The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 74



Kurang dari sepuluh menit semua sudah menjadi mayat, dan markas tersebut sudah rata dengan tanah. Tentu sebelum itu mereka mengecek apakah ada sandera di ruang tahanan setelah di pastikan tidka ada baru mereka mengebom gedung tersebut.


“Kalian tau kesalahan kalian?” Tanya Davian


“Tidak prince” ucap ketua black mafia tersebut.


“Potong kedua telinganya! Dan bawa ke ruangan khusus milikku di markas!” Perintah Davian.


“Tolong!! Tolong lepaskan kami” rintihnya.


“Jahit mulutnya! Aku tidak suka kebisingan!!” Ucap Davian lagi.


Mereka berjalan kembali ke dalam mobil, tujuan kali ini rumah sakit Ucup dan Bale di keroyok geng motor sampai cidera parah membuat emosi ketua Alderioz semakin tak terkontrol.


“Rez, tidur” perintah Davian.


“Iya” ujar Varez.


Varez yang saat ini di rumah langsung memutuskan koneksi telponnya. Begitupun koneksi yang menyambungkan Arion dan Kaila ke abang-abangnya.


“Bertemu di persimpangan rumah sakit! Bawa motor gue!” Ujar Galaxy.


...Drttt...


...Drttt...


...Drttt...


...Mommy (calling)...


“Mommy bang!!” Adu Galaxy ke Davian.


“Huft” Davian menghela nafasnya.


Davian mengambil ponsel Galaxy.


^^^“Hallo mom?”^^^


“Abang abis itu pulang ya?”


“Pintu gak di kunci”


“Jangan pulang pagi”


^^^“Tapi ini sudah hampir subuh mom”^^^


“Yang pasti jangan nginep di sana!!”


^^^“Iya mom”^^^


...Panggilan berakhir....


Davian melempar ke samping ponsel Galaxy, dengan cepat dan reflek yang bagus Galaxy menyambut ponselnya.


“Anj lo!” Kesal Galaxy.


“Lo anj!!” ujar Davian


“Lo ******!”


“Lo asu!!”


“Lo bego!!”


“Gue pinter!!”


“Masa bodo!”


“Bacot lo!!”


“Lo abang bego!!”


...PLAKK...


...BUGGG...


...PLAKK...


...PLAKK...


“Ngapa si lu anj!!” Kesal Davian.


Mereka seketika diam-diaman seteleh baku tumbuk pukul memukul, untungnya tak di pantau Kaila jika di pantau habis lah mereka.


Bukan habis apa tapi langsung di berikan katana atau belati bahkan pistol untuk saling membunuh. Kaila terlalu mainstrem jika melihat anaknya berantem.


“Balapan!” Ucap Galaxy ke Davian saat mereka berjalan menuju motor mereka yang sudah menunggu di persimpangan.


“Kalah di gebukin ya!” Ujar Davian.


“Okey!!”


Mereka pun memulai balapan di start, kelakuan random mereka memang sangat aneh. Davian dan Galaxy saling adu kecepatan.


...CHITTTTTT...


Decitan motor keduanya menggema membuat orang-orang di depan igd panik bahkan sampai perawat ada yang keluar karna panik.


“Gila lo pada! Rumah sakit ini cok!!” Ujar Sam.


“Akhh! Sialan lo!!”


...BUGGG...


...BUGGG...


“Lo berdua kenapa si anj!!” Abi dan Arga memisahkan keduanya.


“Gue aduin mommy lu!!” Kesal Galaxy.


“Udah kalah ngadu lagi gblg!!”


“Bacot!!” Galaxy berjalan masuk ke IGD tanpa permisi dengan wajah kesal.


“Aunty!!!” Panggil Galaxy ke Zainisa.


“Loh? Kenapa kamu?” Tanya Zainisa yang lagi mendata pasien.


“Di pukul ab...”


...PLAKKK...


“Lo yang ngajak balapan!!”


“Davian ade nya di gituin!!” Ceramah Zainisa.


“Enggak aunt! Dia yang ngajak balapan kalah katanya yang kalah di gebukin” Zainisa memijit pelipisnya.


“Udah kalian masuk ke ruangan aunt istirahat!!”


“Gak!” Ucap keduanya bersamaan.


“Kenapa enggak?”


“Mau baku hantam dulu adu mekanik sama geng motor miskin jelek berani keroyokan” ujar Galaxy.


Mereka berdua kembali keluar, Zainisa merasa aneh dan bingung kenapa keponakannya ini. Lalu untuk apa masuk ke dalam IGD setelah mengadu lalu pergi keluar.


“Lo ngeliat keadaan Ucup dan Bale?” Tanya Abi.


“Kagak” ucap keduanya.


“Trus ngapain masuk?” Tanya Arga.


“Ketemu tante gue” ketiganya memutar bola mata malas.


Anggota Alderioz beberapa datang ke rumah sakit, Davian memberitahu mereka untuk segera bersiap di markas tak perlu membawa senjata mereka akan menyerang dalam satu jam lagi.


“Baik bos” mereka kembali bubar.


“Nyerang malam ini?” Tanya Sam.


“Iyalah masa kagak! Trobos aja lah anj!!” Ujar Galaxy.


“Tu bocah berdua di tinggal?” Tanya Galaxy lagi, Bocah berdua maksudnya Ucup dan Bale.


“Tanya gih, mau ikut tawuran gak gitu” saran Abi.


“Lah iya bentar deh gue tanya” ujar Galaxy.


Baru Galaxy hendak masuk langsung di geplak oleh Davian lagi.


“Ngapa si lu Dav!!”


“Mereka lagi tidur”


“Ya bangunin”


“Dih gblg!! Langsung berangkat!! anak gblg ini belum makan jadi maaf ya” ujar Davian.


“Tumben lu banyak omong Dav” tanya Abi.


“Anak asu ini lagi mood ngomong jangan di tegur” ujar Galaxy sambil pasrah di seret Davian.


Mereka semua berbaris sesuai posisi, deru motor sport milik mereka menggena mengisi sunyinya malam. Menuju markas mereka untuk mempersiapkan penyerangan tanpa menunggu lama untuk membalaskan apa yang di rasakan kedua temannya.


“Duh kebelet pipis nih gue!!” Teriak Galaxy karna jika tidak teriak tak bakal terdengar.


“Hah?” Teriak Abi.


“Gue mau pipis”


“Apa Gal?” Teriak Abi lagi.


“Gblg!!”


“Elu gblg!!” Ucap Abi.


“Giliran kata-kata kasar si budeg ini denger” gumam Galaxy.


Galaxy memilih mempercepat laju motornya agar segera tiba di markas. Setiba di markas Galaxy langsung ngacir ke toilet karna sudah tak tahan lagi.


“Ah legaaa” gumamnya.


...🖤JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...