion menemani Davian mengambil beberapa tugas miliknya dan kedua adiknya, walau bisa di wakilkan Davian hanya tak ingin menambah beban orang lain.
Sekarang sedang jam pelajaran makan sekolah sangat sepi, sednagkan Harsa ce? Sednag berada di roftop mereka bolos pelajaran.
“Setelah ini langsung ke perusahaan?” Tanya Davian
“Ya, kamu ikut kan? Temani daddy bertemu klien juga di salah satu restoran. Mommy mu tak bisa karna Twins sednag rewel”
“Okey, Dav mau pelihara lion” ujar Davian.
“Oh ya dad, besok malam ada pekerjaan yang ingin Dav ambil. Bantu ijin ke mommy ya?” Arion menghela nafas lalu mengangguk.
Keduanya masuk ke dalam ruang kepala sekolah, sebelum benar-benar masuk Davian memberi kode ke anak buahnya karna merasa ada yang membuntuti mereka berdua.
“D4mn!! Tu cowo siapa njir? Ko bisa dia tau kita di sini” ujar Aksa sambil menggeleng.
Mereka sedang mengendap-endap seketika di kagetkan dengan dua orang pria berbadan tegap besar juga berotot berpakaian serba hitam.
“Sa lo kesambet jin mana? Diem aja” ujar Aksa kesal.
“Itu Davian temen sekelas kita” ujar Harsa.
“Ko lo tau?”
“Suaranya” kedua sahabatnya mengangguk saja. Karna memang pendengaran Harsa ini agak tajam jika benar-benar ingin mendengarkan.
...🌑🌑🌑...
“Mr. Joko” sapa Arion sambil mengukurkan tangannya
“Mr. Arion, apa kabar?”
“Tidak apa tuan Arion, ini putra anda?” Tanya tuan Joko.
“Davian Lemuel Ackarman Nelwash” ujar Davian dengan suara seraknya.
“Nama yang bagus, kamu masih sekolah atau sudah kuliah?”
“Sekolah Uncle” Tuan Joko mengangguk.
“Daddy dan Uncle silahkan lanjutkan, Davian mau ke toko yang ada di mall ini untuk membeli beberapa titipan dari adik saya” ujar Davian pamit.
Arion dan tuan Joko melanjutkan pembicaraan kerja sama mereka, sedangka Davian berjalan sendirian tentu di ikuti pengawal bayangan untuk berjaga-jaga.
Menuju salah satu restoran seafood, Davian memilih untuk duduk di ruangan private agar lebih leluasa dan juga menunggu sang daddy di sini.
Di waktu yang bersamaan di rumah...
Kepala Kaila sudah hendak pecah melihat keadaan kamar twins seperti terkena tsunami, walau ada maid untuk membersihkan tetapi tetap saja Kaila yang melihat nya resah. Kaila mencari dua babysitter Twins.
“Dana Dina!!” Panggil Kaila.
“Kalian ini gimana si? Saya kan bilang jangan biarin mereka main slime itu kamu liat gak? Penuh semua slime dimana-mana! Itu juga mereka malah tiduran bertiga di lantai” ujar Kaila berceramah namun dengan nada lembut dan santai.
“Maaf Nyonya, tadi nona Alana minta kita istirahat aja dia yang jaga. Kita gak tau nyonya kalau nona Alana ngajak main slime” Kaila menghela nafas panjang.
Jika sudah begini mau memarahi Alana pun tak mungkin apalagi kedua babysitter ini yang mana mereka tak sepenuhnya salah.
“Yaudah kamu gantikan baju twins, pindahin ke kamar Alana dulu juga Bangunin Alana nya biar pindah kamar trus minta maid bersihin kamar twins”
“Baik nyonya” ucap keduanya bersamaan.
Kaila berjalan megecek kamar Galaxy yang kosong lalu mengecek kamar Varez, ya terlihat kedua anak laki-lakinya sedang rebahan sambil bermain ponsel masing-masing. Karna memang jam belajar mereka sudah selesai.
“Sudah makan bang?” Tanya Kaila.
“Sudah mom, mommy udah makan?” Tanya keduanya.
“Mommy belum makan?” Keduanya langsung berdiri dan berjalan ke arah Kaila.
“Ayok kita makan mom, abang jadi laper lagi nih katanya maid masak-masakan kesukaan mommy lohh” ujar Galaxy.
“Iya mom! Katanya ada rendang kesukaan mommy” Varez ikut menimbrug.
Kaila terkekeh, anak-anaknya ini memang luar biasa. Jika Kaila maupun Arion belum makan dan mereka sudah makan maka mereka akan makan lagi untuk menemani krang tua mereka walaulun cuman makan sedikit tetapi tetap mau makan agar orang tua mereka juga makan.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
KALIAN UDAH VOTE KAN**?