
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM?...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
Dalam perjalanan pulang ke tanah air, mereka menggunakan tiga pesawat. Pesawat pertama berisikan Arion dan anak-anak juga para dokter. Pesawat kedua orang tua Kaila beserta abangnya. Pesawat ketiga keluarga Kenan.
Arion di dalam kamar sedari tadi menjaga Kaila di temani para dokter sedangkan anak-anak berjaga di luar.
“Stttt jangan nangis terus” Davian memeluk Alana, Alana sedari tadi menangis bahkan sampi tak mengeluarkan air nata dan suara lagi tangisannya.
Mereka mengharapkan keajaiban, Galaxy dan Varez sedari tadi diam tak berbicara sama sekali. Varez dan Gaalxy di bantu asistennya mengecek data-data para perampok itu.
“Tuan muda, sepertinya para wanita di pulau itu adalah turis” ucap Jo
“Lalu?” Tanya Galaxy,
Saat mereka tengah membahas, tiba-tiba suasana pesawat itu menjadi mencekam tak ada darah di dalam pesawat tapi bau anyir darah sangat pekat tercium di seluruh pesawat bahkan para pramugari yang tak tau apa-apa pun ikut merasakan dan mencium bau itu.
Arion di dalam kamar bersama para dikter langsung siaga pasalnya Kaila bangun namun hanya membuka satu matanya yaitu nata kirinya. Para dokter seketika terduduk entah seperti sedang menghadap ratu dan raja di kerajaan.
“Honey!!”
“Dimana anak-anak?” Bukan suara Kaila tapi suara Kalia, suaranya berat aura membunuhnya terpancar jelas.
“Di sini mom” mereka kakak beradik masuk ke dalam.
“Hug me!” Pintanya,
“Jangan nangis” ucap Kalia saat Alana kembali menangis bahkan tangisnya mengeluarkan air mata berwarna merah.
“Jangan hikss jangan tinggalin kita mom” Kalia memeluk erat Alana saat mengucapkan kalimat itu.
“Waktu ku tidak banyak, Ar bisa kita bicara berdua?” Alana dan abang juga adiknya enggan melepaskan pelukan tapi mau tak mau melepaskan dan menunggu di luar.
Kini tinggal Arion dan Alterigo Kaila yaitu Kalia, Kalia menatap Arion dengan sebelah mata yang tertutup. Buturan-buturan air nata berwarna merah turun di pipi sebelah kirinya.
“Aku, Kalia kembaran sekaligus Alterigo Kaila” Arion mengangguk menahan air matanya.
“Kaila sedang di ambang batasnya, aku memberinya pilihan ah tidak aku tak memberikannya pilihan tapi aku memberikan pilihan ke diriku yang hanya bayangan ini. Aku memilih untuk meneylamatkan Kaila”
Arion tak pham maksud Kalia, dirinya masih diam mendengarkan semua penjelasan yang di berikan,
“Kondisi Kaila saat ini mengkhawatirkan. Aku minta satu hal untuk selamanya Ar, jaga Kaila untukku kartu AS miliknya sudah terpakai yaitu kehidupan kedua untuknya. Memang tak masuk akal tapi ini nyata kalau kamu bersedia memenuhi permintaanku”
“Aku bersedia! Dan aku janji hal seperti ini tak akan pernah terjadi lagi ke Kaila”
“Sampai bertemu lagi Arion, jaga Kaila dan anak-anak untukku karna aku tak bisa memastikan keselamatan mereka dan menjaga mereka setelah ini” Kecupan pertama dan terakhir Kalia berikan untuk Arion.
Tubuh Kail seketika abruk tubuh bagian kiri Kaila penuh darah dari air mata nya, Arion langsung meminta dokter memeriksa dan meminta pilot untuk mendarat di negara terdekat untuk segera kerumah sakit.
“DETAK JANTUNGNYA!!” Dokter-dokter itu tercengang pasalnya detak jantung yang tadinya berhenti tiba-tiba mulai berdetak namun sangat lemah.
Arion merosot di samping Kaila yang terbaring, sekarang apa yang harus Arion katakan ke Kaila kalau Kalia kembarannya sudah tak ada. Apa dirinya harus senang karna Kaila bangun? Namun bagaimana keadaan Kaila nanti saat mengetahui Kalia tak ada lagi?
Kaila selalu selamat dari kematian karna Kalia, namun kartu As yang selama ini di sembunyikan kini sudah tak bisa di gunakan lagi untuk terakhir kalinya, karna menyelamatkan Kaila dari ambang kematian dengan bayaran Kalia.
“Kita akan mendarat di German” Arion hanya mengangguk saja. Dua pesawat lainnya juga di beritahukan untuk mendarat dadakan.
Alana pingsan, mereka tak tau apa yang terjadi yang pasti menurut mereka Alana kecapean karna terus menerus menangis.
Di bawah alam sadar Alana,
Alana bertemu Kalia. Keduanya berpelukan untuk waktu yang lama tangis Alana pecah namun Kalia sama sekali tak mengucapkan apapun.
“Sudah waktunya, mommy pergi ya, Ana” Kalia mengecup singkat kening Alana dan tiba-tiba semuanya kembali gelap.
Varez sudah meminta pihak bandara di German untuk menyiapkan helikopter untuk membawa Kaila ke rumah sakit terbaik setiba di bandara nanti.
“MOMMY!!!” Alana seperti terjatuh dari atas tebing yang sangat-sangattinggi dan tak berujung.
“Heyy!! Ada apa!!” Tanya Galaxy sambil memeluk Alana.
“Mommy!!”
“Mommy udah gapapa, mommy baik-baik aja” Galaxy berucap seperti itu sambil air matanya turun.
Dirinya sangat-sangat bersyukur dan berterima kasih ke Allah swt karna memberikan kesempatan untuk mommy nya kembali ke mereka lagi. Ya Kaila di nyatakan kembali setelah detak jantungnya berdetak lagi walau agak lemah tapi berhasil melewati kematian.
...🌑🌑🌑...
Setiba di bandara,
Arion dan beberapa dokter menaiki helikopter sedangkan anak-anak di kawal para polisi menuju rumah sakit begitupun keluarga yang lain menggunakan mobil dan pengawalan ketat menuju rumah sakit.
“Sudah?” Varez mengangguk.
Meretas seluruh lampu merah dan memblok beberapa jalan agar mereka segera tiba dengan cepat ke rumah sakit. Keluarga yang lain masih di atas sana bergantian mendarat di bandara. Davian tak henti-hentinya berdoa berucap syukur ke tuhan.
Di rumah sakit...
Kaila langsung di berikan tindakan, dokter-dokter baru pertama kali melihat hal seperti ini, manusia yang sudah di nyatakan meninggal satu hari tiba-tiba detak jantungnya kembali berjalan walau agak lemah namun tetap memiliki kemungkinan hidup.
Sekitar sepuluh jam sudah berlalu, Kaila sudah melewati masa kritisnya dan dokter berkata hanya menunggu Kaila sadar saja.
“Bagaimana bisa? Ah tidak Alhamdulillah ya Allah makasih makasihh” ucap Calya.
Keajaiban apapun itu dirinya sangat berterima kasih dan bersyukur Allah masih memberikan kesemaptan untuk anaknya.
“Makasih-makasih” El memeluk Arion,
Kalian tau kedekatan El dan Kaila kan? Seberapa posesif dan sensitifnya El jika Kaila kenapa-kenapa. El tak tau harus berkata apa lagi yang pasti dirinya sangat berterima kasih karna Kaila kembali ke mereka.
Mereka semua berada di ruangan Kaila, menunggu Kaila bangun. Nyata gak nyata tapi ini semua memang terjadi, kesempatan kedua di berikan namun tidak ada untuk lain kali.
Apapun itu, mungkin atau tidak semua bakal terjadi jika Tuhan berkehendak, jangan tinggalkan Tuhan demi kepuasana semata.
Karna kita hanya hidup sekali, cerita ini hanya fiksi jangan mengharapkan hidup kita sepeti di cerita karna cerita adalah salah satu hal yang tah bisa di wujudkan apalagi terbangun dari kematian.
Tak ada Kaila di dunia nyata, yang mana tak ada orang yang hidup kembali setelah di nyatakan meninggal dunia satu hari sebelumnya.
...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN🖤...
...GIMANA? SESUAI KEINGINAN KALIAN KAN? TAPI INI PERTAMA DAN TERAKHIR TAK AKAN ADA KEJADIAN SEPERTI INI DI KEDEPANNYA....
...APAPUN YANG TERJADI KITA GAK BISA NEBAK BUKAN? AKU HARAP KALIAN NGERTI🖤...
...TERIMA KASIH DAN JANGAN LUPA FOLLOW IG KITA YA!! DI SITU KADANG AKU SPOILER TAU WK ....