PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION
PI 83#



Alex menggeliat dan tersenyum saat mendapati Nadira masih bergelung manja dalam pelukannya. Perempuan itu masih terlelap dalam alam bawah sadarnya. 


Alex membelai wajah cantik istrinya yang terlihat semakin mempesona saat tertidur. Ia menyingkirkan anak rambut Nadira yang menutupi wajah yang manis. Menyelipkannya di balik telinga perempuan itu. 


"Terimakasih, kamu sudah hadir dalam hidupku," ucap Alex seraya mendaratkan kecupan di dahi Nadira. 


Alex menggeser tubuhnya agar lebih merapat pada tubuh istrinya itu hingga tak menyisakan jarak diantara mereka. Memeluknya semakin erat sebagai pelampiasan rindunya yang sudah menggunung. Rindu yang akhirnya tersampaikan setelah berbulan-bulan lamanya. 


"Hmm ...." gumam Nadira yang merasa sesak karena pelukan sang suami yang membangunkan tidurnya dari mimpi indah. "Mas, kamu peluknya kekencengan, aku sesak," ucap Nadira serak dengan mata terpejam. 


Sontak Alex tertawa, "kamu gemesin pas lagi tidur, bikin aku pengen peluk terus," desis Alex seraya mengendurkan pelukannya. 


"Sudah jam berapa?" tanya Nadira membuka matanya perlahan sembari menjauhkan tubuhnya dari sang suami.  


"Tidur lagi aja, masih jam lima, masih terlalu pagi untuk bangun," bisik Alex seraya menarik Nadira kembali dalam pelukannya.


"Udah waktunya sholat subuh, Mas. Bangun dulu yuk, mandi, desis Nadira mendongakkan kepala menatap Alex yang mengerutkan dahi bingung. 


"Sholat?" tanya Alex heran yang masih belum mau melepaskan pelukannya pada Nadira. 


Nadira menyunggingkan senyum saat mendengar pertanyaan Alex. Dia mengulurkan tangannya membelai wajah tampan milik sang suami. Mensyukuri segala yang terjadi dalam hidupnya hingga bisa memiliki seorang suami seperti Alex. Dengan tatapannya, Nadira seolah ingin menyampaikan betapa ia mencintai lelaki itu dengan segenap hatinya. 


"Aku diajarkan sholat oleh Alea. Dia benar-benar wanita berhati baik dan tulus. Aku banyak belajar dari dia," ucap Nadira seraya tersenyum dengan tatapan meneduhkan. 


Alex mendekatkan wajahnya pada Nadira mengecup sekilas bibir wanita itu penuh cinta. 


"Kamu membawa perubahan banyak dalam hidup aku. Terimakasih untuk semuanya," ucap Alex di sela ciumannya. 


Sepertinya Alex akan lebih sering menemui adik sepupunya, Ravka. Ia yakin pemuda itu bisa menuntunnya kembali pada jalan yang seharusnya ia tempuh agar tak lagi melenceng jauh. 


"Aku mencintaimu. Terimakasih telah hadir dalam hidup ku," ucap Alex seraya menyesap aroma tubuh Nadira. 


Rasanya enggan sekali melepaskan pelukannya pada sang istri. Namun, ia tak akan menghalangi Nadira bertemu Penciptanya. Ia akan menjadi lelaki yang pantas untuk Nadira.


"Cepatlah," bisik Alex di telinga Nadira. "Jangan terlalu lama di kamar mandi. Belum apa aku sudah merindukanmu," keke Alex.


"Pagi-pagi sudah gombal," lirih Nadira seraya memanyunkan bibir. Akan tetapi, matanya memancarkan binar kebahagiaan. 


Hatinya menghangat dengan kelembutan yang di berikan oleh Alex. Ia merasa Tuhan begitu baik padanya. Masih memberikan kebahagiaan tiada tara, meski ia sudah alpa akan kewajibannya selama ini. 


"Sudah sana cepat, sebelum aku berubah pikiran dan tidak mau melepaskan mu," ucap Alex seraya mengecup pipi Nadira. 


Ia kemudian melepas pelukannya dan membiarkan wanita itu menjauh dari dirinya. 


Alex menatap Nadira, yang menarik selimut membungkus tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang menempel. 


"Kenapa harus di tutupi? Aku juga sudah melihat semuanya," ucap Alex seraya tergelak saat melihat wajah Nadira yang bersemu. 


Perempuan itu berlari memasuki kamar mandi sembari tertunduk malu dengan wajah yang memerah.


**********************************************


Yang minta adegan plus plus... sorry ferguso, esmeralda selalu menskip bagian itu. Dari pada aku jabarin di sini, lebih seru kalau kalian bayangin sendiri dan langsung praktek sama pasangan sah masing-masing yak... hahhhhahaaa