The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 84



...Haiiđź’śđź’ś...


...Makasihh banget loh komentar kalian di bab sebelumnya. Aku gak marah atau merasa terpojokkan, aku malah senang kalian bisa berpendapat dan buat aku lebih sadar lagi kalau cerita aku mulai melenceng....


...Maaf banget kalo melenceng yađź’ś...


...Aku usahain sesuai jalur lagi dan sebisa mungkin bikin kalian gak kecewa atau bingung dengan alurnya, maaf bange aku masih belum bisa ngikutin setiap keinginan kalian tapi aku coba ikutinđź’śđź’ś...


...Insya Allah bakal up terus dan sesekali double atau bahkan lebih dari dua up nyađź’ś...


...Sekali lagi Terima kasih kalian udah stay di sini dari awal. I lov u allđź’śđź’ś...



Mereka sudah berada di pesawat namun belum berangkat karna Davian masih menunggu respon dari Carlon Melindo.


“Engap banget” gumam Varez yang berada di dalam lemari.


“Bang tadi lo liat Varez gak si?” Tanya Gaalxy.


“Kata Oma Varez tidur” Galaxy manggut-manggut.


“Tumben banget tu bocah gak bangun pagi”


Varez yang berada di dalam lemari belakang sedikit merinding sepertinya ada yang membicarakannya dan Varez dapat tebak pasti abangnya.


Pilot memberitahu kalau mereka akan lepas landas setelah Davain memberikan perintah, setelah beberapa menit di dalam pesawat dan pramugari ingin mengambil gelas di dalam lemari tiba-tiba berteriak.


“AAAAAAA!” Kaget pramugari tersebut karna lemari sebelahnya terbuka menampakkan wajah datar dan tatapan tajam ke arah pramugari tersebut.


“Ada apa?”


“Ad.. ada orang” ucap pramugari tersebut terbata-bata karna memang Varez masih diam dan menatapnya tajam.


Mendengar itu keduanya langsung memegang pistol dan berjalan menghampiri pramugari di belakang, Galaxy meminta pengawal untuk mendekati lemari tersebut.


“Hallo” mata Davian dan Galaxy menatap Varez kaget,


“Ngapain lo astaga!!” Galaxy menggaruk dahi nya dengan pistol padahal tak gatal sama sekali.


“Kita bukan mau jalan-jalan, Alvarez!” Ucap Galaxy lagi dengan suara deep nya.


“Bisa-bisanya” Davian memijit pelipisnya.


Varez benar-benar menguji kesabarannya namun tak bisa lagi untuk putar balik pesawat ini karna semua sudah sesuai rencana yang di susun keduanya.


“Varez!” Varez meneguk ludahnya susah seperti tak di perbolehkan menelannya.


“Varez mau ikut!! Ini gak harus abang berdua yang tangani, Varez juga harus ikut!” Seketika Varez tak berpikir dengan ucapannya terlalu takut melihat tatapan tajam kedua abangnya.


“Varez bisa beladiri, Varez bisa bantu abang twins!! Varez seorang cyber di atas rata-rata kecerdasan dan smart”


“BUKAN ITU MASALAHNYA VAREZ!!! LO MASIH BELUM CUKUP UMUR BUAT MASUK KE DUNIA KAYA KITA!! LO HARUSNYA FOKUS BELAJAR DI SEKOLAH MASA MUDA LO MASIH PANJANG!! JANGAN JADI KAYA KITA!!” Ucap Galaxy dengan suara deepnya yang benar-benar membuat candu.


“Varez bisa jaga diri”


“Arghhhh!!!!” Galaxy menendang trolli buat mengantar makanan sampai bengkok.


Kedua pramugari itu merinding karna berada di dekat dua orang yang sangat di takuti di dunia bawah belum lagi saat ini keduanya sedang marah.


“Lo!!!!” Ingin sekali Galaxy menghajar Varez saat ini juga.


“Argh!! Sialan anj anj anjj!!!” Kesalnya meninggalkan tempat itu.


“Bang” panggil Varez kala Davian juga hendka meninggalkannya.


“Masuk ke kamar! Setiba di bandara lo harus balik ke tempat bonyok!!” Perintah Davian,


“GAK!! Varez bakal ikut karna ada sesuatu yang harus Varez pastikan!!”


“Jangan membantah, Alvarez!”


“Abang larang Varez? Berarti Varez bisa larang abang untuk gak ngelanjutkan balas dendam ini kan?”


“Jangan mancing gue buat hajar lo sekarang ya!!!” Ucap Galaxy walau jarak mereka agak jauh tapi suara Galaxy sangat terdengar jelas.


“Kalo itu salah satu yang bisa buat Varez ikut dengan abang! Varez siap untuk di hajar!!” Davian berhenti melangkah, Varez menunggu apa yang akan di lakukan Davian.


“Sudah berani membantah ucapan abang kau ya, Alvarez!” Varez tersentak kaget seketika ada Galaxy di depannya dengan senyuman devil atau senyuman kramatnya.


“Var.. Varez tetap ak.. akan ikut!!” Galaxy semakin tersenyum.


“Siapa yang ngajarin lo ngebantah hmm? Sudah lama gue gak ngehajar lo kan?” Davian berada di belakang Galaxy memantau kedua adiknya.


“Ck!!” Varez berdecit, Galaxy benar-benar marah rupanya.


“Tarik ucapan lo atau gue hajar lo sekarang!!”


“ALVAREZ!!!”


“Para penerus Nelwash selalu menepati janji dan ucapannya!!”


...BUGGGGG...


Tangan Galaxy berhasil menampar wajah Varez, Davian menghela nafasnya untung saja dirinya sempat menarik lengan Galaxy dan tampran itu tak terlalu kencang tapi tetap akan terasa sakit.


“Lepas Dav!!” pinta Galaxy.


“Ni bocah harus di kasih paham bair gak seenaknya!!” Galaxy benar-benar marah dengan Varez.


Misi kali ini sangat berbahaya karna Carlon bukan sembarang orang. Carlon adalah mafia dan mantan sekutu BB dulunya namun berkhianat beberapa tahun terakhir karna Arion tak ingin mengikuti keinginannya.


Davian dan Galaxy sudah memperkirakan resiko yang akan mereka hadapin dan sudah bersiap apapun resikonya, rencana mereka sudah tersusun rapi bagaimanapun hasilnya nanti.


Hidup atau mati yang jelas mereka harus bertarung sampa titik darah penghabisan agar kehidupan keluarga mereka tentram tak ada yang mengganggu dan orang tua serta keluarga mereka yang lain juga bisa menikmati hari tua mereka tanpa beban.


Makanya Davian dan Galaxy berusaha sebisa mungkin menghilangkan masalah-masalah yang dulu dan yang akan datang di masa depan agar tak mengganggu keluarganya. Itu semua seperti tanda terima kasih mereka ke keluarga Arion maupun Kaila yang sudah mau menerima mereka dan merawat mereka sedari kecil.


Terima kasih saja bagi keduanya itu tak cukup untuk apa yang keluarganya berikan selama ini. Mereka tak pernah mengatakan apapun kepada keluarga maupun orang tua dan adik-adiknya. Hanya mereka berdua yang tahu dan yang akan melakukan itu semua.


“Tahan emosi lo!!” Davian mencengkram kuat lengan Galaxy yang mana itu benar-benar sakit.


“Ck!! Siapkan wine!!” Perintah Galaxy ke pramugari.


Galaxy kembali ke kursinya tak ada kata maaf dari mulut Galaxy untuk Varez, dan Varez masih diam di tempat wajahnya tertunjuk pukulan Galaxy walau sedikit meleset tetap saja sangat sakit.


“Untuk kali ini abang bolehkan, kompres pipi kamu lalu temui kita” Davian mengacak-acak rambut Varez dan mengelus pipi Varez yang terkena tamparan Galaxy tadi.


“Obati pipi nya” perintah Davian ke pramugari satunya.


Davian marah? Tentu saja tetapi nasi sudah menjadi bubur tak ada yang bisa di lakukan lagi. Galaxy dengan ego nya dan Varez dengan ego nya kedua nya sama-sama tak mau mengalah. Jika Davian juga dengan ego nya maka semuanya akan berantakan.


...🌑🌑🌑...


“Mom, bang Varez ko gak keliatan ya?” Tanya Alula ke Kaila.


“Bukannya di kamar ya? Eh iya ya dari tadi gak ada keliatan” Alula mengangguk.


“Abang Varez ikut abang twins” ujar Alastair sambil bermain sepeda-sepedaan di dalam rumah.


“Iya mom, abang Varez ikut abang” ucap Alistier


“Abang siapa?” Tanya Kaila .


“Aduh mommy, abnag twins” ujar keduanya bersamaan.


“Abang twins?”


“Iya sayangg” ucap Alistier mengikuti ucapan sang daddy yang mengiyakan ucapan sang mommy.


“Hah?” Panik Kaila dan langsung berjalan cepat menuju lift untuk memeriksa kamar Varez.


Kaila terburu-buru masuk ke dalam lift sampai menabrak Athifa yang mau keluar lift.


“Kenapa ka?” Athifa terlihat panik kala melihat wajah takut Kaila, wajah panik Kaila bercampur rasa takut matanya bahkan sampai menangis.


Membiarkan kedua anak tertuanya pergi saja Kaila sebenarnya tak rela namun jika dirinya egois anak-anaknya pasti bakal tak nyaman atau bisa saja anak-anaknya membangkang karna Kaila kekang, Kaila tak ingin itu makanya dirinya membolehkan kedua anak tertuanya pergi dan lagi malah mendapat berita kalau Varez ikut? Kaila gelisah takut dan panik campur aduk. Athifa mengikuti Kaila sedari tadi dirinya bertanya ke Kaila namun tak ada jawaban.


“Varez! Varez ini mommy buka pintunya!!” Kaila menggedor-gedor pintu namun tak ada jawaban. Kamar Varez terkunci, Kaila semakin panik dan ya panik attacknya kambuh.


“Ka!! Ka jangan gini hikss ka!!!” Athifa mencoba menenangkan Kaila yang mencoba melukai dirinya sendiri.


“PANGILL BANG ARION!!!” Para pengawal langsung pergi.


“Astagfirullah!! Kakak kamu kenapa!!” Ucap Calya orang tua Kaila dan Athifa.


“Kenap? Kenapa ka Kaila” tanya Albert, tadi dirinya baru saja datang tiba-tiba melihat pra pengawal berhamburan dan terdengar teriakan Athifa membuatnya panik.


“Ka hikss” tangis Athifa pecah melihat Kaila seperti orang gila yang melukai dirinya.


Di waktu yang sama di halaman belakang..


“Ck, dasar kalian tak bisa melampaui ku” sombong Arion.


“Aishh, jangan sombong” keduanya langsung terkekeh.


“Tuan! Tuan nyonya!! Nyonya Kaila panik attacknya kambuh” Arion tersentak dan terdiam namun beberapa detik kemudian dirinya langsung berlari kerumah.


...**đź–¤ JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN đź–¤...


...UDAH PANJANG BELUM NIH? UDAH KAN YAđź’ś**...