
Deru motor sport menggema di seluruh lingkungan sekolah, sudah dapat di tebak siapa yang datang tentunya.
“Alana kek princess liat deh!!”
“Di kelilingi pangeran mulu!”
“Alderioz ni boss!!”
“Parah si Davian boyfriend material banget!”
“Bale gak kalah ganteng!”
“Galaxy juga Ya Allah pengen deh jadi pacar salah satu dari mereka!”
“Parah selera mereka pasti standar model pastinya”
“Anjir anjir Davian ngibasin rambut bikin gue meleleh!” Gosip setiap pagi selalu dan akan selalu Alderioz kenapa? Karna mereka lah pentolan sekolah'
“Ala masuk kelas duluan ya?” Davian dan Galaxy mengagguk
“Acieee Neng Putri sini deh!! Bang Ucup mau nanya” ucap Ucup seraya memanggil perempuan yang bernama Putri
“Kenapa ya Ka?” Tanya Putri anak kelas sepuluh.
“Mau nanya nih kenapa dalam bahasa Inggris Sembilan itu Nine?”
“Gak tau ka?” Putri sudah gemetar pasalnya tak hanya anggota Alderioz saja yang memperhatikan dirinya tetapi seluruh siswi sekolah ini.
“Karna kalo Mine itu kan kamu” ucap Ucup
...PLETAKK...
Jidat Ucup di slebet Galaxy
“Sakit gila!”
“Sa ae lu Cup pagi-pagi gombalin anak orang!!” Ucap Galaxy tanpa rasa bersalah
“Gih Sono Put ke kelas lu” usir Ucup
“Ya elah Cup abis di gombalin anak orang lo jatuhin lagi parah!” Ucap Abi
“Bacot Bi lagi ga mood gue!” Mereka semua tertawa melihat Ucup marah.
Galaxy, Abi , Bale dan Ucup satu kelas di Kelas 11 IPS 2, sedangkan Davian, Arga dan Sam satu kelas di kelas 12 IPA 1, sedangkan Alana di kelas 11 Bahasa 3.
Bell berbunyi tanda jam pelajaran pertama di mulai, mereka sudah berada di kelas masing-masing tak lama guru mengajar masuk ke kelas mereka. Menjelaskan lalu memberikan soal.
...S...
...K...
...I...
...P...
jam istirahat.....
Anggota Inti Alderioz berjalan masuk ke area kantin membuat siapa saja menjerit melihat ketampanan mereka belum lagi Galaxy yang suka tebar pesona bersama ucup juga Abi.
“Lo yang pesen Gal” perintah Sam
“Giliran lo hari ini” ucap Bale
“Yodah! Lo pada mo makan apa?”
“Gue nasgor spesial+es teh” ucap Davian
“Samain aja biar gak ribet!” Ucap Arga mereka semua mengangguk setuju.
“Okeee” ucap Galaxy seraya meninggalkan meja untuk memesan makanan.
Di waktu yang sama....
Varez bocah itu berulah di sekolah baru nya untuk pertama kali.
“Sini dulu!” Tarik Varez ke salah satu temannya
“Kenapa Rez!”
“Kita tumpahin cat merah ke kursi bu guru!” Ucoa Varez
“Gak mau! Takut di hukum!”
“Tenang aja cuman kita bertiga! Lo berdua tumpahin gue jaga di luar!” Strategi Varez
Mereka pun mengangguk setuju lalu menumpahkan cat merah entah di mana Varez dapat, dan tak lupa Cctv Varez Retas sesuai ajaran Ares saat belajar. Memang salah mengajarkan Varez untuk bisa meretas cctv di usia dini jadi di salah gunakan lihat?
Setelah sudah mereka pun menuju kantin bersama kali ini Varez akan mentraktir mereka berdua.
“Gue yang bayar beli aja sepuas nya” ucap Varez
“Tapi jangan yang mahal! Kalo yang mahal lo pada bayar sendiri” keduanya mengangguk
“Anak sultan ni boss” batin Varez seraya duduk di meja seraya menunggu pesanannya datang.
...S...
...K...
...I...
...P...
Saat guru itu hendak menulis kepapan tulis ternyata tak bisa bergerak. Ternyata Cat merah tersebut sudah di beri lem di dalamnya maka itu saat guru tersebut memaksa melepas rok nya tiba-tiba robek.
“Whahaha ibu celana nya sobek!” Tawa murid-murid kecuali Varez
Varez bereaksi seperti terkejut agar tak membuat kecurigaan,
“Ibu berdarah” ucap salah satu murid,
Guru tersebut langsung keluar kelas seraya menutupi rok belakangnya, Varez menyunggingkan seringai memang anak tengil satu ini.
Ah asal kalian tau, Varez hanya meretas atau menghapus cctv saat dirinya berbicara dengan kedua temannya saja tadi sedangkan saat teman-temannya tadi menumpahkan Cat tidak di hapusnya.
“Impas bukan” gumam Varez kecil,
Varez meminta mereka menunpahkan Cat tersebut dan mentraktir mereka bagi Varez itu impas bekerja lalu di bayar.
Tak lama nama kedua teman Varez di panggil ke ruang kepsek tentunya untuk di berikan peringatan juga di panggil kedua orang tua mereka.
...Alvarez Agler Lemuel segera ke ruang kepala sekolah!...
Nama Varez menggema di seruh penjuru sekolah, dengan berjalan santai dirinya menuju ke ruang kepsek tak lupa wajah tampannya sesekali tersenyum kala ada yang menegurnya atau saling tatap muka ke murid perempuan.
...Tok tok tok...
“Hikss Itu ma yang nyuruh Doni hikss” ucap Doni salah satu teman Varez tadi, ah ralat bukan teman Varez biasa berucap bidak caturnya.
“Ada apa ya pak panggil Varez?”
“Varez benar kamu yang nyuruh teman-teman kamu buat numpahin cairan itu?”
Varez diam lalu menatap kepala sekolah yang mana tentu nya kepsek tersebut adalah Anggota BB BD kepercayaan orang tuanya untuk memegang sekolah ini.
“Iya tapi mereka sudah Varez traktir jadikan impas” ucap Varez
Kepala sekolah tersebut memijit pelipisnya harus sangat-sangat sabar mengajari Varez salah sedikit entah kepalanya yang di penggal Queen nya atau Varez sendirinyang mengeksekusi dirinya.
“Kamu ini dasar anak nakal!!” Ucap ibu Doni
“Anak kecil kaya kamu ini gak cocok sekolah di sini” ucap Ibu Cakra .
“Gak cocok gimana tante? Saya pintar? Iya, berprestasi iya. Walau saya baru masuk seminggu yang lalu di sini saya sangat-sangat berprestasi” ucap Varez santai
“Kamu ya!! Pak kepsek gak bisa gini dong!! Anak saya di paksa melakukan kesalahan masa anak saya di hukum pelakunya enggak!” Ucap Ibu Cakra
“Tenang dulu bu” ucap Kepsek
“Bukan kesalahan Varez dong tan kalo Cakra sama Doni mau Varez suruh! Untung cuman Varez suruh tumpahin Cat bukan makan Ee sapi” ucap Varez
“Anak tak sopan!!” Ibu Doni hendak menampar Varez dengan cepat pak kepsek dan wakil kepsek menahannya
“Bu tenang ya kita selesaikan secara kekeluargaan” ucap Kepsek
“Pak kepsek kita kan bukan keluarga masa secara kekeluargaan” ucap Varez
...PLAKKKKK...
wajah Varez di tampar oleh ibu Cakra, Kepsek dan wakepsek meneguk ludah susah, Varez menatap tajam kedua orang tua tersebut.
“Tenang Varez tenang!” Ucap Kepsek menenangkan Varez.
Varez menyeringai tipis membuat kedua orang anak buah BB BD tersebut takut.
“Show time” gumamnya pelan,
“Anak nakal! Tidak tau sopan santun!!” Ibu Doni semakin memprovokasi Varez,
Varez menekan beberapa tombil di ponselnya lalu menyeringai. Beberapa saat kemudian ponsel orang tua Doni dan Cakra berdering.
“Tamparan di balas kehancuran” ucap Varez lalu beranjak pergi.
“APAAA!!!! Gak mungkin bagaimana bisa!!” Kaget Ibu Doni
“Cari tau pelaku nya!!! Aahh!! Perusahaan papa kamu Hancur hikss!!” Tangis Ibu Cakra
Berita tersebut langsung beredar di berita-berita yang mana seperti ini...
...Terjadi ledakan atau rudal berskala kecil namun dapat menghancurkan satu buah gedung! Pemerintah masih mencari tau asal usul rudal tersebut. Satu perusahaan milik cakrawala juga toko roti yang berjarak satu kilometer bersamaan hancur akibat rudal tersebut...
...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN **🖤...
...KOMENTAR NYA AYO DI BANYAKIN!!...
...VAREZ KALO UDAH MARAH BUKAN NANGIS GAN LANGSUNG NEMBAKIN RUDAL WKWK...
...TENTUNYA TAK BAKAL BISA DI LACAK SIAPA PENGIRIM KECUALI SIAPA PEMILIK RUDAL TERSEBUT YANG PASTI VAREZ TAK SEMBARANGAN RUDAL YANG DI TEMBAKAN NYA....
...AH YA PERUSAHAAN ITU LAGI JAM ISTIRAHAT DAN VAREZ SUDAH MENGIRIMKAN PESAN KE PEGAWAI YANG ADA UNTUK PULANG KERUMAH HARINI DI LIBURKAN TADI SAAT DIRINYA BERJALAN MENUJU KE RUANG KEPSEK....
HEBAT BUKAN?
...yuk like komen nya jangan lupa**!...