
“Gue harap lo berdua gak kenapa-kenapa!!” Ucap Alana sambil berlari juga menangis.
“Alana!! Heyy biar gue anter” Harsa berbicara dengan nada lembut ke Alana.
“GAK!! GUE GAK BAKAL MAAFIN LO KALO ABANG GUE KENAPA-KENAPA!!!” Alana menepis tangan Harsa.
“Pergi gak lo!!!” Alana memanggil taksi .
Menuju lokasi lelang tadi dan benar saja saat Alana tiba, sudah banyak pemadam dan ambulan juga polisi yang berjaga. Berjalan tertatih-tatih menuju lokasi tersebut.
“Nona dilarang masuk ke dalam!!”
“Diem lo!! Abang gue di dalam!!” Kesal Alana.
“Nona di sana berbahaya, korban yang ada sudah di evakuasi silahkan menuju rumah sakit terdekat untuk mengecek apakah ada keluarga nona di situ”
“Bodoh!!” Umpat Alana.
Saat Alana menuju parkiran yang berada tak jauh dari gedung aula, di sana ada mobil kedua abangnya yang juga di jaga beberapa pengawal.
“ABANGG!!” kedua abangnya langsung berlari memeluk Alana begitupun Alana.
“Huaa Ala kira abang kenapa-kenapa hikss”
“Abang sudah larang kamu Ala! Kenapa malah nekat datang” tanya Davian
“Maafin Ala hikss Ala cuman mau ikut hikss” tangis Alana sambil memeluk keduanya.
Flashback on~
Saat terjadi penembakkan keduanya tak sengaja mendengar suara teriakan dari lantai bawah atau vip di bawah yang langsung berseberangan dengan ruang vvip mereka.
Mereka sekilas melihat Alana dan saat di lihat lebih benar lagi ternyata benar Alana, kedua nya bergegas menuju ruangan tersebut namun tiba-tiba gedung tersebut bergoyang seperti gempa.
Saat mereka tiba di ruangan vip Alana, Alana sudah tak ada dan mereka bergegas keluar tak lama keluar gedung tersebut roboh setelah terdengar suara boom sangat nyaring. Terlalu banyak orang alhasil saat gedung tersebut roboh banyak orang yang belum keluar.
Alana di hubungi oleh keduanya tak bisa, karna memang Alana tak membawa ponsel agar keberadaannya tak di lacak bahkan jam khusus juga cincin dan kaling khusus dimilik keluarga tak di gunakan Alana.
Sat mereka hendak pulang tak sengaja melihat mobil Alana terparkir, ah bukan mobil Alana melaikan mobil mommy mereka Kaila. Bagaimana tau karna plat nya khusus dan hanya Kaila yang memilikinya.
Keduanya pun sampai meminta salah satu anak buah mengecek keberadaan Alana di rumah dan benar saja tak ada, mobil Kaila pun tak ada di garasi.
“Gimana ini bang?” Tanya Galaxy santai.
“Kalian cek seluruh tempat, cari keberadaan Alana” perintah Davian.
“Baik tuan”
Flashback off~
“Kamu perlu di hukum Alana” ujar Davian lembut namun menusuk.
“Iya bang” ujar Alana pelan.
Davian dan Galaxy masih menggunakan topeng dan Alana juga dirinya kembali memakai topeng saat keluar dari apart Harsa tadi.
Harsa dari jauh menyaksikan keharuan ketiganya, ada rasa cemburu kala melihat Alana berpelukan dengan pria lain namun dirinya tak bisa apa-apa karna tak ada hak khusus untuk cemburu.
“Darah? Ini darah siapa?” Alana takut mengatakannya.
“Kak..kaki Ala kena pecahan kaca” Davian memijit pelipisnya menahan emosi yang meluap-luap.
“Bawa ke rumah sakit Gal, gue pulang” perintah Davian.
“Abang? Abang marah sama Ala” Davian diam saja lalu masuk ke dalam mobil dan pergi pulang.
Alana kembali histeris dalam pelukan Galaxy dirinya takut jika Davian marah, psti Davian akan mendiamkan dan dingin ke dirinya.
“Ala minta hikss minta maaf bang hikss” Galaxy mengangguk
“Kita ke rumah sakit” Alana mengangguk.
“Bawa ni mobil” Galaxy melempar kunci mobil Alana.
...🌑🌑🌑...
Davian berada di salah satu bar,
dirinya tak langsung pulang karna jika emosinya tak stabil seperti ini bakal membuat kericuhan di rumah.
“Tambah sebotol lagi” perintah Davian yang langsung di angguki pelayan itu.
Dentuman musik masuk ke area vip yang ada di bar tersebut, Davian hanya sendirian di dalam ruangan vip ini.
“aakhhhhhhhh!!” Teriak Davian.
Dirinya mau marah ke Alana tapi tak bisa, adiknya itu tak bisa Davian kasari makanya Davian melampiaskannya ke sini.
Tak terasa dini hari pukul 04.16 wib.
Davian baru pulang kerumah, sudah ada Arion yang duduk di kursi memang sedari tadi malam setelah mendengar kabar kalau Alana tak ada di rumah juga saat Alana dan Galaxy pulang tanpa Davian.
Arion sudah duduk di ruang tamu, setelah mendengarkan penjelasan Galaxy kalau Davian butuh waktu sendiri Arion langsung membiarkan anaknya itu sendirian.
Padahal bisa saja jika Arion mau langsung mendatangi Davian ke bar karna memang Arion langsung mengetahui keberadaan Davian dengan beberapa kalimat saja.
“Dad” sapa Davian.
“Duduk dulu bang” Davian duduk di kursi sebelah kiri Arion.
“Kamu marah ke Alana?”
“Marah, tapi Dav gak bisa marahin Alana” jujur Davian.
“Daddy tau perasaan kamu, tapi bang semua udah terjadi dan untung Alana gak kenapa-kenapa luka nya juga gak parah” Davian menunduk sambil memijit pelan pelipisnya.
“Bukan daddy gak khawatir tapi daddy mencoba paham kondisi kalian satu-satu” Davian masih dengan posisi tadi.
“Iya dad, Dav cape pusing mau tidur” Arion mengangguk membolehkan Davian pergi ke kamar.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
ARION menurut kalian orangnya kaya gimana**?