The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 57



Setiba di negara A..


Davian masih cuek ke Alana, bahkan tadi saat di pesawat Alana sempat menangis kencang karna tak di hiraukan oleh Davian.


“Bang Dav” rengek Alana saat masuk ke dalam rumah.


Davian masih tak menghiraukan Alana, Galaxy hanya bisa menghela nafas begitupun Varez. Mereka hanya berempat twins di tinggal di Negara B bersama orang tua mereka.


“Bang Dav” panggil Alana.


Varez hanya bisa menggeleng, abang pertamanya itu ternyata benar-benar marah. Ya mau bagaimana lagi Alana pasti bakal di diam kan beberapa saat.


“Bang!!”


“Abang kalo diemin Ala terus! Ala minggat aja!!” Davian hanya menggidikkan bahunya.


“Ike away ya nyariin Ala! Jam tangan, ponsel, cincin, kalung!! Bakal Ala tinggal!! Ala beli baru!!!” Ujar Alana sambil menggebu-gebu.


Alana benar-benar melepaskan semua barang-barang yang dikatakannya, kenapa seperti itu? Karna itu semua alat pelacak yang di desain seperti perhiasan.


Alana berjalan menuju ke atm yang ada di rumahnya, tentu untuk menarik uangnya agar tak terlacak nantinya. Mengambil ratusan juta dengan air mata yang bercucuran karna di abaikan sang abang.


“Bye hiks Ala minggat!!” Berjalan keluar.


Davian, Galaxy dan Varez hanya melihat saja.


“Hati-hati ya! Kalo laper nanti pulang!!” Ujar Galaxy.


“GAK! ALA GAK BAKAL PULANG!!” Davian tersenyum tipis namun masih menatap datar sang adik tak ada yang menyadari senyuman itu.


Mereka bertiga mengantarkan Alana sampai ke depan pintu baru saja Alana hendak masuk ke dalam mobil.


“Kenapa pada nganterin si? Kenapa gak di tahan gitu!!!” Sambil menghentakkan kakinya.


“Yaudah si katanya mau minggat” ujar Galaxy


Alana berjongkok di samping mobil sambil menangis kencang, para penjaga saja sampai kepo dengan apa yang terjadi.


“Ala masuk” kini terdengar suara Davian.


“Gak mau!! Hikss Ala kan hiks mau minggat hiks abang diemin hikss diemin Ala!!” Davian terkekeh.


“Masuk Alana” dengan suara lembut.


“Abang masih marah hikss Ala gak mau masuk”


“Enggak, cepet masuk Ala lagi hujan nanti masuk angin” dengan sabar meminta snag adik untuk masuk.


“Gak jadi minggat Al?” TanyaGalaxy saat Alana berdiri.


“Di tunda hikss takut di marahin hikss bang Dav” Galaxy manggut-manggut.


Varez masuk terlebih dahulu karna merasa cuaca saat ini sangat dingin enak buat tidur, tetapi sebelum menuju ke kamar Varez menganbil barang perhiasan Alana tadi untuk di simpan.


Alana di gendong oleh Galaxy menuju ke kamar, di gendong seperti bayi koala. Karna jalan menuju kamar dan masuk ke dalam rumah jauh Alana sampai tertidur di dalam pelukan Galaxy.


...🌑🌑🌑...


“Lo bisa pargoy gak Cup!!” Kesal Abi


Sedari tadi mereka take video tak ada yang benar entah itu Ucup yang salah gerakan atau Abi yang telat tempo nya.


“Gelud aja deh Bi kita!! Kesel gua jadinya. Pargoy sendiri-sendiri aja udah!!”


“Ya iyalah gua ngegas!! Lu nyalahin gua mulu!! Video udah bagus-bagus minta di take ulang” anggota Alderioz yang lain hanya diam menyaksikan drama keduanya. Abi dan Ucup sering di sangka kembar karna muka mereka mirip walau sekilas.


Mereka berada di markas, yaps mereka membolos pelajaran kedua dan terakhir. Ketua mereka juga ikut karna memang malas saja belajar Davian juga sedang kecapean maka itu menyetujui usul anggota inti untuk bolos.


Sedangkan di tempat yang lain....


Varez sedang jamkos, Varez tak memiliki banyak teman karna memang anaknya pendiam dan cuek jika di luaran.


...“Diam seperti cupu, bergerak menjadi suhu.”...


...-Varez...


Menuju kantin terlebih dahulu lalu dirinya akan menuju ruang kepsek untuk bersantai. Bersantai Varez beda dengan anak-anak seumurannya.


...Tok tok tok...


...Tok tok...


...Tok tok tok...


Mengetuk pintu ruang kepsek dengan tidak santai, setelah di bukakan pintu Varez langsung menuju ruangan sebelah yang mana memang khusus dirinya siapkan.


Ruangan itu seperti lab atau ruangan khusus yang mana banyak komputer dan ada kasur buar rebahan. Sebenarnya ini di larang di buat namun namanya Varez yang mengartikan arti dari alrangan adalah wajib dilakukan.


“Om udah menemukan siapa laki-laki yang membawa ka Ala pergi?” Tanya Varez sambil menikmati makan siangnya.


“Belum tuan muda” Varez mengangguk.


Dirinya sudah menduga kalau tak bakal menemukan siapa laki-laki itu, Varez sendiri juga tak mendapatkan identitas laki-laki itu apalagi anak buah daddy nya kan.


“Uhukk-uhukk-uhukk” Varez sedang menonton utube tiba-tiba terkaget karna Elvano langsung merubah layar pc nya dengan menampilkan wajahnya.


“Jelek banget om” ujar Varez.


“Heh mulutnya” ujar El.


“Abisnya langsung muncul kek jin luknut” mata El membulat keponakannya ini semakin bar-bar ucapannya.


“Ada apa uncle?” Tanya Varez.


“Tadi om sekara uncle dasar bule blasteran lokal”


Bagaimana El bisa tau Varez sedang di sini? Dan bagaimana El bisa tau ada ruangan khusus ini? Karna Varez meminta uncle kesayangnnya ini untuk membujuk Kaila agar membolehkan di siapkan ruangan ini.


“Om transfer duit dong” kini gantian El yang tersedak makan siangnya mendengar penuturan Varez.


“Duit mulu, minta bapak mu sana”


“Ayolah om, om gak lupa kan dulu pas udah sama aunt Sel...” ucapan Varez di potong oleh El.


“Udah uncle kirim uang tutup mulutnya” Varez mengangguk senang.


“Dah ah nyesel om telpon kamu! Bukannya seneng malah bikin mood down” Varez tertawa setelah El memutuskan panggilan.


Varez sudah menghabiskan makan siangnya, niat mau tiduran malah tak jadi mendengar bell berbunyi mau tak mu dirinya langsung meninggalkan rungan khususnya dari pada homsecholling.


...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...


KANGEN VAREZ GAK?


...VAREZ SEKARANG BAIK LOH GAK JAHIL LAGI WKWKWKKWKWKWKWKKW**...