
...WELCOME BESTIEEEđź–¤...
...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...
...YUKKK FOLLOW YUKKK...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...@ARCELLAQUEENZIEG...
...DAN JOIN GRUB TELE YUKKK CARI AJA...
...“THE LITTLE DEVILS”...
...“THE LITTLE DEVILS”...
...“THE LITTLE DEVILS”...
...GRUB SAMA CHANNEL NYA SAMA AJA NAMANYA JANGAN LUPA DI IKUTI YAAAA!!!...
...JANGAN LUPA LIKEEE YAA TRUS KOMENTAR JUGA BIAR AKU MAKIN SEMANGAT NYARI TOPIK CERITANYA DARI PADA AKU NGEGALAU TRUS AKU JADIIN SAD KAN NGAMOK LAGI NTAR KALIAN WKWKWK...
...KALO UDAH LIKE DAN KOMEN JANGAN LUPA BUAT VOTE SAMA FAVORITKAN BIAR TAU KAPAN UPDATENYA.....
...UNTUK CERITA ARCELLA QUEENZIE ITU UDAH END YA EMANG AKU GANTUNG KARNA MAU SELESAIN SATU CERITA DULU BARU NANTI DI LANJUT LAGI DAN TENTUNYA BAKAL MAKIN BADASS ATAU BISA JUGA BIKIN CERITA BARU DAN BEDA ALUR TENTUNYA DI TUNGGU AJA YAA!!...
...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA...
Galaxy masih belum menyentuh sedikit pun tiga orang yang saat ini di depannya dengan terikat dan mulut di plester. Abang dan adiknya sudha menyelesaikan urusan mereka hanya Galaxy yang belum sama sekali.
Di lihatnya dari atas kepala orang itu yang terikat di pohon sampai kaki nya, memikirkan bagaimana menyiksa para orang-orang ini.
“Masih lama?” Tanya Varez,
“Gantung kaki tangan mereka” perintah Galaxy,
Ketiganya pun di gantung jeritan-jeritan dari mulut yang di tutup plester sangat mengesalkan, pertama yang di lakukan Galaxy adalah merobek perut nya tanpa melukai organ dalam.
“Ahmmm armmm arghmmmmm”
“Tolllgngmmmm”
Perut yang sudah terbuka itu kini sisi-sisinya di belah juga sampai ke punggung seperti memotong ikan dan membersihkan perutnya atau seperti memotong ikan tuna atau salmon yang hanya di ambil dagingnya dari tulangnya.
Orang itu masih di buat sadar darah menetes banyak di tanah, Davian berdiri sambil menikmati permen bersama Varez dan yang lain memperhatikan tindakan Galaxy.
“Ko muka nya bisa aja ya bang? Bunuh orang kek gak ada beban” ujar Varez mengajak berbincang Davian.
“Ingin rasanya ku teriak jancuk”
“Ni para bos gak sadar diri ya?”
“Punya kesadaran gak si mereka?”
“Padahal keduanya juga abis bunuh orang”
“Sama-sama gak punya beban memang”
“Bukan beban tapi belas kasihan”
Para anggota bergibah di belakang Davian dan Varez, tak peduli bos muda mereka itu dengar atau tidak.
“Yah mati” gumam Galaxy karna satu di antara ketiganya sudah menghembuskan nafas terakhir.
“Yaudah deh! Gue juga males!” Galaxy mengambil samurai miliknya yang di pegang Josky sedari tadi,
...SRASSSHH...
...BRUKKKK...
...BRUKKKHH...
...BRUKKK...
...SRASHHHH...
Tubuh ketiganya kini berjatuhan ke tanah, kaki tangan dan kepala bahkan perut nya berserakan di tanah, Galaxy mau lebih dari ini tapi dirinya ingin segera pulang karna jika dirinya terlalu menikmati bisa-bisa ingin lagi dan lagi.
“Gue laper ayo balik makan” ajak Galaxy.
Sekarang pukul 03.00 dini hari bahkan sudah hampir pagi, Mereka menaiki kapal untuk membersihkan tubuh mereka yang terkena darah dan istirahat. Untungnya di kapal ada restorannya tak sia-sia Arlan menyediakan kapal ini.
Setiba di kapal...
“Kita langsung balik Indo?” Tanya Galaxy,
“Lusa” ujar Davian,
“Kirain nanti malem” ucap Varez.
“Istirahat dulu kata mommy” Davian menujukkan room chat dirinya dan Kaila.
“Ngebar sabi keknya ntar malam. Dah lama gak dugem” ujar Galaxy.
“Serah lu” ujar Davian.
Mereka masuk ke kamar masing-masing untuk membersihkan tubuh mereka, ah ya para wanita dan anak-anak juga di kapal ini cuman mereka di lantai satu sedangkan mereka bertiga di lantai tiga dan dua, jadi anak-anak dan wanita itu tak bisa naik ke lantai itu.
“Mamah! Tia takut!”
“Teo juga mah takut!!”
“Una uga ma akut”
Ada tiga anak kecil, ada yang seumuran Twins dan usia 3tahun. Selama itu mereka di culik oleh para badjingan terkurung di pulau itu hanya bisa makan nasi garam dan telur untuk minum saja menunggu dari pra badjingan itu jika habis.
Selesai membersihkan tubuh, ketiganya turun ke lantai satu untuk makan, masih lama untuk pulang karna ketiganya ah tidak Davian meminta untuk siang nanti saja baliknya karna dirinya ingin menikmati lautan.
“Lo bikin geng motor?”
“Uhukk uhukk” Galaxy dan Varez tersedak nasi yang mereka makan.
“Varez”
“Eh hah kenapa bang?”
“Gak ada pengulangan”
“Ah itu bukan geng motor si, itu cuman kek anak tongkrongan karna ya banyak anak-anak SD tempat Varez sekolah di palak kakak kelas SMP” Varez menjelaskan dengan gugup.
Berasa di sidnag Arion dan Kaila ya kan Rez -author
“Jangan lewat batas aja, tenaga lo bukan tenagan anak SD. Otak lo cerdas dan samrth. Jangan sampe lepas kontrol dan kendali tubuh lo! Gue mau ngelarang tapi udah berjalan kan? Inget ucapan gue. Kalo sampe kelewatan batas lo abis sama gue!” Varez meneguk ludahnya susah seperti ada yang nyangkut di tenggorokannya.
Davian sekalinya berbicara serius bakal panjang dan penuh penekanan, membuat siapa saja tak berkutik di buatnya.
Matahari mulai terbit, mereka bertiga masih di meja makan itu sambil bermain ponsel. Karna temapt para anak-anak dan perempuan itu di lantai satu jadi salah satu perempuan keluar dari kamar.
“Ck!” Davian berdecit bukan karna melihat perempuan itu tapi karna dirinya kalah bermain game.
“Eh? Anu tuan maaf saya tidak tau” ketiganya menoleh bersamaan.
Tak ada yang buka suara membuat perempuan seumuran Davian itu canggung, Galaxy berdiri tak lama keduanya juga berdiri pergi dari situ.
“Ada apa nona?” Tanya penjaga,
“Itu apa boleh minta makan untuk anak saya?”
“Panggil yang lain juga nona, buat sarapan pagi jangan sungkan”
“Tapi tiga or..”
“Itu pemilik kapal ini sekaligus orang yang meminta saya untuk melayani para tamu” perempuan itu masih tak paham namun dirinya cepat ke kamarnya lagi untuk memanggil yang lain agar sarapan bersama.
...🌑🌑🌑...
Walau mereka sudah resmi berpacaran, Alana terap merahasiakannya dari teman-temannya karna yang oertama harus tau adalah abang dan adiknya juga orang tuanya nanti.
“Lo gimana Al? Ikut kan?” Tanya Clarita,
“Hah? Eh kemana?”
“Dihhh lo gak dengerin kita ya!!!” Kesal Dara,
“Besok kan jum'at nah sorenya kita bakal ke pantai healing ceritanya”
“Tapi gue baru dari pantai kemarin” batin Alana,
“Ngikut deh”
“Aku gak bisa kayaknya” ujar Resya.
“Masalah kerjaan lagi?” Tanya Dara yang langsung di angguki Resya.
“Bos nya kan ada di samping lo!!” Ujar Clarita menunjuk Alana.
“Ya ya ya lo libur aja, gak buka seminggu gak bikin tu supermarket bangkrut” ujar Dara.
“Betolll” ujar Clarita.
“Serah lu pada dah” ucap Alana.
“Jangan lupa tugas lo” gumam Alana pelan yang hanya dapat di dengar Resya.
Setelah membahas itu pelajaran di mulai seperti biasa,,
To thee moon... apesih wk back to topik
Jam terakhir tak lama bell berbunyi mereka semua bersiap pulang namun tiba-tiba terdengar teriakan rame dari depan gerbang.
“WOY ANJENK KELUAR LO!!!”
“JANCUK BABI!!!”
“PENGECUT LO!!!”
“AYO BERANTEM ANJENK!!”
“WOY ASU!!!”
Para murid yang kepo langsung keluar kelas, kepala sekolah langsung meminta murid-murid pergi lewat jalur belakang atau gerbang belakang.
“Lo siapa?” Tanya Bale,
“Gosah sok jagoan lo!! Mana cewe yang buat cewe gue masuk rumah sakit anj!!”
“Bukan sok jagoan, lo masuk wilayah kita!!”
“Bacot lo!!! Jangan berani di kandang!!”
Tiga inti Alderioz bersama anggota Alderioz berada di depan gerbang menghalang sekaligus mengulur waktu agar murid-murid yang lain berhasil keluar dari area sekolah.
“Lo bertiga balik sana” usir Alana,
“Lo ikut juga bege!!” Dara menarik Alana agar ikut.
“Sya! Bawa mereka” Resya mencoba membawa keduanya agar pergi.
Alana menatap orang-orang di luar pagar, dirinya tak mungkin pergi dari tanggung jawab ini bukan? Dan melibatkan Alderioz, tak mungkin itu.
“Alana!! Kenapa kamu masih di sini” ujar kepala sekolah.
“Bapak dan guru lain nya ngapain di sini?”
“Astaga tuhan!!! Kamu cepat pergi dari sini nanti kalau kenapa-kenapa kita gak tau gimana bilang ke tuan Arion!!”
“Mending bapak dan yang lain pergi” ucap Alana sambil kembali menatap gerbang.
Tatapan Alana dan laki-laki yang berbicara dengan Bale bertemu, Alana menyeringai tersenyum lalu mengarahkan jari tengah ke arah orang-orang di luar sana. Dan para Alderioz langsung berbalik melihat apa yang di lihat para orang-orang di luar.
“Mampus!” Ucap Ucup,
“Ya Allah!! Gala adek lo anj lahh!!!” Ujar Abi tak habis pikir.
...đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...