
...SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!...
...OPENING BARU NIH WOY WK...
...SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA....
...TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA....
...TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!...
...JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII....
...BTW BTW...
...KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM? ...
...EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH ...
...MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk...
...GAK DENG BERJANDAA EH...
...BERCANDAA...
...BANYAK BACOT KAN KAN KANN?...
...DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,...
...SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP....
...MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN...
80jt masuk ke dalam rekening harusnya 100jt tetapi Davian mengembalikan uang 20jt itu ke Ucup dengan cuma-cuma.
Mereka cukup sekali bertanding malam ini akrna besok harus bernagkat sekolah pagi dan Davian juga ada kelas tentu Arga dan Sam sama karna mereka satu kelas.
“Apa?” Kaget Galaxy kala Zainisa menghubungi kalau Resya tak ada di dalam kamarnya.
Zainisa dapat shif malam jadi dirinya tak sempat mengecek Resya tadi sore, dan dirinya baru di kabari sekarang kalau Resya tak ada.
“Yasudahlah biarin aja aunt”
“.....”
“Ya Gala juga gak tau, temen Alana itu”
“......”
“Gak ada suka-suka. Masih suka sama mommy dan Ala Gala mah!!”
“.....”
“Iya aunt, malam selamat bekerja nanti Gala gofoodin makanan”
“.....”
“Gak ada penolakan”
Panggilan berakhir
Galaxy memutuskan panggilan itu sepihak walau tak sopan Zainisa sudah memaklumi tingkah keponakannya itu.
“Makan di warjang dulu lah ada menu baru” ajak Abi
“Menu apa?” Tanya Galaxy,
“Lalapan, Pecel lele, Nila dan lainnya seafood” ujar Abi
“Skuyyyyyy berangkat!!” Ucap Ucup.
Warjang buka dua puluh empat jam kecuali warjang cabang yang di dekat sekolah memang angkringan sedangkan yang dekat markas itu warjang utama di jadikan rumah makan dan angkringan sekaligus.
Apalagi sekarang daerah markas mulai ramai sering di jadikan tempat tongkrongan torotoarnya oleh anak-anak muda, angkringan dan tempat ornag bermalam minggu menikmati pinggiran kota santai di taman.
Pukul 01.06 wib,
Mereka berada di warjang menikmati menu baru dan tentu tak kalah dengan masakan restorant bahkan Galaxy, Ucup, Dan Bale nambah nasi selapar dan senikmat itu masakan mang Ujang.
“Mang, nih dari Davian buat pegangan” Sam memberikan uang 2jt ke mang Ujang.
“SubhanAllah makasih banyak den” berterimakasih ke Davian dan yang lain.
“Kalau ada apa-apa langsung lapor ke markas aja mang ada anak-anak ko di situ kecuali jam sekolah tapi kadang ada aja ko anak-anak yang disitu” Ujar Abi .
“Makasih banyak sekali lagi makasih kalian selalu bantu mamang dan bibi” mata mamang berkaca-kaca .
“Stop! Nih mang kita bayar cabut dari pada liat mamang nangis kan gak lucu” ujar Galaxy karna mereka sudah selesai makan sepuluh menit lalu.
Memang Galaxy tak memiliki perasaan sama sekali langsung mengajak teman-temannya pergi begitu saja tanpa menyaksikan mamang menangis haru, bukan itu alasannya tapi karna Galaxy paling tak suka melihat orang menangis apalagi orang terdekatnya.
...🌑🌑🌑...
“Dav, gue mau ketemu Alana” Davian langsung melirik tajam Harsa.
“Buat?”
“Gue suka sama ade lo” Sam dan Arga meneguk ludahnya kasar, Harsa benar-benar cari mati kayaknya Davian sensitif jika ada yang berkata suka dengan Alana.
“Mati dulu lo, baru boleh suka sama ade gue!”
“Ck! Apapun asal itu untuk Alana”
“Stres lo?” Tanya Aksa ke Harsa,
“Sadar bego sadar” Ujar Aksa lagi tak habis pikir.
“Buang-buang waktu Dav, cabut aja anak-anak nunggu” Davian mengangguk setuju ucapan Sam.
“Gue gak bercanda Dav!”
...BUGGGG...
“Jaga batasan Harsa Ezaquel Brilliano Noir!!” Peringatan pertema dari Davian.
“Dav” Sam menarik Davian agar menjauh dari Harsa.
Harsa tak peduli setinggi apa dinding antara dirinya dan Alana dirinya bakal terus mencoba meruntuhkan dinding itu, Alana satu-satunya perempuan yang membuat jantung nya berdetak tak karuan walau sekilas saja mata mereka bertatapan.
“Om Erza mengsedih liat tingkah lo Sa” ujar Athan,
Om Erza atau Herza Noir adalah ayah Harsa. Orang terkaya nomor 1 di daerah timur tengah. Aksa dan Athan menggeleng sesuka itu Harsa dengan Alana sejak pertama kali bertemu? Pertemuan tak di sengaja saat menolong Alana yang sednag di kepung pembunuh bayaran.
“Gue balik! Lo pada wakilin gue” Mau tak mau Arga dan Sam mengangguk dari pada Davian ikut ke markas namun dengan wajah ingin membunuh siapa saja yang bertatapan dengannya lebih baik Davian pulang.
Setiba di rumah...
“TIERRRR!!” teriak Varez kesal,
“Enggak kena bleeee”
“Gue banting lo!!” Kesal Varez sambil mengejar Alistier,
Keduanya kejer-kejaran di dalam rumah, Alana hanya bisa menghela nafas sabar melihat tingkah keduanya sedangkan Galaxy? Bocah itu tak ada karna berada di markas.
“Muka nya lusuh banget bang” ujar Kaila,
“Ada masalah apa hmm?” Kaila mengelus lembut rambut sang anak yang memeluknya.
“Ada yang bilang suka sama Alana tadi” Kaila mengangguk.
“Trus?”
“Dav gak suka, Ala belum boleh pacaran dan gak bakal boleh kapanpun. Dav takut Ala kenapa-kenapa”
“Abang, abang boleh larang adeknya tapi gak boleh egois juga. Wajar orang suk sama ade dan ade juga berhak punya pacar atau kekasih bahkan suami tentunya”
“Abang takut mereka bakal bikin Ala nangis”
“ALISTIERRRRRRRRR”
“Kalau mereka bikin Ala nangis kamu sebagai abangnya harus membela tentunya. Paham maksud mommy bang?” Davian mengangguk.
”tadi abang juga pukul muka tu cowo yang bilang suka ke Ala” Kaila menepuk dahinya pelan.
Abang yang sangat posesif, Kaila tak bisa berkata-kata lagi anak-anaknya ini sanga posesif bahkan ke Kaila juga mereka posesif tak membiarkan Kaila keluar rumah sendirian kecuali tujuannya cuman ke kantor atau markas.
“AAAAAAAAAAAAAUWOWUOOOOOO” teriakan Alistier mengalihkan perhatian mereka.
Jantung Alana dan Kaila seperti sedang latihan berhenti kala melihat Alistier bersama Varez gelantungan di atas sana dari lantai 3.
“TURUN!! BAHAYA!!” Teriak Kaila sambil mengelus dadanya.
“Asik tau mom” ujar Tier di angguki Varez,
“TURUN!!” Alana ikut meminta keduanya turun.
“YA ALLAH JANGAN ANEH-ANEH!!” Teriak Kaila kala melihat Varez membalikkan badannya.
“VAREZ TIERRR!!”
“bentar mommy” ujar Tier,
“Iya mom bentar ini lagi asik tau!!”
“TURUN!” Satu suara itu berhasil membuat keduanya gelagapan untuk segera kesmaping dan turun,
Davian dengan satu kalimat berhasil membuat keduanya menyerah, semengerikan apapun kakak kedua dan ketiga tetap lebih mengerikan kakak pertama.
“Tier takut” ujar Alstier ke Varez,
“Sama kita ke kamar aja yuk pura-pura tidur” Tier mengangguk.
“Urus ade kalian itu! Momny pusing” Kaila angkat tangan untuk menghukum keduanya. Alistier dan Varez jika di gabungkan akan menjadi malapetaka yang mana otak jahil dan bermacam ide selalu ada saja di orak keduanya.
Sedangkan Alastair? Bocah itu memilih untuk rebahan saja menikmati cemilan dari oada ikut tingkah si bungsu dan abangnya yang tidak normal itu mending dirinya rebahan santuy.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...