
SELAMAT DATANG KEMBALI READERS TERSAYANG!!
OPENING BARU NIH WOY WK
SELAMAT MENIKMATI CERITA YANG BANYAK KETIKAN TYPO NAMUN HARAP DI MAKLUMI KARNA SEMUA MANUSIA TAK ADA YANG SEMPURNA SELAIN PENCIPTANYA.
TAK PERLU BANYAK BACOT KARNA AKU TAU KALIAN MENUNGGU DAN MENANTI KAN CERITANYA.
TAPI SEBELUM ITU AKU HARU NGINGETIN KALIAN KARNA BUKAN CUMAN APCAR SUAMI ATAU MANTAN KALIAN AJA YANG BISA NGINGETIN ATAU NGANGENIN TAPI AKU JUGA!
JANGAN LUPA FAVORITKAN LALU LIKE KOMEN DAN VOTE KARNA ITU BENTU KALIAN MENDUKUNG SETIAP CERITA AKU ANJAII.
BTW BTW
KLEAN UDAH KANGEN MANTAN BELUM?
EH MAKSUDNYA KALIAN UDAH MAKAN BELUM? BELUM AHHHH LEMAHHHH
MAKAN SANA NANTI. KALAU KAMU SAKIT YANG NYAKITIN AKU SIAPA? Wkwkwkwkwkwk
GAK DENG BERJANDAA EH
BERCANDAA
BANYAK BACOT KAN KAN KANN?
DAH LAH LANGSUNG SAJAAA KE CERITANYA,
SEBELUM KE CERITANYA MAU NGINGETIN BANYAKIN KOMEN BIAR DOUBLE UP.
MAU DOUBLE UP? YUK SPAM KOMEN
“Kenapa bisa?” Tanya Galaxy sambil membawakan dua paperbag berisikan seragam sekolah.
“Lo pucet banget Al” ujar Clarita,
“Aku minta maaf harusnya aku gak minta temenin Alana tadi”
“Apaan si gapapa ko santai aja” ujar Alana,
“Bau nya masih nyengat” ucap Alana lagi.
Di waktu yang sama.
“Lin, kita udah siram air ke Resya”
“Bagus! Jangan sampe lo bilang ke orang kalo gue yang suruh!”
“Iya Lin, tapi kita takut”
“Apa lagi?”
“Tadi Alana juga kena siram, lo tau kan dia ade nya Galaxy wakil Alderioz”
“Gue gak peduli. Yang pasti tu bocah udah tau kalo ancaman dari gue buat jauhin Galaxy!”
“Tap..”
“Bacot lo! Sana pergi” usir Olin.
Kembali ke Alana dkk..
Dengan raut wajah kesal dan Alana menghabiskan setengah parfum Bale tanpa rasa bersalah karna bau dari selokan itu masih menyengat. Entah di campur apa saja airnya membuat Alana tak tahan ingin muntah.
“Aku gapapa ko” ujar Resya saat Alana menyemprotkan parfum ke baju Resya.
“Diem! Gue lagi kesel” Resya meneguk ludahnya susah.
“Nih makasih! Kalo mau minta ganti sama Galaxy aja!!” Memberikan bitol parfum itu ke Bale.
“Gal” rengek Bale, parfumnya ini mahal dirinya saja memakai dua kali semprot saja sedangkan Alana dua puluh kali semprot.
“Pesen ntar gue bayar” senyum Bale langsung terbit.
“Lo mau kemana?” Tanya Dara,
“Ketemu dalang dari masalah ini” Alana sudah meminta Caca untuk mencari tahu siapa dalang yang membullynya. Ah bukan dirinya tapi membully Resya.
“Lo lo lo lo pada jangan ikut, urusan cewe!” Ujar Dara
“Gak! Alana lagi pucet kalo pingsan gimana!” Ujar Galaxy
“Gue gak papa!!”
“Mereka deket banget ya? Aku tau kalau Galaxy itu abang Alana tapi gak tau kenapa aku cemburu” batin Resya,
“ALA!” Panggil Galaxy,
“Gue mau balas dia Gala!!”
“Lo pucet! Mending nurut kata gue!”
“Iya Al lo pucet banget”
“Gak!”
“KALENA ALANA EUGENIA!!” Panggil Galaxy dengan nama lengkap membuat Alana terhenti.
“Bisa gak jangan kaya gitu!!” Ucap Alana marah,
Alana tau Galaxy sedang marah karna dirinya tak menurut tetapi saat ini di dalam tubuhnya seperti ada sesuatu yang membuat tubuhnya serasa terbakar.
“MAKANYA NURUT KATA GUE!!”
“JANGAN TERIAK GALAXY!!”
Perdebatan keduanya mengundang murid-murid berkumpul, Dara dan Clarita mencoba menangkan Alana.
“Untuk kali ini gak bisa! Itu murid baru harus di kasih biar gak salah cari lawan!!” Keduanya berbicara bisik-bisik.
“Tapi gak sekarang!”
“Kalau hari ini dia aman, tetapi kalau nanti nyawa bayarannya gimana?”
“Jangan gila! Lo kenapa si?” Galaxy merasa ini bukan Alana, bahkan dari matanya saja terlihat kalau saat ini Alana menatap Galaxy dengan tatapan ingin membunuh.
“Minggir!” Alana menuju kelas Xll IPA 2.
Galaxy masih terdiam di tempat, otaknya sedang memikirkan ap yang terjadi sebenarnya kenapa bisa Alana semarah ini? Apa ada hal yang tak di ketahuinya?
“Gala!! Alana Gal!!” Teriak Abi yang mana menyadarkan Galaxy.
...BRUKKKK...
“Alana kita gak tau apa-apa!!”
...PLAKKKKK...
“Ala kita minta maaf”
“Kita salah apa Alana!”
...PLAKKK...
...BRUKK...
...BRUKKK...
“Siapa yang suruh lo?” Tanya Alana.
“JAWAB!!”
...BUGGGG...
“ALANA!!” Galaxy menarik mundur tubuh Alana.
“Alana! Dengerin gue!!” Mata Galaxy dan Alana bertatapan, Alana menatap tajam ke mata Galaxy lalu menyeringai.
Galaxy yang melihat itu langsung menutupi wajah Alana membawannya ke dalam pelukan agar murid-murid tak dapat melihat Alana.
“Bubar-bubar!!” Ujar Ucup
“Bawa temen lo ke Rs sebelum mati” ujar Galaxy lalu membawa Alana pergi dari kelasnya.
“Ada apa ini?” Tanya guru yang baru datang setelah di kabari kalau ada perkelahian.
“Gapapa pak, itu ada yang ulang tahun”
“Bi ambilin mobil gue cepet!” Perintah Galaxy,
Alana tak meronta lagi entah apa yang pasti badan Alana terasa ringan di gendongan.
“Alana!!” Yap Alana pingsan membuat Galaxy semakin panik.
...🌑🌑🌑...
Galaxy dan teman-temannya berada di rumah, tadi saat menghubungi Kaila mengabari Alana pingsan dan menjelaskan kronologinya Kaila meminta Galaxy membawa Alana pulang saja, dan akan memanggil dokter kerumah.
“Apa! Jadi itu beneran mom?” Kaila mengangguk.
“Untuk saat ini jangan buat Alana tertekan atau emosi”
“Pantas Gala serasa asing ternyata itu sisi lain Alana”
“Ko bisa bangkit si?”
“Emosi Alana kayaknya gak stabil, kalian berantem?”
“Tadi pagi debat doang si mom”
“Huft! Yasudah gapapa. Itu temen-temen kamu aja makan dulu istirahat di kamar game aja kalo mau karna kamar-kamar lagi di sterilkan” Galaxy mengangguk.
Dara, Clarita dan Resya tak ikut karna tak bisa kereka ada ulangan harian tapi mereka berencana pulang sekolah untuk menjenguk tetapi Resya tak ikut dengan Alana ada keluarganya yang datang.
“HONEY!!” Teriak Arion sambil berlari kecil masuk ke dalam rumah.
“JANGAN TERIAK-TERIAK GAK ENAK ADA TEMAN GALA!!”
“BIARIN NAMANYA JUGA MASIH MUDA!!”
“Apa si?” Kesal Kaila,
“Gimana Alana?”
“Gapapa dia kecapean trus tadi gak bisa kontrol emosi hampir kelepasan” Arion memeluk lalu mengecup seluruh wajah sang istri.
“Gosah mesra-mesraan di sini bisa gak!” Ujar Galaxy malu di depan teman-temannya.
“Hilih mau juga kan? Makanya cari pacar”
“Denger tuh Gal makanya cari pacar kata bokap lo” ujar Ucup
“Bacot Cup!”
Arion berjalan menuju kamar Alana yang ada di lantai tiga di ikuti Kaila, Arion sudah tau permasalahannya dan tidak marah karna memang bukan Alana yang mencari masalah. Kini yang jadi masalahnya adalah keadaan Alana, mereka harus menenangkan Alana dan membuat Alana tak emosional lagi.
“Baby girl udah bangun” Alana mengangguk.
“Gapapa ko mommy gak marah” ujar Kaila melihat Alana menunduk.
“Maafin Ala, Ala marah trus hilang kendali ke tubuh Ala” Arion mengelus lembut pucuk kepala sang anak.
“Kata mommy kan gapapa jadi jangan di pikirin ya, Kakak masih belum bisa ngendaliin emosi kakak makanya lepas kontrol. Sekarang kakak istirahat aja jangan di pikirin masalah yang ada” Arion memberikan nasehat ke anaknya.
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...