The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 221



...WELCOME BESTIEEEđŸ–€...


...APA KABAR NICHHH? BTW UDAH JOIN GRUB SAMA FOLLOW INSTAGRAM KITA BELOM? BELOMMMM? WAHHHH JAHAD BINGIT WK YAUDAH YUKK YUKKKK...


...YUKKK FOLLOW YUKKK...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@ARCELLAQUEENZIEG...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...@THEYCALLME.QUEEN...


...DI TUNGGU YAA!!!...


...BANYAK BACOT BANGET KAN AKU SENGAJA SI WKWK YAUDAH LANGSUNG AJA YUK YUK KE CERITANYA....


...KALIAN INGAT YA INGATTTT!!! ...


...KALAU AKU TUH SELALU MANTAU KOMEN KALIAN WKWK, BTW BUKA IG KITA YA AKU KADANG BIKIN JEDAGJEDUG PARA ANAK-ANAK DAKJEL WKWK GAK DENG ANAK-ANAK AKUHH ANJASS...


...BESTIEEEEEEEEEEEEEEE........


...SPAMM KOMEN DONGGGGGG........


...KALIAN MAU PART APA GITU ATAU APA KEK BUAT KEDEPANNYA BIAR AKU DAPAT INSPIRASI GITU CERITANYA WKWKWK. LAGI BUTET BANGET NI OTAKKKK GAK BISA MIKIR JADI BANTU DONG HELP HELP HELPPPPPPP!!!!!!...


...đŸš«BACA NOTE JANGAN LUPA BIAR PAHAM DAN GAK DI KOMEN KARNA BAHASA ATAU LOKASI MEREKA!...


...BAKAL MAKIN BANYK BAHASA KASAR JADI DI MAKLUMI DAN JANGAN DI TIRU KARNA GAK BAIK BUAT DOSA KLEAN BAKAL NAMBAH BANYAK â˜ș...



Alana awalnya ingin parkir di basemen tapi malah di arahin parkir di depan pintu masuk mall nya parkiran khusus. Alana sudah menolak tapi satpamnya kekeh meminta parkir di depan. Bukan tanpa Alana, itu perintah Galaxy ke satpam jangan biarkan mobilnya di basemen bisa-bisa rusak takutnya.


Alana tersenyum tipis ke para satpam lalu dirinya masuk ke dalam. Tujuan pertamanya adalah store LV mengambil pakaiannya dan baru ke store jam tangan mengambil lima jam pesanan Alana.


Padahal jam speerti ini di store nya tinggal dua tapi Alana meminta pihak store mencarikan tiga lagi untuk di berikan ke member TXT, walau mahal dan buang-buang uang saja memberikan ke orang lain barang seperti ini tapi bagi Alana ataupun keluarga Nelwash kesan baik dan mahal harus selalu terlihat dan agar selalu di ingat.


Sebelum ke LV, Alana membeli minuman terlebih dahulu karna dirinya cukup haus, Davian dan Galaxy sering menghubungi Alana menanyakan dimana? Kapan pulang? Di sana ok kan? Seperti itu berulang kali jeda satu jam saja.


Selesai memesan barulah Alana menuju store nya, di sambut seperti para tamu biasa dan bedanya Alana langsung di arahkan ke ruang VVIP untuk melihat-lihat selagi menunggu punya dirinya di packing dan juga menunggu jam tangan tadi yang akan di bawakan ke store LV.


Seusai perintah Davian agar sang adik tak bolak balik nanti cape katanya, Davian dan Galaxy gak ikut aja seribet ini Alana jalan sendiri di atur mereka apalagi keduanya ikut atau salah satunya ikut pasti bakal lebih ribet.



“Sepatunya yang ini bungkus” pinta Alana setelah mengecek ukurannya pas dengan dirinya.


“Jam tangan mana?” Orang itupun langsung memberikan ke Alana.



“Sama semua? Apa ada yang beda?”


”beda warna, ada yang silver, hitam, gold, hitam gold, dan rose gold”


“Hitam, gold dan hitam gold bungkus” pinta Alana,


“Yang rose gold juga deh buat gue” orang itu mengangguk paham.


Hampir satu miliar kira-kira belanjaan Alana hari ini itupun uangnya masih belum tergerak semua, Alana memang jarang belanja tapi sekalinya belanja bisa bikin orang tercengang.


“Anter ke mobil ya? Nih kuncinya titip satpam abis itu. Gue mau liat-liat yang lain” Alana memberikan kunci mobilnya ke staff yang ada di situ.


Alana percaya saja dengan para pekerja di sini karna tak akan ada yang berani maling mobil itu atau belanjaan Alana karna semua satpam di sini adalah anggota BBBD yang memang bertugas menjaga keamanan mall.


“Lets play!!” Gumam Alana,


Alana mengecek ponselnya dan ternyata Muthia dan teman-temannya sudah tiba di mall dan sekarang mereka akan menuju store Dior.


Alana membiarkan mereka masuk lebih dulu baru dirinya yang masuk dengan santai di tambah kacamata hitam yang Alana gunakan.


“Bagus banget beli gak ya?” Tanya teman Muthia,


“Eh? Thi? Itu mantan pacar tunangan lo kan?” Alana sedang berbincang dengan orang store Dior.


“Mau apa dia ke sini?” Ucap Muthi,


Alana hendak ke ruangan VVIP lagi melihat-lihat namun baru saja hendak berjalan dirinya di hampiri Muthi bersama antek-anteknya.


“Hallo, lo Alana kan? Mantan Harsa?” Alana tak suka dirinya yang memang berstatus sah kekasih Harsa di bilang mantan.


“Lo siapa? Mbak gatal ya? Btw gue belum putus sama Harsa loh” staff Dior menahan tawa mereka karna memang staff brand terkenal di mall ini tau hubungan Alana dan Harsa karna sering kali Harsa mengirimkan atau mengajak Alana berbelanja walau tak jarang Alana menolak.


“”Lo kali yang gatal! Harsa tunangan gue! dan lo mantannya!


“Tunangan? Oh yang malam itu ya? Itu bukannya lo yang ngebet tunangan sama cowo gue?” Muthi yang kesal mendorong Alana namun dengan gesit Alana menghindar.


“Halloww!!” Alana memperlihatkan jari manisnya terpampang jelas cincin yang Harsa berikan yang mana tandanya Harsa sudah menandai Alana miliknya.


“Jangan sok cantik, lo di bandingin gue? Ah gak bakal sama deh karna gue? Kalena Eugenia Alana Nelswash” bisik Alana, namun saat menyebutkan nama belakangnya Alana memelan.


“Milik gue ya milik gue! Jangan coba-coba mikir mau ambil milik gue!!”


“Apaan si lo!! Lo kalo gak move on ya gak move on aja”


“Maybe you feel beautiful, but what do you think? you're cheap! (Mungkin lo merasa cantik, tapi tidak menurutku! Lo murahan)”


“Maksud lo apa!!” Muthi hendak menampar Alana namun dengan cepat Alana menahannya dan balik menampar Muthi.


...PLAKKKKK...


“girls who snatch other people's happiness are nothing more than trash! (Perempuan yang merebut kebahagian orang lain gak lebih dari sampah!!)”


“Peringatan pertama nona Gunadarma”


“Sialan lo!!” Alana terkekeh.


Setelah berucap Alana berjalan pergi meninggalkan mereka, sebelum itu dirinya meminta maaf karna mengacaukan tempat itu dan tak jaid masuk ke ruang VVIP namun next dia bakal beli tentunya.


Alana buru-buru pergi bukan karna takut atau apa tapi agar dirinya tak langsung mengakhiri game yang baru dirinya mulai. Melihat wajah Muthia membuat emosi Alana memuncak untungnya tadi dirinya dapat mengontrol diri tapi sayangnya kartu-kartu Alana seperti pekerjaan Muthia yang tak orang tau jadi terbongkar di awal.


“Anj” Kaget Alana, karna tangan nya di pegang seseorang.


“Mulut lo! Gue manusia” ucap Arga.


“Kaget reflek nyebut”


“Sama siapa?” Tanya Sam,


“Sendiri”


“Tumben? Davian Galaxy mana?”


“Btw siapa tuchh” tanya Alana ke dua perempuan.


“Oh nih kenalin, ini Azell dan ini Syanaz” ujar Arga memperkenalkan dua perempuan ini,


“Ciee double date ya?” Ucap Alana namun Sam langsung menjawab cepat.


“Enggak”


“Loh? Kan pas tuh pasang-pasangan” ujar Alana,


“Di bilang enggak Al, lo mau kemana? Ayo sama gue deh” ucap Sam.


“Tinggal pulang si udah darit adi soalnya”


“Yaudah sama gue” ucap Sam.


“Enggak usah, udah bang Sam sama Arga lanjut aja gue balik ya! Ka duluan” ucap Alana,


Alana tak ingin mengacaukan double date mereka walau di lihat memang bukan double date tapi Alana tak ingin Sam selalu peduli ke dirinya.


...đŸ–€JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENđŸ–€...