
Alana berada di ruangan musik, duduk sendirian di dalam sana. Memainkan piano besar memang di sediakan oleh orang tuanya itu.
Abang-abangnya masih belum pulang karna sedang berkumpul dengan anak-anak Alderioz, sedangkan Varez berada di kamarnya. Beginilah sehari-hari Alana kalau gabut.
Menekan dengan perasaan setiap balok-balok piano, Alana memainkan lagu Epiphany-Jin BTS dengan snagat merdu, karna pintu ruangan di buka begitu saja maka seisi rumah mendengar permainan piano tersebut.
Para maid dan penjaga saja sampai berhenti sejenak dari kesibukan menikmati alunan-alunan piano yang di mainkan oleh Alana.
“Bi tolong bikinin jus Apel ya” pinta Alana.
Alana tau para maid juga penjaga saat ini sedang menatapnya dari luar pintu yang sangat terlihat jelas walau Alana tak melihat kebelakang.
“Baik non”
Alana menutup kembali pianonya, seketika dirinya malu saat menyadari ternyata banyak yang menyaksikannya.
“Bagus banget non”
“Non pinter banget main itunya”
“Itu apa bi” tanya Alana sedikit bercanda.
“Itu yang di pencet-pencet bibi gak tau namanya” bibi itu tersipu malu karna tak tau namanya.
“Ohh, itu Piano namanya Bi” bibi itu pun mengangguk.
“Kembali ke relatian ya bi, om sebelum keciduk bang Dav” mereka pun langsung mengacur pergi .
Memilih untuk duduk-duduk di ruang keluarga sambil mengemil dan nonton netflik. Sudah tengah malam kedua abangnya belum pulang, mommy daddy dana diknya pun masih berada di negara B walau keadaan oma sudah membaik.
“Abang belum pulang?” Tanya Varez sambil menikamti ice cream vanilla nya.
“Belum kayaknya” Varez mengangguk.
“Pake lagi” pinta Varez ke Alana sambil menyerahkan perhiasan khusus itu.
“Ululu ade Ala yang satu ini gemes dan perhatian banget si jangan buru-buru gede ya” Alana memeluk Varez.
Varez pasrah dirinya memang tak bisa kasar ataupun menolak apapun yang di mau Alana, saking sayangnya Varez dengan Alana.
Keduanya pun menikmati film yang di tonton, film disney yang mereka tonton tentang princess seperti itu. Varez pun juga ikut nonton sampai keduanya tertidur.
Davian dan Galaxy baru saja pulang pukula 01.00 dini hari. Keduanya di beritahu kalau Alana dan Varez berada di ruang keluarga tertidur. Mereka pun langsung ke tempat adik-adik mereka di situ.
“Gue mandi dulu” ujar Galaxy yang merasa gerah. Davian langsung mengambil posisi rebahan di dekat Varez ikut bergabung tidur di ruang keluarga.
“JANGANN!!” Baru saja Davian mau tidur mendengar teriakan Alana yang mengigau.
Davian terududuk raut wajah Alana saat ini menampilkan raut wajah sedih dan ketakutan, Davian mengelus kepalanya menenangkan.
...🌑🌑🌑...
“Eh katanya ada murid baru ya?”
“Murid baru cowo”
“Ganteng gak ya?”
“Lo udah tau ada murid baru cowo”
“Katanya pindahanndari luar negeri”
“Masuk kelas mana ya?”
“Katanya masuk kelas Davian dkk”
Alana tak tertarik dengan gibahan para teman perempuannya yang selalu membahas cowo-cowo selalu.
“Kaki lo yakin gapapa?” Tanya Clarita
“Iya Al sampe pincang-pincang lo” ujar Dara.
Sebenarnya gak pincang-pincang Alana berjalan dengan benar cuman kadang kek pincang si.
...BRUKKKKKKK...
Badan Alana oleng untung langsung di tahan oleh orang yang di tabrak Alana.
“Sorry gue gak liat” ujar Alana sambil bergerak-gerak agar keluar dari dekapan orang itu.
“Lo!!” Saat Alana mendongak melihat siapa yang di tabraknya.
“Lo kenal Al?” Tanya Dara yang sedari tadi terpana dengan wajah tampan Harsa.
“Gak kenal” Alana berjalan pergi di ikuti kedua temannya.
Baru beberapa langkah ponsel Alana mendapatkan notif, padahal sudah tak pernah ada teror lagi dirinya.
...Uknown (chat)...
“Lo bakal mati”
“Mati lo!!”
“Semua yang punya lo itu!! Harusnya milik gue!!”
“Lo jal4ng!!!”
“Gue bakal bikin lo menderita!!”
^^^Read.^^^
Alana berjalan lebih cepwt setelah membaca pesan tersebut, nafasnya menggebu-gebu. Sebenarnya siapa yang menerornya dan apa yang Alana perbuat sampai orang itu menyalahkan Alana.
“Ala kenapa?” Tanya Galaxy yang berpapasan dengan Alana.
“Alana!” Alana seperti tuli terus berjalan cepat menuju halaman belakang sekolah.
Alana langsung duduk lemas, Galaxy yang mengikuti Alana langsung menghampiri sang adikku.
“Kenapa hmm?” Alana tersentak kaget.
“Gapapa” bohong Alana.
“Sini peluk” ujar Galaxy.
Keuwuan keduanya membuat Abi, Bale, Dan Ucup gemas mereka memilih membalikkan badan dari pada melempari Galaxy batu kan saking irinya.
Galaxy tak menanyakan lebih lanjut, karna Galaxy tau batasan adiknya juga perlu privasi yang memang tak harus Alana ceritakan ke dirinya maupun orang tuanya sekalipun.
Galaxy mengantarkan Alana ke kelas, Setelah itu Galaxy dkk langsung menuju lapangan karna mereka jamkos dan memilih untuk main basket.
“Jadi cewe tadi yang buat lo depresi?” Tanya Aksa, a.k.a Fraja Aksara Wijaya sahabat Harsa.
“Cantik, pantas lo rela pindah rumah dan sekolah ke sini” ujar Athan a.k.a Nathanael Uzuma Abipraya.
“Gak cuman gitu Than, tengah malem dia maksa gue geledah daftar murid di lima sekolah ter elit dan ter...” ucapan Aksa di potong oleh Harsa.
“Lo lanjutin ucapan lo, mobil baru lo bakal meledak sedetik kemudian” ancam Harsa. Aksa pun langsung bungkam enak saja mobil nya baru saja datang tadi malam belum di perawaninnya masa sudah meledak.
...**🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...
...TIM HARLA MANA NIHH!!!!...
...HARSA ALANA MAKSUDNYA...
...SETUJU GAK SI?...
...TAPI KITA KAN GAK TAU YA SIFAT ASLINYA HARSA ...
YUK KOMEN-KOMEN BANYAK-BANYAK**