
WAITT DEHHHH!!!!!!!
...KO KOMENTAR SAMA LIKE MENURUN YAA:)...
...APA KLEAN KECEWHAAAA SAMA EYKEEE...
...GAISS TOLONG DONG LIKE DAN KOMEN😭...
“Kalian jangan gegabah!” Ujar Arion,
“Dad, semua sudah terencana” ujar Galaxy menangkan.
Mereka berada di dalam kamar orang tuanya, Kaila setuju saja apapun keputusan atau kemauan anak-anaknya asal tak berbahaya.
“Dad! Dav dan Gala cuman ingin semua kembali ke titik tenang tak ada yang menganggu keluarga kita satu demi sati kita singkirkan” ucap Davian.
“Tapi itu terlalu beresiko boy!”
“Gak dad! Semakin kita takut semua semakin mengerikan harus hadapi apapun itu dad!”
“Carlon sialan!!” Kesal Arion.
“Serahkan ke kita dad, daddy dan mommy cukup menikmati hari tua dengan bahagia dan tenang” ucap Galaxy.
“Gimana keadaan teman-teman kalian?” Kini Kaial yang bersuara.
“Mereka sudah aman mom, Gala minta pengawal bayangan kita untuk mengawal mereka dan meminta teman-teman Gala untuk berada di rumah untuk beberapa saat”
“Mommy setuju apapun keputusan kalian asal jangan menyesal” mereka berdua mengangguk.
“Sayang!!” Rengek Arion yang tak terima dengan keputusan sang istri.
“Pilih mereka yang menyelesaikan apa aku yang turun tangan langsung?” Arion meneguk ludahnya kasar,
Pilihan yang sulit dan tentunya anak-anaknya ini tak akan membiarkan mommynya turun tangan langsung, ingat saat ini bukan lagi cerita tentang kedua orang tua mereka.
“Baiklah! Lalukan sesuai keinginan kalian!” Mereka tersenyum senang.
Keduanya keluar dari kamar kedua orang tua mereka, mereka sudah menyusun rencana yang mana bakal mereka gunakan minggu depan tetapi malah besok mereka gunakan.
“Siapkan pesawat kita akan berangkat ke Paris besok pagi” perintah Davian.
“Paris? Tumben sekali?” Tanya Wiliam.
“Menangkap tikus yang tak bisa di atur uncle” jawab Galaxy.
“Tak jadi minggu depan?”
“Lebih cepat lebih baik bukan begitu uncle?” Seringai Galaxy terlihat.
“Aishh bocah ini” Wiliam menggeleng,
Jika melihat anak-anak Kaila ini dirinya kembali teringat saat Kaila masih kecil seumuran mereka yang tak bisa di larang, semakin di larang semakin menjadi.
“Anggota BBBD sudah kalian siapkan?”
“Mereka sudah siap uncle” ucap Davian.
“Kami selalu mengawasi kalian, lakukan dengan cepat dan tanpa terluka” perintah Wiliam.
“Tentu uncle” percakapan mereka di dengar oleh Varez.
“Aiden kurang ajar!” Kesal Varez.
Bagaimana tidak kesal, pesan yang di kirimkan oleh Aiden adalah sebuah sketsa yang di gambarnya di kertas yang pasti di situ tergambar salah satu remaja sekarat akibat pertempuran itu.
“Argh!!!!” Varez bukan kaget melainkan dirinya pusing memikirkan apa yang harus di lakukannya.
“Aiden!! Gue harus hubungi bocah indigo itu!!” Ya Varez memiliki panggilan tersendiri ke Aiden bocah indigo.
“Rez” Varez menatap Alana dirinya baru sadarjika ada Alana.
“Kenapa ka?” Yang tadinya tatapan Varez tajam kini berubah lembut dan penuh kasih sayang menatap Alana.
“Peluk sini” Varez berjalan mendekati Alana lagi.
“Jangan banyak pikiran kamu masih SD! Urusan yang lain itu urusan kakak sama abang kamu gak usah mikirin juga” Varez tersenyum di balik leher Alana.
Alana princes keluarga Nelwash walau dua abangnya maupun Varez tak memberitahu dirinya tetapi perempuan ini bisa tau apapun yang sedang terjadi.
Kalau Kaila bilang, Alana juga punya Alterigo namun hanya tak di tunjukkannya ke siapapun karna pemicu nya adalah kemarahan yang berlebihan atau dendam juga benci yang dalam baru sosok lain dari Alana muncul.
“I love you princess Nelwash” Alana terkekeh geli.
“Tumben banget” Varez ini cowo dingin aslinya dia tak pernah berkata romantis ke siapapun jarang sekali apalagi jika banyak orang.
“Ck” Varez mengecup pipi Alana lalu beranjak pergi dirinya harus segera menghubungi bocah indigo menanyakan kelanjutan sketsa absrak itu.
“I love you to baby boy” ucap Alana yang mana membuat Varez bergidik ngeri bisa-bisanya dirinya tadi berucap I love you ke Alana.
...🌑🌑🌑...
“Makin gajelas bocah indigo ini” kesalnya.
Aiden berkata semuanya akan baik-baik saja tetapi mungkin ada beberapa yang terluka ucap Aiden tadi tetapi sedikit ada keraguan dan kebohongan yang Varez dengar dari suaranya.
“Harus ikut nih berangkat tapi pasti gak di bolehin” Varez bergumam sendiri di dalam kamarnya.
Rebahan di atas kasur king size nya, memikirkan cara agar bisa ikut berangkat dengan abang-abangnya.
“Okey! Kita ikut” gumamnya setelah terlintas di otak nya rencana absurd.
Di kamar Galaxy...
Galaxy sedang menghubungi inti Alderioz untuk menanyakan keadaan mang Ujang dan istri juga para Alderioz.
“Dimanapun lo berada! Gue bakal tau dan gue bakal buat lo gak betah hidup” Galaxy tersenyum sambil menatap foto Carlon.
“Abwang kwaya olwng gewla” ujar Alistier, Galaxy memutar bola matanya malas.
“Makannya di telen dulu baru ngomong!”
“Abhisnya abwang lewhat olang kaya gitu” Galaxy menggigit pipi Alistier yang gembung itu.
“Sakit tau!!”
“Masa? Coba lagi abang gigit sampe sobek pasti gak sakit”
...PLAKKKKK...
“Astagfirullah!”
“Siapa suruh! gigit pipi Tier!!”
Keduanya saling beradu bacot, berbeda dengan Alastair yang santai anteng makan cemilan sambil menonton tv.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
LIKE NYA DI BANYAKIN YA**