The Little Devil'S

The Little Devil'S
Bab 89



...Apa kabareuuuu...


...Btw kalian dah mandi belom?...


...Gais kan ini udah bisa tuhhhh komen di tiap part atau tiap bab gimana kalau kalian komentarin bab bab tertentu yang menurut kalian kurang pas atau apa gitu atau atauuu anu kek apa gituuu....


...Pokoknya itulahhh, biar astetik anjaii....


...Mau tanya dong kalau kalian lagi kangen seseorang selain doa kalian ngapain?...


...Aku lagi kangen sama Kakek aku tapi gak bisa peluk dia lagi huhu, seketika aku kepikiran waktu kakek aku masih ada aku pernah peluk dia gak ya:) ...


...Udah ah mari lanjut aja kan aku tau kalian gak suka basa basi ini tapi aku harus bikin basa basi biar lebih dekat dengan kalian....



Hari ini Galaxy dan Varez akan pulang ke tanah air, Davian masih berada di Paris karna perusahaan ini masih belum di tinggal begitu saja takut terjadi hal-hal yang tak di inginkan saat di tinggal harus tetap dalam pengawasan offline oleh mereka.


“Kabarin kalo udah sampe” ujar Davian


“Yoi mamen”


“Gue tiga hari di sana, setelah itu baru kita mulai balas dendam itu” bisik Galaxy saat memeluk Davian.


Keduanya sudah berbicara berdua tanpa Varez, mereka sengaja mengatakan ke Varez kalau penyerengan di lakukan setelah semua urusan perusahaan selesai padahal tidak.


“Hmmm”


Selama beberapa hari ini saja mereka sudah di teror dan beberapa kali pindah hotel karna memang mereka sengaja membocorkan informasi atau mempermudah musuh untuk menemukan mereka namun juga musuh tak dapat menembus pertahanan yang Davian dan kedua adiknya susun.


“Jangan nakal” perintah Davian ke Galaxy.


“Abang juga! Hati-hati kabarin kita kalo ada apa-apa” Davian mengangguk.


Mereka berpisah saat pesawat akan berwngkat, Davian turun dari pesawat setelah mereka berpelukan.


Galaxy menatap kepergian sang abang menggunakan mobil meninggalkan landasan pesawat begitupun Varez menatap mobil itu seperti enggan meninggalkan abangnya sendirian di negara orang.


“Kita akan berangkat sekarang, tuan?” Galaxy mengangguk.


Mereka akan langsung menuju tanah air seusai perintah Arion dan Kaila padahal awalnya mereka ingin singgah terlebih dahulu di Belanda namun kata Arion langsung saja ke Tanah air kasian Alana sudah menunggu.


Semua sudah mulai sesuai rencana, Davian setelah dari bandara akan segera mengeksekusi musuh yang sudah tertangkap tentunya di sisakan untuk Galaxy juga. Davian pastinya akan menggunakan racikan racikan nya ke tubuh orang yang di tangkap sebagai percobaan.


Davian banyak memiliki ramuan yang dirinya racik dari berbagai macam racun hanya saja belum pernah di coba ke manusia karna memang terlalu banyak sesekali pernah dan orang itu berhasil bertahan elama tiga puluh menit paling lama dan langsung menghembuskan nafas setelahnya.


Di dalam pesawat,


keduanya diam-diaman saja Galaxy yang sibuk main game dan Varez yang sibuk mengerjakan soal ulangannya. Ulangan dengan guru homescholling bukan sekolah.


...🌑🌑🌑...


Alana memilih tak hadir kesekolah sampai dirinya menghubungi Arion dan Kaila berkata ingin menjemput abang dan adiknya di bandara.


Awalnya Kaila berniat tak mengijinkn namun Arion berkata tak apa dirinya percaya dengan kecerdasan anak-anaknya sehari tak masuk tidak mungkin membuat mereka bodoh.


“Ko pada di sini semua?” Tanya Alana.


Alana sedang berada di kamar tiba-tiba Caca memberitahu kalau ada teman-teman abangnya berada di bawah padahal saat ini masih pagi, Alana tebak pasti mereka bolos seperti Alana.


“Tau nih Ucup Al katanya pengen jemput Gala di bandara” ucap Bale.


“Jingan! Padahal si Abi noh yang maksa buat jemput bocah curut di bandara!!” Ucup membela dirinya karna tertuduh.


“Ko gue?” Tanya Abi,


“Iya iya Ala percaya ko, udah pada sarapan belum?”


“Udah”


“Belum”


“Belum dua kali” ucap mereka bersamaan, yang berkata udah hanya Sam dan Arga.


“Eh? Itu bawa baju ganti gak? Masa pake seragam ke bandaranya?” Mereka serempak menatap seragam mereka,


“Kita bawa ko, di mobil tapi” Alana mengangguk.


“Yaudah yuk sarapan Ala dah laper” jujur Alana,


Awalnya Alana tak ingin sarapan karna ingin makan bersama dengan abang dan adiknya tetapi teman-teman abangnya malah datang dan Alana tebak mereka pasti belum sarapan.


Setelah sarapan mereka langsung berangkat, Sam satu mobil dengan Alana menggunakan mobil Galaxy sesuai permintaan Galaxy dirinya ingin di jemput dengan mobilnya.


Yang lain menggunakan mobil masing-masing kecuali Abi karna di jemput Sam tadi mobilnya sedang di servis karna lama tak di gunakan, kenapa mereka menggunakan mobil tak menggunakan motor? Karna Kaila tak membolehkan mereka membawa princes Nelwash naik motor apalagi di saat seperti ini masih belum aman.


“Katanya mereka masih di pesawat belun turun ke bandaranya” Sam mengangguk.


“Bisa masuk ke landasannya gak si? Kemarin Ala gak bisa kan”


“Kita tunggu kek kemarin aja” Alana mengangguk.


Caca bodyguard Alana juga ikut namun beda mobil, Alana selalu tersenyum sedari tadi padahal mereka tak bertemu hanya seminggu dan hanya terpisah negara saja tapi saat ini Alana sangat senang walaupun Davian dan orang tua juga adik kembarnya belum bisa pulang.


Setiba di bandara,


“Caca, boleh tanyain gak? Ala pengen masuk ke dalem samperin abang” pinta Alana,


Alana sudah sangat tak sabar ingin segera menemui Galaxy dan Varez dirinya memang sangat rindu akhirnya mereka berkumpul lagi walau nanti dirinya bakal di tinggal berdua saja dengan Varez.


“Akan saya tanyakan nona” Alana tersenyum manis membuat para inti Alderioz menjerit bahkan sampai menutup matanya karna senyum Alana benar-benar candu dan sangat jarang sekali mereka lihat terlalu berdamage,


Andai Galaxy melihat ini pasti para inti Alderioz sudah terkena ceramah atau di geplak satu-satu karna bagi Galaxy senyum Alana hanya untuk mereka saja jika orang lain dapat melihat itu artinya bonus.


“Nona silahkan ikuti saya” Alana kembali tersenyum bahkan Alana sampai melompat-lompat kecil saat Caca berbicara.


“Sesenang itu?” Tanya Ucup ke Alana.


“yaps!” Ujar Alana sambil tersenyum-senyum melihat arah depan tak tau apa jika dia tersenyum bikin orang-orang yang melihatnya gemas senang bahkan sampai melenyot.


“Argh!! Jangan senyum” rintih Abi karna sudah tak sanggup dirinya sangat ingin mencupit pipi Alana yang seperti mochi itu.


“Gila pengen gue unyel-unyell cok!!” Ujar Ucup ikut tak kuasa menahan diri.


Alana berjalan di depan di samping kiri ada Caca dan si samping kanan ada Sam yang memang dari tadi bersebelahan. Caca tersenyum melihat Alana yang sangat cerah dan bersemangat hari ini.


“Itu abang sama Varez” tunjuk Alana kala melihat Galaxy dan Varez berada di lantai dua.


Alana berlari menuju lift yang tak jauh dari mereka namun sebelum sampai lift Alana terjatuh akibat terdorong oleh seseorang.


...BRUKKKK...


“Akh!!”


“ALA”


“Nona muda!”


“ALANA!” Panik mereka semua, namun Alana langsung berdiri dan memberikan jempol yang berkata dirinya baik-baik saja.


“Jalan pakai mata dong!!” Ucap Arga ke orang yang jelas mendorong Alana di kerumunan.


“Pusing iih” gumam Alana pelan,


“Nona tak apa?” Alana mengangguk, bohong padahal kepala Alana sempat terbentur bahkan sekarang kepalanya sangat pusing.


Ingat kan? Kepala Alana tak boleh terbentur karna pernah amnesia ringan waktu itu. Alana meminta teman abangnya untuk tidak memperbesar masalah.


Inti Alderioz menatap orang itu tajam bahkan tak berkedip saat melewati orang itu, saat hendak masuk ke dalam lift ternyata yang keluar adalah Galaxy dan Varez.


“Abang! Ade!!” Senang Alana.


“Kang...” Alana tiba-tiba pingsan.


...🖤 JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN 🖤...