PERFECT IMPERFECTION

PERFECT IMPERFECTION
PI 82#



"Apa kamu pernah tidur dengan Ravka?" Pertanyaan Alex menggelegar di telinga Nadira bak petir di kala hujan deras. 


"Tidak ... Aku tidak pernah sekalipun melakukannya dengan Ravka."


"Dirly?" tanya Alex seraya menggeram.


Jantung Nadira berdenyut seketika. Matanya membuka perlahan. Otot jantung seakan berhenti memompa darah yang mengalir ke seluruh tubuhnya. 


Nadira mengangguk perlahan. Meski hatinya bertanya-tanya, dari mana Alex mengetahui perihal Dirly. Apakah Alex pernah bertemu dengannya? Apakah lelaki brengsekk itu mengatakan hal-hal buruk tentangnya? Pikiran Nadira kalut seketika.


"Apa ada yang lain selain dia?" tanya Alex yang dijawab dengan gelengan cepat dari Nadira. 


Nadira masih menundukkan kepala. Lehernya seakan kaku untuk mengangkat kepalnya mendongak menatap Alex. 


"Aku tidak pernah menyadari, jika ternyata aku bisa begitu marah saat membayangkan ada lelaki lain yang pernah menjamah mu," ucap Alex seraya menggeram. 


"Kamu juga bukan wanita pertama yang pernah singgah dalam hidupku. Aku bukan Ravka yang taat agama dan memegang budaya yang kupikir kuno dan tertinggal. Bagiku kehormatan wanita tiada artinya," ucap Alex mengangkat dagu Nadira. 


Air mata kembali menggenang di pelupuk mata Nadira. Menderas hingga menutupi kecantikan perempuan itu. Alex mengusap jemarinya di pipi Nadira. Mengelap kristal-kristal bening yang memudarkan kecantikan istrinya.  


Alex menatap Nadira lekat. Mengunci manik hitam itu untuk menatap matanya. Mengirimkan segala emosi yang memenuhi hatinya melalui tatapannya yang mendalam. 


"Tapi baru kusadari ternyata itu bisa melukai ego ku sebagai lelaki. Aku hanya ingin wanita yang kucintai, menjadi milikku seorang. Sehingga membuatku murka ketika mengingat ada lelaki lain yang pernah menyentuh mu. Jadi mulai sekarang, lupakan kalau kamu pernah bersama lelaki lain. Sehingga aku tidak perlu mengingatnya lagi untuk seumur hidupku."


Alex menarik tengkuk Nadira mendekat padanya, melabuhkan dahaga yang meminta untuk dipuaskan melalui sentuhan bibir Nadira. Mengirimkan segenap perasaannya melalui pertemuan dua bibir yang terus bergerak menuntut lebih. 


"Apa kamu tidak akan mengusirku? Apa kamu tidak jijik terhadapku?" tanya Nadira terbata-bata. 


"Aku bahkan lebih menjijikkan dari pada yang pernah kamu bayangkan Nadira. Aku bahkan bisa melakukannya dengan wanita yang tidak ku kenal sama sekali. Hidupku lebih liar dari pada yang pernah kamu ketahui," aku Alex dengan sorot mata sendu. 


Ia tak dapat menampik bahwa penyesalan itu juga menyergapnya. Ia tak pernah membayangkan bisa menjadi lelaki egois yang menginginkan seorang wanita hanya untuk dirinya setelah ia menghabiskan malam-malam liar bersama banyak wanita.


"Apa kamu bisa menerimaku yang seperti itu? Apa kamu tidak jijik terhadap lelaki bajingann seperti ku?" lirih Alex. 


"Aku tidak perduli dengan semua masa lalu mu. Aku hanya tau, kamu lelaki terbaik yang pernah singgah dalam hidupku," ucap Nadira dengan derai air mata penuh kebahagiaan. 


Alex mengecup kedua mata Nadira yang masih menangis. Turun ke hidung Nadira yang mancung dan semakin turun ke bawah. Alex memagut bibir lembut yang membuai hingga tak cukup jika hanya saling mereguk indahnya cinta memalui sentuhan bibirnya. 


Gelenyar yang berpusat di tubuhnya meminta lebih. Membawa hujan dalam kemarau panjang yang menyejukkan di setiap jengkal tubuhnya. 


*********************************************


Oh ya sebelumnya... makasih untuk semua kopi, bunga dan love sekebon dari kalian.. tapi aku ga ngerti aturan baru loh.. kopi sama bunga itu fungsinya buat apa sih??? hahahahaaaa


btw aku gak ngarepin ini novel naik level kok.. soalnya novel ini akan aku usahain tamat bulan ini atau paling telat bulan depan.. level akan berenti saat tamat yang berarti aku nulis novel ini zonk secara pendapatan.. karena menurut aku, level 3 itu hampir sama dengan nulis buku gratisan..


Tapi aku happy banget nulis cerita ini.. so... terimakasih nanyak buat kalian yang udah support aku n bikin aku happy nulis cerita ini...