
...Gais maaf banget bab kemarin banyak yang gak paham, karna ceritanya itu belum ke save trus hilang😭...
jadi Galaxy itu ketembak karna ngelindungin Alana, ada pembunuh bayaran yang ngincar Alana:(
Senin hari dimana awal baru di minggu yang baru, setelah kegiatan malam itu kini mereka kembali ke realita kehidupan yang sebenarnya.
“Galaxy beneran gak sekolah Dav?” Tanya Abi.
“Hmmm”
Galaxy tak bersekolah karna dia demam dan lagi jahitan bekas operasi kembali terbuka, dan kemarin Galaxy di ceramahi Kaila karna tidak mau di kasih tau.
Bahkan Arion juga ikut menceramahi Galaxy dan belum lagi saat di rumah sakit, Zainisa ikut menceramahinya karna sudah di katakan Galaxy belum terlalu bisa banyak gerak takut jahitannya terbuka lagi.
Tapi tak di dengar, malah dirinya paling bersemangat di bar berjoget ria tanpa memikirkan kondisinya sendiri.
Sebagai hukuman dari Kaila, Motor kesayangan Galaxy di sita selama satu bulan dan Galaxy bakal naik angkot ke sekolah belum lagi uang jajan di potong sebanyak 50% tidak boleh ada yang meminjamkan nya uang terutama Davian, Alana dan Varez.
Berangkat harus menggunakan taksi, pulang boleh nebeng dengan abang atau adiknya juga teman-temannya jika ada yang mau.
Kasian bukan...
...🌑🌑🌑...
Varez sedang gabut, hari ini dirinya berencana mencari teman untuk di ajaknya BERMAIN, bermain ya gais bermain. Wkwkwk
“Lo mau jadi temen gue gak?” Tanya Varez.
“Kan kita emang temenan!” Ujar salah satu murid.
“Sejak kapan?”
“Sejak lama” Varez mengerutkan keningnya.
Orang di depannya ini cukup menyebalkan juga menurut Varez,
“Gue Haiden Kanaka Uciha! Ini Reylan Alion Khalis” ujar Aiden.
“Oh!” Tanggapan Varez hanya OOHHHHHHH.
“Gue tebas sabi si leher lo!” Kesal Haiden a.k.a Aiden.
“Ck, gak bakal bisa lo tebas leher gue” ujar Varez sombong.
“Lo pada banyak omong! Keburu bell masuk gue laper nih!!” Ujar Reylan a.k.a Rey atau Eylan.
“Nama lo?” Tanya Aiden.
Varez tersenyum tipis, mereka benar-benar terang-terangan memberitahu nama keluarga mereka apa perlu Varez mengatakannya juga?.
“Gue, Alvarez Agler Lemuel Nelwash” Keduanya sedikit tersentak mendengar nama belakang Varez.
“Nelwash? Yang gue tau cuman Davian Lemuel Ackarman Nelwash dan Galaxy Ackarman Nelwash” ujar Aiden.
“Itu abang gue, lo tau banyak tentang Nelwash?” Tanya Varez.
Mereka berbincang sambil berjalan menuju kantin.
“Gak juga, gue cuman tau beberapa silsilah keluarga Nelwash terutama Queen AngDev” Varez mengangguk.
“Tolong rahasiakan nama belakang gue” keduanya mengangguk.
“Gue tau batasan, makanya gue tau segitu aja” ujar Aiden.
“Nama belakang kita juga, tolong rahasiakan juga” ujar Eylen.
Varez seperti nyaman berteman dengan mereka walau baru bicara.
“Kek gini rasanya punya teman” batin Varez.
Mereka menikmati makan siang bersama, Varez yang biasanya berada di ruang khusus yang ada di ruang kepsek kini berada di kantin.
Banyak pasang mata menatapnya entah kagum dan terpesona melihat wajah tampak Varez namun kadang wajahnya itu menampilkan wajah julid, itulah alasan Varez malas makan di kantin dirinya bakal jadi bahan tatapan murid-murid terutama perempuan.
Bell berbunyi...
Mereka kembali ke kelas dan pelajaran di mulai seperti biasa....
Sepulang sekolah, Varez sedang menunggu jemputan dari Davian karna memang keduanya berjanji ingin pergi ke barbershop bersama.
“Mau nebeng gue gak?” Tanya Eylen.
“Duluan aja, abang gue dah otw!” Eylen mengangguk.
“Gue duluan Rez, Den” ujar Eylen ke Varez juga Aiden.
“Yoi hati-hati” teriak Aiden.
Aiden juga menunggu mobil jemputannya yang masih berada di belakang karna mengantri, Aiden menatap Varez sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah mobilnya yang sudah dekat.
“Rez, gue harap lo hati-hati. Firasat gue tentang lo kurang enak. Gue harap lo gak kenapa-kenapa” Varez menatap Aiden bingung.
“Jangan jauh-jauh dari abang lo” Varez semakin mengerutkan keningnya bingung.
“Nurut aja! Kita udah jadi teman, jadi gue blak-blakan aja apa yang gue rasa” Aiden sedikit kesal melihat wajah Varez,
“Ck, pokoknya hati-hati deh!! Ngejelasin panjang lebar percuma keknya otak lo seperempat doang!! Dah gue pulang bye!!” Aiden masuk ke dalam mobilnya.
Sebenarnya Varez berlagak bodoh saja, Varez mengerti maksud Aiden makanya dirinya lebih memilih diam. Firasatnya juga tak enak sedari tadi maka itu Varez lebih banyak diam memikirkan apa yang akan terjadi nanti.
...Tinn...
Varez tersentak kaget mendengar klason yang di bunyikan Davian, ingin rasanya Varez mengumpat ke abangnya itu tak lihat apa adiknya sedang melamun.
...Click...
...BLAMM...
“Santai” ujar Davian karna Barez menutup pintu kencang, dan lagi mobil yang di pakai ini mobil kesayangan Davian.
“Ya maaf!!”
Keduanya menuju salah satu barbershop tempat mereka biasa potong rambut, Galaxy tak bisa inut karna masih di rumah sakit dan tak di biarkan kelaur lagi sampai benar-benar sembuh.
Sedangkan Alana sudah pulang, sebentar lagi ujian tengah semester dirinya ingin belajar. Percayalah belajar Alana itu beda dari orang-orang. Biasanya orang-orang akan membaca buku sedangkan Alana? Dia malah membaca novel di mangatoon.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...