
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
“Arghhhh!!! Cewe sialan!! Caper banget sii harusnya gue yang di peluk Galaxy!!!” Olin kesal karna melihat Resya di gendong Galaxy saat menuju ke parkiran tadi Olin melihatnya bahkan seluruh murid berhamburan keluar melihat apa yang terjadi.
Iya salah satu murid ada yang melihat dan langsung berteriak ada yang pingsan jadilah heboh satu sekolah.
Sedangkan di rumah sakit..
“Bawakan oksigen!” Resya di pasangkan oksigen lalu infus.
“Astagfirullah! Seberat apa beban anak ini” ucap Zainisa yang tak sengaja membuka rompi sekolahnya.
“Ada apa dok?” Tanya perawat.
“Astaga tuhan!!” Kaget perawat itu kala Zainisa membukakan lengan rompi seperti tadi.
“Kompres belakang kepalanya, ada benjolan kasih salep juga” perintah Zainisa.
Saat Zainisa hendak pergi, Resya menggengam tangan Zainisa matanya masih tertutup.
“Mama Esya gak ngelukain Isya hiks ma”
“Mama jangan tinggalin Esya!!”
“Mamah Esya takut gelap!!”
“Esya bukan ****** pah!! Esya anak papa”
“Bang Asya hikss Esya gak kuat Esya mau susulin abang hikss tapi gak bisa”
“MAMAHHHHH” Resya berteriak kala mimpi buruknya berada di bagian yang mengerikan. Resya terduduk nafasnya terhengal-hengal tangannya masih menggengam tangan Zainisa.
“Eh? Ah maaf aku gak aku minta maaf” Resya langsung melepaskan pelan tangan Zainisa.
“Gapapa ko” Resya mengangguk namun nafasnya masih terhengal-hengal.
Zainisa entah insting dokternya atau keibuannya sedang jalan, dirinya tanpa ijin memeluk Resya menenangkan sambil membisikkan.
“Gapapa ko, kamu boleh nangis jangan di tahan. Ungkapin semua yang buat kamu sakit jangan takut” tangis Resya pecah sambil memeluk Resya.
Anak broken home sepeti Resya yang di tuduh ingin membunuh kembarannya a.k.a kakaknya dan di usir dari rumah bahkan di tuduh jual diri untuk mendapatkan uang. Sebelum di usir Resya masih berumur 6tahun di tinggal di tengah taman dan juga pernah di dorong saat mereka jalan-jalan ke puncak.
Tapi yang di tuduh malah Resya, karna kakaknya berdarah terkena ranting padahal Resya juga prah badannya penuh luka dan lengannya sobek akibat terbaret ranting saat terguling ke bawah jurang.
Hanya sang abang yang selalu ada dan membela nya bahkan rela pergi dari rumah menemani Resya dan sayangnya setahun lalu Rasya meninggalkannya untuk selama-lamanya.
Back to topik..
Dada Zainisa basah tapi Zainisa tka masalah dengan itu, Resya menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Zainisa tanpa mengungkapkan isi hatinya hanya menangis.
“Esya cape” rintihnya.
“Kamu kuat cantik, semua cobaan yang di berikan itu selalu ada balasan dan tuhan tau kalau hambanya itu kuat makanya kita manusia di berikan cobaan”
“Kenapa Esya? Kenapa harus Esya! Esya tuh sendirian! Bang Asya ninggalin Esya hikss” Zainisa tak tau harus apa yang pasti terus menenangkan mengelus punggu Resya hingga isak tangis berganti dengkuran kecil.
Galaxy dan yang lain tak di biarkan masuk sedari tadi oleh Zainisa, mereka gelisah termasuk Galaxy, Dara dan Clarita. Resya di ganti pakaian pasien lalu di pindahkan ke ruangan barulah teman-temannya di perbolehkan menjenguk.
“Gala ngambek sama aunty!!” Ujar Galaxy membuat Zainisa terkekeh.
“Bleee” ujar Zainisa
“Huh bye! Makasih bye bye” Galaxy melewati Zainisa begitu saja.
Mereka menuju ruangan Resya, Alana sudah di kabari dan kalian tau gimana reaksi Alana? Kembali ke beberapa menit yang lalu.
Alana sedang di pijit oleh duo kembar, iya duo kembar hari ini jadi babu Alana tanpa di minta katanya kangen ka Ala dan jangan sakit-sakit lagi begitu kata keduanya dan malah memijit kaki Alana.
“Hallo Dar?”
“......”
“DEMI APA? JANGAN BERCANDA LO!!”
“......”
“Ya maaf kaget!! Terus sekarang gimana?”
“......”
“Ya Allah!! Yaudah gue ke sana!!”
“......”
“Iya!!”
“Kenapa ka?” Tanya keduanya.
“Ka Ala mau ke Rs! Temen ka Ala masuk rumah sakit!!”
“Ikut ya???” Ucap keduanya.
“Idihh!”
“Mommy gak ada” Alana menepuk dahinya dirinya lupa Kaila pergi ke kantor Arion mengantarkan makan siang kedua bocah ini tak ikut karna abis kena marah Kaila tadi.
“Yaudah! Tapi jangan nakal”
Alana tak bilang kalau pergi nanti saja jika sudah tiba di rumah sakit baru dirinya akan minta maaf dari pada tak di perbolehkan wkwkw.
“Pake sabuk pengaman!” Perintah Alana keduanya mengangguk.
Alana langsung menuju ke rumah sakit, Alana terus mengutuk siapa saja yang membuat sahabat nya terluka. Entah kenapa cctv di sekolah saat kejadian tak ada yang berfungsi semua seperti di rencanakan namun Alana masih berpikir positif.
Beberapa saat kemudian...
Mereka tiba di rumah sakit, kedua kembar bergandengan tangan dengan Alana seperti mamah muda Alana menggandeng keduanya ini.
Si kembar tampan apalagi pipi nya sedikit menggembung, badannya putih seperti salju bulu mata lentik aduh besarnya pati sangat-sangat ganteng kecil seperti ini saja sudah sangat ganteng apalagi besar.
...Click...
“Astagfirullah bawa pasukan” ujar Galaxy kedua bocil itu langsung berlari memeluk Galaxy.
“Tumben” ujar Galaxy,
Emosi Galaxy yang tak terkontrol tadi kini mereda saat melihat duo claon devil ini wkwk, Dara dan Clarita sedari tadi mengintrogasi Resya namun tetap saja bocah itu bungkam.
“Udah baikan?” Tanya Alana sambil menaruh beberapa macam buah juga roti.
“Udah, makasih Alana” Alana mengangguk.
“Anu itu ruangan ini kayaknya bukan untuk ruangan bpjs ya?” Tanya Resya malu.
“Bpjs? Apa tu?” Tanya Clarita blak-blakan.
...Pletakk...
Alana menyentil dahi Clarita temannya ini kayaknya pintar di pelajaran saja tpai di pengetahuan umum untuk masyarakat sepertinya bodoh. Bpjs saja tidak tau apalag budget pas-pasan jiwa sosialita pasti Clarita tak tau.
“Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)” ujar Ucup sambil memakan roti yang di bawakan Alana tanpa ijin.
“Tumben pinter” ujar Abi,
“Buat apa bpjs?” Tanya Clarita lagi,
“Berobat gratis pokoknya! Pintar-pinter bego lo!” Ujar Ucup,
...PLAKKKKK...
“Ada ade gue!!” Kesal Galaxy,
“Pintel-pintel ego lo” ujar Alistier, Alana dan Galaxy menatao Ucup tajam seperti ingin mbunuhnya saat ini juga.
“Mampos!” Batin Ucup.
“Lo gak usah mikirin biaya, gosah pake bpjs juga” Resya mengerutkan keningnya dirinya pintar tapi tak terlalu paham dengan ucapan Alana.
“Ini rumah sakit milik keluarga Alana” ujar Dara karna melihat Resya bingung.
“Ini? Rumah sakit ini?” Tanya Resya.
”iya, punya kita. Kita juga ada rumah sakit yang lain trus hotel dan banyak lagi” ujar Alistier menjelaskan dan Resya? Hanya bisa tercengang.
Galaxy langsung menggigit pipi Alistier karna mulut bocah ini asal ceplos bahkan menceploskan kesombongan tiada batas entah keturunan siaoa yang sombong dan ria ini.
“Kita orang kaya rajin sholat juga tau kalo gak sholat nanti di masukin ke kandang Leo kesayangan ka Ala kaya bang Varez trus di kencingin Leo hahahaha” Alana memijit pelipisnya.
Adiknya? Siapa yang mengajarkan berbicara seperti ini penuh kesombongan ah ada sedikit rasa Alana menyesal membawa keduanya, tidak-tidak bukan keduanya tetapi salah satunya si bungsu ini jago sekali berbicara, sedangkan Alastair? Anteng duduk di pangkuan Abi sambil menonton replay an motor GP.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...