The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 82



Mereka mengenakan baju hitam, saat ini mereka untuk terakhir kali mengantarkan Oma tua ke peristirahatan terakhirnya.


Kaila hanya diam saja menatap nisan oma tersayangnya yang selalu menuruti apapun keinginan Kaila.


Setelah doa selesai satu persatu orang-orang meninggalkan kuburan hanya tersisa keluarga Nelson dan Arthur yang berada di situ.


“Oma” rintih Kaila dadanya sesak sangat sesak.


“Oma ko tinggalin Kai si hiks kan kita mau liburan setelah anak-anak selesai ujian hikss” Arion paling tak bisa melihat Kaila menangis.


“Honey” Arion membawa sang istri berdiri dan memeluknya di situlah tangis Kaila pecah sejadi-jadinya.


“Bawa balik ke rumah aja Ar” ujar El yang sama tak bisa melihat Kaila menangis.


“Abang kenapa gak nangis?” Tanya Lucas ke Varez.


“Abang kan cowo” ujar Varez


“Oh” ingin sekali Varez menimbun sang adik ke dalam tanah juga sedari tadi dirinya sudah menahan diri untuk tidak mengganggu adik-adiknya karna ancaman Davian.


Setelah dari pemakaman mereka semua berkumpul dirumah utama Nelson, Kaila tertidur di kamar badannya sedang kurang sehat terlalu banyak menangis dari kemarin.


“Uncle” sapa Davian ke Wiliam dan Kaivan.


“Sudah makan boy?” Tanya Kaivan.


“Sudah uncle”


...BUGGGG...


“Huaaaaaa papa” tangis Alula, Wiliam Kaivan dan Davian yang berada di meja makan langsung melirik ke arah sumber suara namun tak ada apapun mau tak mau mereka berdiri dan menghampiri Alula yang tadi berteriak.


“Hiksss idung Lula hikss hidung hikss” Davian melirik ke sana kemari mencari keberadaan dalang di balik ini semua.


Tak mungkin Alula jatuh sendiri sudah pasti ulah Varez bukan? Tentu saja itu.


“Kenapa dek bisa berdarah?” Tanya Kaivan padahal dirinya tau ini pasti ulah Varez.


Bagaimana tidak tau mereka berdua tadi adu bacot dan tentu terdengar sampai dapur.


“Abang Varez kan hiks kan Ala kejar abang!! Abang nya ilang Ala malah jatuh hikss”


“Siapapun penyebabnya tetap Varez yang kena” batin Varez yang kini berada di lantai tiga sambil melihat keadaan di lantai bawah.


“Astagfirullah!!!” Ucap Varez panik kala mata nya dan mata Davian saling bertemu. Varez buru-buru pergi dari tempat itu sebelum Davian menangkapnya bisa-bisa dirinya di suruh ngitung pasir pantai.


Galaxy sedang berada di ruang latihan, mood nya kurang bagus ada sesuatu yang mengganjal di dadanya entah apa yang pasti terasa sangat tidak enak.


“Tuan muda ponsel anda berbunyi” Galaxy menghentikan kegiatannya.


Entah kenapa jantung Galaxy berdekat cepat saat hendak mengangkat panggilan itu.


...Sam (calling)...


“Hallo!! Gal lo dimana?”


^^^“Kenapa Sam?”^^^


“Warjang kebakaran!!”


^^^“Ko bisa?”^^^


“Gak tau! Gue lagi di kantor polisi


dan bini nya ke rumah sakit”


^^^“Tumben lu ngomong panjang!”^^^


“Anj gue lagi serius!!” Kesal Sam,


Padahal Galaxy sama seriusnya cuman dirinya agak bercanda karna bisa-bisa saat ini juga amarahnya tak terkendali.


^^^“Ck! Kabarin gue kalo ada apa-apa!”^^^


“Gue tanya anj! Lo dimana?”


^^^“Gue di negara Belanda”^^^


“Shit!! Serius!!”


^^^“Serius bego! ^^^


^^^Gue abis makamin oma tua”^^^


“Oke” Galaxy sedikit mengerutkan keningnya.


...Panggilan berakhir...


“Periksa cctv dekat warjang” perintah Galaxy.


Galaxy melepas baju kaosnya yang basah karna keringat, tanpa rasa malu Galaxy keluar ruang latihan mencari sang abang tanpa mengenakan baju. Badannya yang sixpack sudah biasa orang-orang dari keluarganya lihat jadi sudah biasa saja.


Di waktu yang sama...


“Davian dan Galaxy dimana? Mereka aman kan?” Tanya Arga.


“Mereka gak di negara ini” ujar Sam,


Inti Alderioz awalnya berada di warjang tiba-tiba prang berpakaian serba hitam datang menanyakan keberadaan Davian dan Galaxy namun mereka semua bungkam berkata tidak tau.


Terjadilah perkelahian orang yang berpakaian serba hitam itu menggunakan belati menusuk istri mang Ujang tanpa aba-aba.


Setelah perkelahian dan mang Ujang beserta istri di bawa ke rumah sakit, temapt tongkrongan mereka di bakar oleh orang itu. Sam dan Arga juga Abi berhasil berpisah dengan yang lain agar musuhnya terpencar.


“Pembunuh bayaran” ucap Sam seketika kala mengingat kenapa kedua sahabatnya itu harus homescholling selama beberapa bulan.


“Lo sudah hilangin bukti cctv?” Tanya Sam ke Abi.


“Sudah! Tapi lo tau kan siapa Davian dan Galaxy” merekamenghela nafas.


Kembali ke Galaxy...


“Ck! Berani sekali menyerang orang-orang ku!!” Ucap Galaxy aura membunuhnya terpancar jelas membuat orang-orang yang berada di dalam ruangan ini merinding.


...BRAKKKK...


Raut wajah Davian sama tak mengenakkan di lihat, Davian datang ke ruangan ciber setelah mendapat pesan dari Galaxy untuk segera menemuinya.


“Carlon melindo! Dalang di balik semua kejadian belakangan ini benar-benar tak bisa diam!!” Ucap Davian.


“Mau kita apakan?” Tanya Galaxy seraya tersenyum devil.


“Biarkan dia menemui kita” Senyum yang sangat jarang di perlihatkan Davian kini terukir. Jika orang lain yang melihatnya tentu akan terpesona berbeda dengan orang-orang yang mengetahui arti di balik senyum itu.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...